What is the treatment for a patient with hepatitis A?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 8, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Terapi untuk Pasien Hepatitis A

Pasien dengan hepatitis A hanya memerlukan perawatan suportif karena infeksi ini bersifat self-limited dan akan sembuh spontan tanpa terapi antiviral spesifik. 1, 2

Manajemen Rawat Jalan

  • Tidak ada obat antiviral spesifik yang diperlukan untuk hepatitis A akut 1, 2
  • Hindari semua obat-obatan yang berpotensi hepatotoksik atau yang dimetabolisme oleh hati selama fase akut penyakit 1, 2
  • Tidak ada pembatasan diet khusus yang diperlukan 1, 2
  • Tidak ada pembatasan aktivitas fisik yang diperlukan 1, 2
  • Sebagian besar pasien akan pulih dalam 3-4 minggu dengan resolusi lengkap dari peningkatan enzim hati 2

Indikasi Rawat Inap

Hospitalisasi hanya diperlukan untuk dua kondisi spesifik: 1, 2

  • Pasien yang mengalami dehidrasi akibat mual dan muntah berat sehingga tidak dapat mempertahankan asupan oral yang adekuat 1, 2
  • Pasien dengan tanda atau gejala hepatitis fulminan atau gagal hati akut (ikterus yang memburuk, koagulopati dengan INR >1.5, ensefalopati hepatik) 1, 2

Monitoring Komplikasi

  • Sekitar 10-15% pasien akan mengalami penyakit yang relaps dengan durasi hingga 6 bulan, namun prognosis tetap baik 2, 3
  • Untuk hepatitis kolestatik dengan ikterus berkepanjangan (bilirubin >10 mg/dL, durasi >12 minggu), kortikosteroid dosis rendah dengan tapering cepat dapat mengurangi gejala, meskipun dapat meningkatkan risiko relaps 2, 3
  • Pasien berusia >50 tahun memiliki case fatality rate 1.8% (dibandingkan 0.3% secara keseluruhan) 2
  • Pasien dengan penyakit hati kronis yang sudah ada sebelumnya memiliki risiko signifikan lebih tinggi untuk mengalami hepatitis fulminan 2

Pertimbangan Khusus untuk Hepatitis Fulminan

  • Hepatitis fulminan ditandai dengan ikterus yang memburuk, penurunan fungsi hati, koagulopati, dan ensefalopati 2
  • Transplantasi hati mungkin diperlukan, meskipun pemulihan spontan terjadi pada 30-60% kasus 2
  • Pasien dengan tanda gagal hati akut harus segera dirujuk ke pusat transplantasi 1

Ekspektasi Perjalanan Klinis

  • Puncak infektivitas terjadi 2 minggu sebelum onset ikterus, sehingga pasien sering sudah melewati fase paling infeksius saat didiagnosis 2
  • Diskolorasi tinja biasanya membaik dalam 2-3 minggu, menandakan resolusi penyakit 2
  • Anak-anak dapat terus mengeluarkan virus hingga 10 minggu setelah onset penyakit 2

Profilaksis Pasca-Pajanan untuk Kontak

  • Kontak yang terpapar harus menerima profilaksis pasca-pajanan dalam waktu 2 minggu setelah pajanan 1, 2
  • Untuk individu sehat, vaksin hepatitis A saja kini lebih direkomendasikan 2
  • Immune globulin (IG) harus digunakan untuk anak <12 bulan, individu immunocompromised, pasien dengan penyakit hati kronis, dan mereka yang memiliki kontraindikasi terhadap vaksin 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Treatment of Foodborne Hepatitis A

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.