Dosis Kotrimoxazol untuk Toksoplasmosis Okular
Untuk pasien dewasa dengan toksoplasmosis okular, dosis yang direkomendasikan adalah 2 tablet double-strength (160 mg trimetoprim/800 mg sulfametoksazol) diminum dua kali sehari selama 6 minggu. 1, 2
Regimen Dosis Berdasarkan Bukti Terkini
Dosis standar untuk pengobatan akut:
- 2 tablet double-strength (DS) diminum setiap 12 jam untuk pasien dewasa dengan toksoplasmosis okular 1, 3
- Ini setara dengan 5 mg/kg trimetoprim + 25 mg/kg sulfametoksazol per dosis 1
- Durasi pengobatan: 6 minggu untuk toksoplasmosis okular yang didapat, dengan durasi lebih lama diperlukan untuk penyakit ekstensif atau respons yang buruk 1, 2
Bukti Pendukung Kotrimoxazol sebagai Terapi Lini Pertama
Kotrimoxazol telah menjadi pilihan utama berdasarkan bukti berkualitas tinggi:
- Survey internasional tahun 2023 menunjukkan bahwa 66.7% spesialis uveitis menggunakan kotrimoxazol oral sebagai terapi lini pertama untuk toksoplasmosis okular 4
- Uji klinis acak tahun 2005 mendemonstrasikan efikasi yang setara antara kotrimoxazol dan regimen klasik (pirimetamin/sulfadiazin), dengan pengurangan ukuran lesi retina 59% vs 61% (P=0.75) dan perbaikan visus yang serupa 5
- Studi tahun 1992 menunjukkan semua pasien (n=16) mengalami resolusi retinokoroiditis aktif dengan peningkatan rata-rata 5.2 baris visus 6
Pertimbangan Penting dalam Pemberian
Waktu pemberian kortikosteroid:
- Jika lesi mengancam makula atau diskus optikus, tambahkan prednison 1 mg/kg/hari (maksimal 40 mg/hari) hanya setelah 72 jam terapi antimikroba 2
- Memulai kortikosteroid sebelum antimikroba dapat memperburuk infeksi 2
Monitoring selama terapi:
- Lakukan pemeriksaan darah lengkap minimal setiap minggu untuk mendeteksi supresi sumsum tulang 1, 2
- Follow-up oftalmologi setiap 2-3 minggu untuk menentukan durasi optimal terapi 2
Regimen Alternatif untuk Alergi Sulfa
Jika pasien alergi sulfa:
- Pirimetamin + klindamisin + leukovorin adalah alternatif yang direkomendasikan 2
- Pirimetamin + azitromisin menunjukkan efikasi serupa dengan efek samping yang lebih sedikit 2
Peringatan Penting
Kesalahan umum yang harus dihindari:
- Durasi terapi yang tidak adekuat dapat menyebabkan relaps, terutama pada pasien imunokompromais 1, 2
- Tingkat rekurensi rata-rata setelah 3 tahun adalah sekitar 49% 2
- Jangan menghentikan terapi terlalu dini sebelum resolusi lengkap infeksi aktif 1
Kontraindikasi dan penyesuaian dosis:
- Hindari pada kehamilan aterm karena risiko defek kongenital 3
- Hindari pada defisiensi G6PD karena risiko anemia hemolitik 3
- Penyesuaian untuk insufisiensi ginjal: CrCl >30 mL/min = dosis standar; 15-30 mL/min = setengah dosis; <15 mL/min = pertimbangkan agen alternatif 3
Profilaksis Sekunder
Untuk pasien imunokompromais dengan CD4+ <100 sel/µL: