What is the most common cause of severe hydrocephalus in a 2-month-old infant?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 8, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penyebab Paling Sering Hydrocephalus Severe pada Anak 2 Bulan

Perdarahan intraventrikular (IVH) yang menyebabkan posthemorrhagic hydrocephalus (PHH) adalah penyebab paling sering hydrocephalus severe pada bayi usia 2 bulan, terutama jika bayi tersebut lahir prematur. 1

Epidemiologi dan Faktor Risiko

  • Sekitar 15-20% bayi dengan berat lahir kurang dari 1500 gram akan mengalami IVH 2, 1
  • Dari bayi yang mengalami IVH, sekitar sepertiga akan berkembang menjadi posthemorrhagic ventricular dilation (PHVD) 1
  • Sebanyak 76% bayi dengan IVH Grade III akan mengalami PHVD, dibandingkan hanya 53% pada bayi dengan periventricular hemorrhagic infarction (PVHI) 2
  • Hanya sekitar 15% dari bayi prematur dengan IVH severe yang akhirnya memerlukan shunt permanen 1

Patofisiologi PHH

Mekanisme PHH melibatkan beberapa proses patologis yang mengganggu resorpsi CSF:

  • Fibrosis dari arachnoid granulations yang menghambat absorpsi CSF 1
  • Fibrosis meningeal dan gliosis subependymal yang mengganggu aliran CSF 1
  • Peningkatan TGF-β2 dan protein extracellular matrix dalam CSF yang menstimulasi deposisi di ruang perivaskular 1
  • Kerusakan white matter sekunder akibat kompresi dan iskemia dari peningkatan tekanan intrakranial 2

Presentasi Klinis yang Harus Dicari

Pada bayi usia 2 bulan dengan PHH, tanda-tanda klinis yang perlu dievaluasi meliputi:

  • Progressive splaying dari sutura sagitalis (tanda paling reliable untuk peningkatan tekanan) 2
  • Peningkatan lingkar kepala yang melewati persentil 3
  • Fontanel anterior yang tegang dan menonjol 3
  • Apnea dan bradikardi yang memburuk 1
  • Letargi dan penurunan aktivitas 2
  • Intoleransi feeding 1
  • Sun-setting eyes (upgaze palsy) 3

Riwayat Penting yang Harus Digali

Untuk menegakkan diagnosis PHH, informasi berikut sangat krusial:

  • Usia gestasi saat lahir (semakin muda, semakin tinggi risiko IVH) 2, 1
  • Berat lahir (terutama jika <1500 gram) 2, 1
  • Dokumentasi IVH pada cranial ultrasound neonatal 1
  • Riwayat distress respirasi, hipotensi, atau kebutuhan ventilasi mekanik pada periode neonatal 1
  • Riwayat chorioamnionitis maternal (meningkatkan risiko IVH hingga 80%) 2

Diagnosis Imaging

  • Cranial ultrasonography adalah modalitas pilihan untuk diagnosis IVH dan PHVD pada bayi prematur karena dapat dilakukan di bedside tanpa risiko transportasi 2
  • Levene ventricular index digunakan untuk mengukur dilatasi ventrikel, dengan threshold intervensi pada 97th percentile + 4 mm 2
  • CT scan atau MRI dapat mendeteksi blood products atau bukti perdarahan sebelumnya di ventrikel 1
  • Evaluasi periventricular changes yang menunjukkan hemorrhagic infarction sebelumnya 1

Diagnosis Banding yang Perlu Dipertimbangkan

Meskipun PHH adalah penyebab paling sering, kondisi lain yang perlu disingkirkan pada bayi 2 bulan:

  • Postinfectious hydrocephalus: Memerlukan riwayat penyakit demam atau bukti imaging/endoskopik yang menunjukkan ventrikulitis sebelumnya 1
  • Aqueductal stenosis: Dapat bersifat kongenital atau acquired post-infeksi, perlu evaluasi patensi aquaductus 1, 4
  • Myelomeningocele: Sekitar 80% anak dengan spina bifida mengembangkan hydrocephalus, namun biasanya terdiagnosis lebih awal 1
  • Arachnoid cysts: Dapat menyebabkan obstructive hydrocephalus namun lebih jarang dibanding PHH pada kelompok usia ini 1

Pitfalls yang Harus Dihindari

  • Jangan mengabaikan kemungkinan PHH hanya karena tidak ada dokumentasi IVH yang jelas - beberapa IVH bersifat clinically silent dan hanya terdeteksi dengan surveillance ultrasonography 2
  • Jangan mengandalkan hanya pada satu parameter klinis (misalnya lingkar kepala saja) - kombinasi progressive splaying sutura, fontanel fullness, dan gejala neurologis lebih reliable 2
  • Pada bayi prematur dengan berat <1500 gram, selalu pertimbangkan PHH sebagai diagnosis utama bahkan tanpa riwayat IVH yang terdokumentasi 2
  • Cranial ultrasonography dapat melewatkan subtle abnormalities seperti diffuse white matter injury dan cerebellar hemorrhage yang dapat mempengaruhi prognosis - pertimbangkan MRI untuk evaluasi lebih lengkap jika memungkinkan 2

Implikasi Prognostik

  • Bayi dengan PHH memiliki risiko tinggi untuk defisit neurologis jangka panjang terlepas dari apakah intervensi bedah diperlukan atau tidak 2
  • Anak dengan shunt akibat prematurity lebih mungkin memerlukan revisi shunt dan mengembangkan komplikasi seperti slit-ventricle syndrome dan loculated hydrocephalus dibanding anak dengan hydrocephalus dari penyebab lain 2
  • Outcome neurodevelopmental lebih ditentukan oleh usia gestasi, berat lahir, dan komorbiditas neonatal lainnya (bronchopulmonary dysplasia, necrotizing enterocolitis, sepsis) dibanding tipe intervensi yang dilakukan 2

References

Guideline

Etiology and Diagnosis of Hydrocephalus in Infants

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Diagnosis and Surgical Management of Neonatal Hydrocephalus.

Seminars in pediatric neurology, 2022

Research

Acquired aqueductal stenosis in preterm infants: an indication for neuroendoscopic third ventriculostomy.

Child's nervous system : ChNS : official journal of the International Society for Pediatric Neurosurgery, 2003

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.