Is endophthalmitis of the right eye more likely caused by an endogenous or exogenous source?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 5, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Endophthalmitis Oculi Dextra: Eksogen atau Endogen?

Endophthalmitis lebih sering disebabkan oleh sumber eksogen (70-92% kasus), terutama setelah operasi mata atau trauma penetrasi, sedangkan endophthalmitis endogen hanya menyumbang 2-8% dari semua kasus endophthalmitis. 1, 2

Perbedaan Kunci Antara Eksogen dan Endogen

Endophthalmitis Eksogen

Endophthalmitis eksogen terjadi ketika mikroorganisme masuk langsung ke dalam mata melalui trauma atau prosedur bedah, dan merupakan bentuk yang paling umum. 1, 3

Sumber utama meliputi:

  • Komplikasi operasi katarak - penyebab paling sering, dengan staphylococcus koagulase-negatif sebagai patogen dominan 1, 3
  • Injeksi intravitreal (terutama anti-VEGF) - semakin meningkat frekuensinya, dengan staphylococcus koagulase-negatif dan streptococcus viridans sebagai penyebab utama 1
  • Trauma penetrasi okular - Bacillus cereus adalah patogen mayor pada kasus ini 1
  • Perluasan dari infeksi kornea (keratitis bakterial yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi endophthalmitis) 4

Karakteristik klinis:

  • Infeksi terbatas pada mata saja, tanpa demam atau leukositosis sistemik 5
  • Presentasi biasanya akut dengan nyeri mata dan penurunan penglihatan 3
  • Pemeriksaan menunjukkan hipopion dan inflamasi intraokular 3

Endophthalmitis Endogen

Endophthalmitis endogen terjadi melalui penyebaran hematogen dari fokus infeksi jauh, dan pasien dapat datang tanpa gejala infeksi sistemik meskipun bakteremia atau fungemia mungkin terjadi. 3, 2

Sumber infeksi primer yang paling umum:

  • Sepsis intraabdominal (50% kasus dalam satu seri) 2
  • Endokarditis - Staphylococcus aureus dan streptokokus adalah penyebab penting 1
  • Abses hati - terutama Klebsiella pneumoniae di Taiwan dan negara Asia Timur lainnya 1
  • Pneumonia nosokomial, infeksi saluran kemih, artritis septik 2

Patogen yang paling sering:

  • Candida species (terutama Candida albicans) pada pasien rawat inap dengan endophthalmitis fungal endogen 4, 1, 6
  • Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae pada endophthalmitis bakterial endogen 2

Pendekatan Diagnostik untuk Membedakan

Riwayat Klinis yang Krusial

Tanyakan secara spesifik tentang:

  • Riwayat operasi mata baru-baru ini (terutama katarak atau injeksi intravitreal dalam beberapa hari hingga minggu terakhir) - mengarah ke eksogen 1, 3
  • Trauma okular penetrasi - mengarah ke eksogen 1
  • Faktor risiko sistemik: diabetes (65% kasus endogen), rawat inap baru-baru ini, penyakit hati, terapi imunosupresif 2, 6
  • Gejala infeksi sistemik: demam, menggigil, fokus infeksi lain 2

Pemeriksaan Diagnostik

Kultur vitreous dan/atau aqueous humor adalah standar emas untuk diagnosis definitif dan harus dilakukan sebelum memulai terapi. 7, 8

Untuk kasus yang dicurigai endogen:

  • Kultur darah harus dilakukan - positif pada 83.3% kasus endogen dalam satu seri 2
  • Evaluasi untuk fokus infeksi primer: imaging abdomen untuk abses hati, ekokardiografi untuk endokarditis, kultur urin 2

Catatan penting: Bakteremia atau fungemia mungkin transien, sehingga kultur darah negatif tidak menyingkirkan etiologi endogen 3

Implikasi Terapeutik

Untuk Endophthalmitis Eksogen Bakterial

  • Injeksi intravitreal antibiotik adalah komponen terpenting (vancomycin plus ceftazidime atau aminoglikosida) 8, 5
  • Vitrektomi pars plana pada kasus berat untuk menghilangkan debris inflamasi 7, 8
  • Peran antibiotik sistemik masih kontroversial pada endophthalmitis eksogen bakterial 1, 5

Untuk Endophthalmitis Endogen

  • Antibiotik sistemik HARUS diberikan untuk mengobati bakteremia dan fokus infeksi primer 1, 5
  • Ditambah injeksi intravitreal antibiotik 8
  • Durasi terapi minimal 4-6 minggu, tergantung resolusi lesi 9, 7

Untuk Endophthalmitis Fungal (Biasanya Endogen)

  • Untuk Candida susceptible: fluconazole 800 mg loading dose, kemudian 400-800 mg daily, atau voriconazole 4, 8
  • Untuk Aspergillus: amphotericin B intravena plus intravitreal amphotericin B 7, 8
  • Jika ada vitritis: injeksi intravitreal wajib karena penetrasi sistemik ke vitreous buruk 9

Peringatan Penting

Jangan menggunakan injeksi subkonjungtiva saja - ini tidak efektif dan tidak boleh menggantikan pemberian intravitreal. 7, 8

Keterlibatan makula adalah indikator prognosis buruk untuk pemulihan tajam penglihatan. 7, 8

Endophthalmitis adalah kedaruratan medis - penundaan terapi dapat mengakibatkan kehilangan penglihatan permanen. 3, 5

References

Research

Endophthalmitis.

Clinical microbiology and infection : the official publication of the European Society of Clinical Microbiology and Infectious Diseases, 2013

Research

Bacterial and Fungal Endophthalmitis.

Clinical microbiology reviews, 2017

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Bacterial endophthalmitis.

Current infectious disease reports, 2009

Guideline

Treatment of Endophthalmitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of Panophthalmitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Endoftalmitis y Vitritis: Diferencias y Manejo

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.