Terapi untuk Pasien Anak Hepatitis A
Hepatitis A pada anak tidak memerlukan terapi antiviral spesifik—perawatan suportif adalah satu-satunya pendekatan yang direkomendasikan karena penyakit ini bersifat self-limited dan sembuh spontan dalam 2 bulan pada sebagian besar kasus. 1, 2
Prinsip Dasar Penatalaksanaan
Perawatan suportif adalah terapi utama untuk hepatitis A pada anak, dengan fokus pada:
- Istirahat di tempat tidur jika anak sangat simptomatik 3
- Diet tinggi kalori untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang meningkat 3
- Hindari obat-obatan hepatotoksik selama fase akut 3
- Pantangan alkohol mutlak (relevan untuk remaja) untuk mengurangi risiko progresivitas penyakit hati 4, 3
Manajemen Gejala Spesifik
Demam Tinggi
- Asetaminofen aman dan efektif bila diberikan sesuai dosis yang direkomendasikan pada kemasan 4, 5
- Hindari NSAID dan aspirin karena risiko perdarahan dan nefrotoksisitas, terutama jika ada komplikasi 4, 5
Mual dan Muntah
- Hidrasi intravena diperlukan jika anak tidak dapat mempertahankan asupan oral yang adekuat akibat mual dan muntah berat 3
- Rawat inap diindikasikan pada 28,3% kasus, terutama karena muntah (58,7%) dan nyeri perut (28%) 6
- Durasi rawat inap rata-rata adalah 5,2 hari 6
Manajemen Cairan pada Kasus Berat
Jika terjadi disfungsi hati yang signifikan:
- Batasi terapi cairan hingga 50-60% dari volume maintenance yang dihitung dengan formula Holliday dan Segar untuk mencegah overload cairan 5, 7
- Gunakan cairan isotonik untuk mengurangi risiko hiponatremia 5, 7
- Pilih larutan seimbang (balanced solutions) daripada larutan buffer laktat untuk menghindari asidosis laktat pada disfungsi hati berat 5, 7
- Monitor keseimbangan cairan dan elektrolit terutama kadar natrium secara teratur 5, 7
Monitoring dan Follow-up
Pasien dengan AST/ALT > 1000 IU/L
Perlu pemantauan ketat karena kelompok ini memiliki:
- Muntah dan nyeri perut yang lebih sering (p < 0,001) 6
- Peningkatan PT dan aPTT yang signifikan (p < 0,001) 6
- Risiko komplikasi lebih tinggi meskipun jarang 6
Parameter yang Dipantau
- Elevasi PT ditemukan pada 15,2% pasien 6
- Elevasi aPTT pada 11,9% pasien 6
- Leukopenia pada 16,6% pasien 6
- Trombositopenia pada 2,6% pasien 6
Komplikasi dan Kasus Atipik
Meskipun jarang (< 1% kasus), waspadai:
- Hepatitis kolestatik (0,9% kasus) 6
- Hepatitis rekuren (10-15% pasien mengalami relaps dalam 6 bulan pertama) 1, 8
- Hepatitis fulminan (sangat jarang pada anak) 6
Jika terjadi perubahan status mental atau tanda gagal hati fulminan, segera evaluasi untuk transplantasi hati daripada terapi medis yang berkepanjangan 5, 3
Prognosis
- Sebagian besar pasien sembuh dalam 2 bulan tanpa komplikasi 1, 8
- Hepatitis A tidak menyebabkan infeksi kronik atau penyakit hati kronik 1, 2
- Mortalitas sangat rendah pada populasi pediatrik 6
Pencegahan Sekunder
- Vaksinasi kontak yang belum diimunisasi harus diatur 2
- Vaksin hepatitis A direkomendasikan untuk profilaksis pra dan pasca pajanan 2
- Imunoglobulin dapat digunakan jika anak terlalu muda untuk divaksinasi atau jika vaksin kontraindikasi 2
Peringatan Penting
- Jangan berikan terapi antiviral karena tidak ada bukti manfaat untuk hepatitis A akut 1, 2, 3
- Hindari diuresis agresif yang dapat memicu sindrom hepatorenal jika ada komplikasi 5
- Jangan gunakan cairan hipotonik yang meningkatkan risiko hiponatremia 5, 7
- Anak-anak muda biasanya asimptomatik, sementara gejala cenderung meningkat dengan bertambahnya usia 1, 8