What is the recommended dosage of magnesium (Mg) supplementation for a patient with Bartter syndrome, considering Mg supplements are only available in antacids?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 5, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Suplementasi Magnesium pada Sindrom Bartter

Untuk pasien dengan sindrom Bartter yang memerlukan suplementasi magnesium, targetkan kadar magnesium plasma >0.6 mmol/L menggunakan garam magnesium organik (aspartat, sitrat, laktat) yang dibagi dalam dosis sekecil mungkin sepanjang hari. 1

Pemilihan Bentuk Magnesium

Gunakan garam magnesium organik (aspartat, sitrat, laktat) karena memiliki bioavailabilitas lebih tinggi dibandingkan magnesium oksida atau hidroksida. 1 Ini sangat penting karena pasien sindrom Bartter mengalami kehilangan magnesium urin yang terus-menerus. 1

Masalah dengan Antasida sebagai Sumber Magnesium

Antasida umumnya mengandung magnesium oksida atau hidroksida, yang memiliki bioavailabilitas rendah. 1 Jika hanya antasida yang tersedia di sistem kesehatan Anda, Anda akan memerlukan dosis yang jauh lebih tinggi untuk mencapai efek terapeutik yang sama, dan ini dapat menyebabkan diare yang memperburuk kehilangan elektrolit. 1

Target Kadar Magnesium

Targetkan kadar magnesium plasma >0.6 mmol/L (>1.5 mg/dL). 1 Target yang tepat untuk sindrom Bartter tidak diketahui secara pasti, tetapi level ini tampak wajar berdasarkan konsensus European Rare Kidney Disease Reference Network. 1

Strategi Pemberian Dosis

Bagi suplementasi magnesium menjadi sebanyak mungkin dosis yang dapat ditoleransi pasien sepanjang hari. 1 Karena kehilangan garam dan elektrolit urin bersifat kontinyu, suplementasi ideal harus sedekat mungkin dengan kontinyu. 1

Rasional Pembagian Dosis

Dosis besar yang jarang akan menyebabkan perubahan cepat dalam kadar darah tergantung pada waktu pengambilan sampel relatif terhadap dosis terakhir. 1 Variasi besar dalam kadar plasma mungkin lebih merugikan daripada kadar subnormal tetapi stabil. 1

Pertimbangan Khusus untuk Bayi

Pada bayi yang menerima feeding tube kontinyu, tambahkan suplemen ke dalam feeding. 1

Dosis Berdasarkan Data Penelitian

Studi kasus melaporkan penggunaan magnesium oksida 800 mg tiga kali sehari (total 2400 mg/hari) pada pasien dewasa dengan sindrom Bartter. 2 Namun, ini menggunakan magnesium oksida dengan bioavailabilitas rendah. 1

Studi kohort Korea melaporkan bahwa pasien sindrom Bartter memerlukan suplementasi kalium dosis besar (rata-rata 5.0 mEq/kg/hari untuk usia <18 tahun dan 2.1 mEq/kg/hari untuk usia ≥18 tahun) bersama dengan agen hemat kalium sepanjang hidup mereka. 3 Meskipun studi ini tidak memberikan dosis magnesium spesifik, ini menunjukkan kebutuhan suplementasi elektrolit jangka panjang yang substansial.

Koreksi Magnesium Penting untuk Manajemen Kalium

Hipomagnesemia adalah penyebab paling umum hipokalemia refrakter dan harus dikoreksi sebelum atau bersamaan dengan suplementasi kalium. 4 Defisiensi magnesium menyebabkan disfungsi sistem transport kalium dan meningkatkan ekskresi kalium renal. 5

Sekitar 40% pasien hipokalemik memiliki hipomagnesemia bersamaan. 4 Pada sindrom Bartter tipe 3 (mutasi CLCNKB), hipomagnesemia sangat umum dan memerlukan perhatian khusus. 1

Pemantauan

Periksa kadar magnesium serum secara teratur bersama dengan elektrolit lain (kalium, natrium, klorida, bikarbonat), fungsi ginjal, dan PTH. 1 Frekuensi pemantauan:

  • Bayi dan anak kecil: setiap 3-6 bulan 1
  • Anak yang lebih besar dengan terapi stabil: setiap 6-12 bulan 1
  • Pasien dewasa: setiap 6-12 bulan 1

Peringatan Penting

Jangan pernah suplementasi kalium tanpa memeriksa dan mengoreksi magnesium terlebih dahulu—ini adalah alasan paling umum kegagalan pengobatan. 4 Pada pasien dengan gangguan ginjal signifikan (kreatinin clearance <20 mL/dL), hindari suplemen magnesium karena risiko hipermagnesemia meningkat dramatis karena regulasi sistemik bergantung pada ekskresi renal. 6

Jika hanya antasida yang tersedia, konsultasikan dengan apoteker atau pemasok medis untuk mencari alternatif garam magnesium organik, karena ini akan memberikan manajemen yang jauh lebih baik untuk pasien sindrom Bartter Anda.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Electrolyte Replacement in Bartter Syndrome With Abnormal Small Bowel: A Case Report.

Journal of investigative medicine high impact case reports, 2020

Guideline

Management of Hypokalemia

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Does magnesium play a role in the hypokalemia of Bartter's syndrome?

American journal of kidney diseases : the official journal of the National Kidney Foundation, 1990

Guideline

Treatment of Mild Hypomagnesemia

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.