Staphylococcus haemolyticus sebagai Patogen Darah
Ya, Staphylococcus haemolyticus adalah patogen darah yang signifikan, terutama pada pasien dengan sistem imun yang terganggu atau yang memiliki perangkat medis invasif seperti kateter intravaskular dan perangkat prostetik. 1, 2
Epidemiologi dan Signifikansi Klinis
S. haemolyticus merupakan spesies coagulase-negative staphylococci (CoNS) yang paling sering diisolasi kedua setelah S. epidermidis dari kasus klinis, khususnya dari infeksi darah termasuk sepsis 2, 3. Dalam studi terbaru, S. haemolyticus merupakan 43.2% dari semua isolat CoNS, dengan 75.3% diisolasi dari sampel darah 4.
Infeksi aliran darah terkait kateter vena sentral menyebabkan sekitar 80,000 kasus per tahun di unit perawatan intensif Amerika Serikat dengan tingkat mortalitas 12-25%. 1
Populasi Berisiko Tinggi
S. haemolyticus terutama menginfeksi:
- Pasien immunocompromised (yang menerima steroid sistemik, obat imunosupresan untuk transplantasi, atau neutropenia) 1, 4, 2
- Pasien dengan perangkat medis invasif seperti kateter vena sentral, kateter hemodialisis, alat pacu jantung, katup prostetik, dan sendi prostetik 1, 2
- Pasien hemodialisis yang memiliki sistem imun terganggu dan akses aliran darah melalui kateter 5
- Pasien dengan perangkat prostetik intravaskular seperti pacemaker atau graft vaskular yang baru dipasang 1
Mekanisme Patogenesis
Pembentukan biofilm adalah faktor kunci yang berkontribusi pada patogenisitas S. haemolyticus. 4, 2, 6 Dalam studi, 76.5% isolat CoNS menunjukkan pembentukan biofilm, dengan S. haemolyticus sebagai spesies predominan (46.8% dari pembentuk biofilm) 4.
Jalur infeksi utama meliputi:
- Kolonisasi ekstraluminal dari kulit di sekitar tempat insersi kateter 1
- Kolonisasi intraluminal dari hub dan lumen kateter, terutama untuk kateter jangka panjang 1
- Kontaminasi dari petugas kesehatan, terutama pada area yang sering disentuh seperti layar sentuh perangkat hemodialisis 5
Resistensi Antimikroba
S. haemolyticus menunjukkan resistensi multidrug yang lebih tinggi dibandingkan CoNS lainnya, termasuk resistensi terhadap glikopeptida. 2, 3 Dalam studi terbaru:
- 100% isolat resisten terhadap penisilin 4
- 48.2% isolat Staphylococcus spp. pada perangkat hemodialisis menunjukkan resistensi tinggi terhadap methicillin 5
- Hanya 84% isolat yang masih sensitif terhadap linezolid 4
S. haemolyticus juga berfungsi sebagai reservoir gen resistensi untuk spesies Staphylococcus lainnya, termasuk S. aureus, melalui transfer cassette SCCmec antarspesies 3.
Manifestasi Klinis
Infeksi S. haemolyticus yang tercatat meliputi:
- Bakteremia dan sepsis (manifestasi paling umum) 4, 2, 3
- Endokarditis, terutama endokarditis katup prostetik 7, 2
- Meningitis 2
- Infeksi sendi prostetik 2
- Peritonitis 2
- Otitis 2
Implikasi untuk Manajemen
Untuk infeksi aliran darah terkait kateter (CRBSI) yang disebabkan oleh CoNS termasuk S. haemolyticus, terapi antibiotik sistemik selama 5-7 hari direkomendasikan jika kateter dilepas, atau 10-14 hari dengan kombinasi antibiotic lock therapy jika kateter dipertahankan. 1
Vankomisin adalah agen empiris pilihan untuk CRBSI yang dicurigai di rumah sakit dengan peningkatan insiden staphylococci resisten methicillin. 1, 8 Untuk pasien yang sakit berat atau immunocompromised, penambahan ceftazidime atau cefepime diperlukan untuk cakupan basil gram-negatif termasuk Pseudomonas aeruginosa 1, 8.
Peringatan Penting
- S. haemolyticus harus dikelola dengan serius seperti S. aureus dalam konteks endokarditis katup prostetik, karena dapat menyebabkan infeksi metastatik 7
- Jangan mengabaikan hasil kultur darah positif untuk CoNS sebagai kontaminan jika proporsi tinggi kultur darah dari multiple sites positif 1
- Pertimbangkan pelepasan kateter untuk semua kasus CRBSI S. haemolyticus kecuali ada kontraindikasi mayor seperti tidak ada akses vena alternatif 1