What is the immediate management for a patient with congestive heart failure (CHF) presenting with unilateral weakness?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 4, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tatalaksana Segera untuk Pasien CHF dengan Kelemahan Separuh Badan

Pasien dengan gagal jantung kongestif yang mengalami kelemahan separuh badan memerlukan evaluasi stroke akut segera dengan CT scan kepala tanpa kontras dan aktivasi protokol stroke, karena CHF meningkatkan risiko stroke iskemik 2-3 kali lipat dan outcome stroke pada pasien CHF sangat buruk dengan mortalitas tinggi. 1

Prioritas Tatalaksana Segera

Langkah 1: Aktivasi Protokol Stroke

  • Lakukan penilaian neurologis segera untuk mengkonfirmasi defisit neurologis fokal (kelemahan unilateral, gangguan bicara, deviasi wajah) 1
  • Periksa waktu onset gejala untuk menentukan eligibilitas terapi trombolitik (window period 4.5 jam untuk IV tPA)
  • Lakukan CT scan kepala tanpa kontras segera untuk menyingkirkan perdarahan intrakranial sebelum mempertimbangkan terapi trombolitik 1

Langkah 2: Evaluasi Status Kardiovaskular Simultan

  • Periksa EKG 12-lead untuk mendeteksi atrial fibrilasi, iskemia akut, atau aritmia lain yang dapat menyebabkan emboli kardiogenik 2, 3
  • Evaluasi status volume dengan memeriksa distensi vena jugularis, edema perifer, ronki paru, dan bunyi jantung S3 untuk menilai derajat dekompensasi CHF 3
  • Ukur tekanan darah karena hipertensi atau hipotensi dapat mempengaruhi keputusan terapi stroke dan memperburuk outcome 2

Langkah 3: Pemeriksaan Laboratorium Darurat

  • Periksa elektrolit, fungsi ginjal (BUN/kreatinin), dan glukosa darah karena gangguan elektrolit dapat menyebabkan gejala neurologis dan mempengaruhi keputusan terapi 2, 3
  • Periksa troponin jika ada kecurigaan sindrom koroner akut yang dapat memicu dekompensasi CHF dan emboli 3
  • Periksa PT/INR dan aPTT jika pasien menggunakan antikoagulan atau sebagai persiapan terapi trombolitik 2

Tatalaksana Berdasarkan Temuan

Jika Stroke Iskemik Akut Dikonfirmasi:

  • Berikan antikoagulan jika pasien memiliki atrial fibrilasi (paroksismal atau kronik) atau riwayat kejadian tromboembolik sebelumnya, sesuai rekomendasi Class I 2
  • Pertimbangkan terapi trombolitik jika memenuhi kriteria dan tidak ada kontraindikasi, meskipun CHF bukan kontraindikasi absolut
  • Kontrol respons ventrikel pada pasien dengan atrial fibrilasi menggunakan beta-blocker atau amiodaron jika beta-blocker kontraindikasi 2

Jika CHF Dekompensasi:

  • Berikan diuretik loop (furosemide) untuk mengurangi kongesti dan edema bilateral, dengan monitoring ketat intake-output dan berat badan harian 3
  • Monitor fungsi ginjal dan elektrolit terutama kalium dan magnesium selama diuresis 3
  • Hindari diuresis agresif pada fase akut stroke karena dapat memperburuk perfusi serebral

Evaluasi Lanjutan dalam 24-48 Jam

Pencitraan Jantung:

  • Lakukan ekokardiografi 2D dengan Doppler untuk menilai fraksi ejeksi ventrikel kiri (LVEF), ukuran ventrikel, ketebalan dinding, abnormalitas gerakan dinding regional, dan fungsi katup 2, 3
  • Identifikasi sumber emboli potensial seperti trombus intrakardiak, vegetasi katup, atau patent foramen ovale 3

Evaluasi Penyakit Koroner:

  • Pertimbangkan angiografi koroner jika pasien memiliki angina atau iskemia signifikan, karena revaskularisasi dapat memperbaiki outcome 2
  • Lakukan stress test atau pencitraan perfusi pada pasien tanpa angina untuk mendeteksi iskemia miokard 2

Pitfall yang Harus Dihindari

  • Jangan menunda evaluasi neurologis dengan asumsi bahwa kelemahan disebabkan oleh fatigue dari CHF saja, karena window terapi stroke sangat terbatas 1
  • Jangan mengabaikan atrial fibrilasi sebagai penyebab emboli kardiogenik, karena antikoagulasi adalah rekomendasi Class I untuk mencegah stroke rekuren 2
  • Jangan memberikan diuretik agresif tanpa mempertimbangkan dampak pada perfusi serebral pada fase akut stroke 3
  • Jangan menunda ekokardiografi karena ini adalah tes definitif untuk mengkonfirmasi CHF dan mengidentifikasi sumber emboli 3

Prognosis dan Konseling

Pasien dengan CHF yang mengalami stroke memiliki outcome yang lebih buruk dan mortalitas lebih tinggi dibandingkan pasien stroke tanpa CHF 1. Pencegahan sekunder dengan antikoagulasi (jika ada atrial fibrilasi), kontrol optimal CHF dengan ACE inhibitor dan beta-blocker, serta modifikasi faktor risiko vaskular sangat penting untuk mencegah stroke rekuren 2, 1.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Inpatient Workup and Management for Newly Diagnosed Heart Failure

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.