What is the recommended daily dosage of cotrimoxazole (trimethoprim/sulfamethoxazole) in tablets for an adult patient with ocular toxoplasmosis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 8, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Kotrimoxazol untuk Toksoplasmosis Okular

Untuk pasien dewasa dengan toksoplasmosis okular, dosis yang direkomendasikan adalah 2 tablet double-strength (160 mg trimetoprim/800 mg sulfametoksazol) diminum dua kali sehari selama 6 minggu. 1, 2

Regimen Dosis Berdasarkan Bukti Terkini

Dosis standar untuk pengobatan akut:

  • 2 tablet double-strength (DS) diminum setiap 12 jam untuk pasien dewasa dengan toksoplasmosis okular 1, 3
  • Ini setara dengan 5 mg/kg trimetoprim + 25 mg/kg sulfametoksazol per dosis 1
  • Durasi pengobatan: 6 minggu untuk toksoplasmosis okular yang didapat, dengan durasi lebih lama diperlukan untuk penyakit ekstensif atau respons yang buruk 1, 2

Bukti Pendukung Kotrimoxazol sebagai Terapi Lini Pertama

Kotrimoxazol telah menjadi pilihan utama berdasarkan bukti berkualitas tinggi:

  • Survey internasional tahun 2023 menunjukkan bahwa 66.7% spesialis uveitis menggunakan kotrimoxazol oral sebagai terapi lini pertama untuk toksoplasmosis okular 4
  • Uji klinis acak tahun 2005 mendemonstrasikan efikasi yang setara antara kotrimoxazol dan regimen klasik (pirimetamin/sulfadiazin), dengan pengurangan ukuran lesi retina 59% vs 61% (P=0.75) dan perbaikan visus yang serupa 5
  • Studi tahun 1992 menunjukkan semua pasien (n=16) mengalami resolusi retinokoroiditis aktif dengan peningkatan rata-rata 5.2 baris visus 6

Pertimbangan Penting dalam Pemberian

Waktu pemberian kortikosteroid:

  • Jika lesi mengancam makula atau diskus optikus, tambahkan prednison 1 mg/kg/hari (maksimal 40 mg/hari) hanya setelah 72 jam terapi antimikroba 2
  • Memulai kortikosteroid sebelum antimikroba dapat memperburuk infeksi 2

Monitoring selama terapi:

  • Lakukan pemeriksaan darah lengkap minimal setiap minggu untuk mendeteksi supresi sumsum tulang 1, 2
  • Follow-up oftalmologi setiap 2-3 minggu untuk menentukan durasi optimal terapi 2

Regimen Alternatif untuk Alergi Sulfa

Jika pasien alergi sulfa:

  • Pirimetamin + klindamisin + leukovorin adalah alternatif yang direkomendasikan 2
  • Pirimetamin + azitromisin menunjukkan efikasi serupa dengan efek samping yang lebih sedikit 2

Peringatan Penting

Kesalahan umum yang harus dihindari:

  • Durasi terapi yang tidak adekuat dapat menyebabkan relaps, terutama pada pasien imunokompromais 1, 2
  • Tingkat rekurensi rata-rata setelah 3 tahun adalah sekitar 49% 2
  • Jangan menghentikan terapi terlalu dini sebelum resolusi lengkap infeksi aktif 1

Kontraindikasi dan penyesuaian dosis:

  • Hindari pada kehamilan aterm karena risiko defek kongenital 3
  • Hindari pada defisiensi G6PD karena risiko anemia hemolitik 3
  • Penyesuaian untuk insufisiensi ginjal: CrCl >30 mL/min = dosis standar; 15-30 mL/min = setengah dosis; <15 mL/min = pertimbangkan agen alternatif 3

Profilaksis Sekunder

Untuk pasien imunokompromais dengan CD4+ <100 sel/µL:

  • Terapi pemeliharaan seumur hidup diperlukan setelah terapi akut untuk mencegah relaps 2
  • Dosis pemeliharaan: 1 tablet double-strength sekali sehari 1

References

Guideline

Treatment Duration for Toxoplasmosis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Ocular Toxoplasmosis Treatment Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Cotrimoxazol Dosage and Usage Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Current practice in the management of ocular toxoplasmosis.

The British journal of ophthalmology, 2023

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.