Endophthalmitis Oculi Dextra: Eksogen atau Endogen?
Endophthalmitis lebih sering disebabkan oleh sumber eksogen (70-92% kasus), terutama setelah operasi mata atau trauma penetrasi, sedangkan endophthalmitis endogen hanya menyumbang 2-8% dari semua kasus endophthalmitis. 1, 2
Perbedaan Kunci Antara Eksogen dan Endogen
Endophthalmitis Eksogen
Endophthalmitis eksogen terjadi ketika mikroorganisme masuk langsung ke dalam mata melalui trauma atau prosedur bedah, dan merupakan bentuk yang paling umum. 1, 3
Sumber utama meliputi:
- Komplikasi operasi katarak - penyebab paling sering, dengan staphylococcus koagulase-negatif sebagai patogen dominan 1, 3
- Injeksi intravitreal (terutama anti-VEGF) - semakin meningkat frekuensinya, dengan staphylococcus koagulase-negatif dan streptococcus viridans sebagai penyebab utama 1
- Trauma penetrasi okular - Bacillus cereus adalah patogen mayor pada kasus ini 1
- Perluasan dari infeksi kornea (keratitis bakterial yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi endophthalmitis) 4
Karakteristik klinis:
- Infeksi terbatas pada mata saja, tanpa demam atau leukositosis sistemik 5
- Presentasi biasanya akut dengan nyeri mata dan penurunan penglihatan 3
- Pemeriksaan menunjukkan hipopion dan inflamasi intraokular 3
Endophthalmitis Endogen
Endophthalmitis endogen terjadi melalui penyebaran hematogen dari fokus infeksi jauh, dan pasien dapat datang tanpa gejala infeksi sistemik meskipun bakteremia atau fungemia mungkin terjadi. 3, 2
Sumber infeksi primer yang paling umum:
- Sepsis intraabdominal (50% kasus dalam satu seri) 2
- Endokarditis - Staphylococcus aureus dan streptokokus adalah penyebab penting 1
- Abses hati - terutama Klebsiella pneumoniae di Taiwan dan negara Asia Timur lainnya 1
- Pneumonia nosokomial, infeksi saluran kemih, artritis septik 2
Patogen yang paling sering:
- Candida species (terutama Candida albicans) pada pasien rawat inap dengan endophthalmitis fungal endogen 4, 1, 6
- Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae pada endophthalmitis bakterial endogen 2
Pendekatan Diagnostik untuk Membedakan
Riwayat Klinis yang Krusial
Tanyakan secara spesifik tentang:
- Riwayat operasi mata baru-baru ini (terutama katarak atau injeksi intravitreal dalam beberapa hari hingga minggu terakhir) - mengarah ke eksogen 1, 3
- Trauma okular penetrasi - mengarah ke eksogen 1
- Faktor risiko sistemik: diabetes (65% kasus endogen), rawat inap baru-baru ini, penyakit hati, terapi imunosupresif 2, 6
- Gejala infeksi sistemik: demam, menggigil, fokus infeksi lain 2
Pemeriksaan Diagnostik
Kultur vitreous dan/atau aqueous humor adalah standar emas untuk diagnosis definitif dan harus dilakukan sebelum memulai terapi. 7, 8
Untuk kasus yang dicurigai endogen:
- Kultur darah harus dilakukan - positif pada 83.3% kasus endogen dalam satu seri 2
- Evaluasi untuk fokus infeksi primer: imaging abdomen untuk abses hati, ekokardiografi untuk endokarditis, kultur urin 2
Catatan penting: Bakteremia atau fungemia mungkin transien, sehingga kultur darah negatif tidak menyingkirkan etiologi endogen 3
Implikasi Terapeutik
Untuk Endophthalmitis Eksogen Bakterial
- Injeksi intravitreal antibiotik adalah komponen terpenting (vancomycin plus ceftazidime atau aminoglikosida) 8, 5
- Vitrektomi pars plana pada kasus berat untuk menghilangkan debris inflamasi 7, 8
- Peran antibiotik sistemik masih kontroversial pada endophthalmitis eksogen bakterial 1, 5
Untuk Endophthalmitis Endogen
- Antibiotik sistemik HARUS diberikan untuk mengobati bakteremia dan fokus infeksi primer 1, 5
- Ditambah injeksi intravitreal antibiotik 8
- Durasi terapi minimal 4-6 minggu, tergantung resolusi lesi 9, 7
Untuk Endophthalmitis Fungal (Biasanya Endogen)
- Untuk Candida susceptible: fluconazole 800 mg loading dose, kemudian 400-800 mg daily, atau voriconazole 4, 8
- Untuk Aspergillus: amphotericin B intravena plus intravitreal amphotericin B 7, 8
- Jika ada vitritis: injeksi intravitreal wajib karena penetrasi sistemik ke vitreous buruk 9
Peringatan Penting
Jangan menggunakan injeksi subkonjungtiva saja - ini tidak efektif dan tidak boleh menggantikan pemberian intravitreal. 7, 8
Keterlibatan makula adalah indikator prognosis buruk untuk pemulihan tajam penglihatan. 7, 8
Endophthalmitis adalah kedaruratan medis - penundaan terapi dapat mengakibatkan kehilangan penglihatan permanen. 3, 5