Kesesuaian Regimen Kemoterapi dengan Pedoman Internasional
Untuk adenokarsinoma esofagus dengan metastasis hati pada pasien berusia 37 tahun dengan kolitis ulseratif, regimen kemoterapi yang sesuai dengan pedoman ESMO, ASCO, dan NCCN adalah kombinasi platinum/fluoropirimidin (cisplatin/5-FU) sebagai terapi paliatif, dengan pertimbangan khusus terhadap kondisi kolitis ulseratif yang dapat mempengaruhi toleransi terhadap kemoterapi.
Rekomendasi Berdasarkan Pedoman Internasional
Stadium dan Tujuan Terapi
- Pasien dengan metastasis hati termasuk dalam stadium IV (penyakit metastatik), sehingga tujuan terapi adalah paliatif untuk memperpanjang survival, mengontrol gejala, dan mempertahankan kualitas hidup 1
- Kemoterapi diindikasikan untuk pasien terpilih dengan status performa baik 1, 2
Regimen Kemoterapi Standar untuk Adenokarsinoma Esofagus Metastatik
Lini Pertama:
- Cisplatin/5-FU merupakan kombinasi standar untuk adenokarsinoma esofagus metastatik dengan tingkat respons 25-35% 1, 3
- Regimen ini direkomendasikan oleh ESMO sebagai pilihan terbaik untuk adenokarsinoma dengan metastasis 1
- Dosis yang digunakan: cisplatin dikombinasikan dengan 5-FU infus kontinu 3
Alternatif Regimen:
- Paclitaxel sebagai agen tunggal atau kombinasi dengan cisplatin menunjukkan hasil yang menjanjikan untuk adenokarsinoma 3
- Irinotecan mingguan dengan cisplatin merupakan regimen baru yang efektif dengan toksisitas relatif rendah 3
Pertimbangan Khusus: Kolitis Ulseratif
Peringatan Penting:
- Pasien dengan kolitis ulseratif memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami diare berat dan kolitis akibat kemoterapi, terutama dengan regimen berbasis irinotecan 1
- 5-FU infus lebih aman dibandingkan regimen bolus karena profil toksisitas yang lebih baik, terutama untuk pasien dengan kondisi gastrointestinal yang mendasari 1
- Capecitabine (fluoropirimidin oral) harus digunakan dengan sangat hati-hati pada pasien dengan kolitis ulseratif karena dapat memperburuk diare 1
Evaluasi Resektabilitas Metastasis Hati
Meskipun pasien memiliki metastasis hati, evaluasi multidisiplin tetap penting:
- Re-evaluasi setiap 2 bulan untuk menilai konversi ke penyakit yang dapat direseksi 1
- Jika metastasis hati menjadi resectable setelah kemoterapi, reseksi bedah dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan survival 1
- Konsultasi dengan tim bedah hepatobilier dan ahli radiologi intervensi diperlukan 1
Monitoring dan Manajemen Suportif
Evaluasi Respons:
- Evaluasi respons dilakukan melalui evolusi simptomatik, endoskopi, dan CT scan 1
- Fokus follow-up pada gejala, nutrisi, dan masalah psikososial 1
Manajemen Disfagia:
- Jika terjadi disfagia, brachytherapy dosis tunggal (12 Gy) memberikan perbaikan jangka panjang yang lebih baik dengan komplikasi lebih sedikit dibandingkan stent 1, 2
- Stenting esofagus dapat dipertimbangkan untuk restorasi nutrisi oral yang cost-effective 1
Perangkap Klinis yang Harus Dihindari
- Jangan gunakan regimen berbasis irinotecan sebagai lini pertama pada pasien dengan kolitis ulseratif aktif karena risiko tinggi diare berat dan kolitis 1
- Hindari capecitabine pada pasien dengan riwayat kolitis ulseratif karena dapat memicu flare 1
- Jangan abaikan status nutrisi - pasien dengan adenokarsinoma esofagus sering mengalami malnutrisi yang memerlukan intervensi nutrisi agresif 1
- Evaluasi ulang resektabilitas secara berkala - beberapa pasien dapat dikonversi menjadi kandidat reseksi setelah kemoterapi 1
Kesimpulan Algoritma Terapi
- Konfirmasi stadium IV dengan CT scan thorax/abdomen dan evaluasi fungsi organ 1
- Pilih cisplatin/5-FU infus sebagai regimen lini pertama (BUKAN capecitabine atau irinotecan karena kolitis ulseratif) 1, 3
- Evaluasi respons setiap 2 bulan dengan CT scan dan endoskopi 1
- Konsultasi bedah jika metastasis hati menjadi resectable 1
- Manajemen suportif untuk nutrisi dan gejala 1
- Pertimbangkan terapi lini kedua dengan paclitaxel atau irinotecan (dengan monitoring ketat untuk kolitis) jika progresif 3
Regimen ini sesuai dengan pedoman ESMO, ASCO, dan NCCN untuk adenokarsinoma esofagus metastatik, dengan modifikasi penting untuk mengakomodasi kolitis ulseratif pasien.