Terapi Alternatif Toksoplasmosis Mata Tanpa Pirimetamin-Sulfadiazin
Gunakan kotrimoksazol (trimetoprim-sulfametoksazol) sebagai terapi alternatif utama untuk toksoplasmosis mata pada pasien imunokompromais ketika pirimetamin-sulfadiazin tidak tersedia. 1, 2, 3
Regimen Kotrimoksazol untuk Toksoplasmosis Okular
Dosis yang direkomendasikan:
- 5 mg/kg trimetoprim + 25 mg/kg sulfametoksazol diberikan secara intravena atau oral dua kali sehari selama 6 minggu 1, 2
- Untuk penyakit yang ekstensif atau respons yang buruk, perpanjang durasi terapi lebih dari 6 minggu 1, 2
- Lanjutkan terapi minimal 1-2 minggu setelah resolusi lengkap tanda dan gejala klinis 2
Keuntungan kotrimoksazol:
- Memberikan perlindungan ganda terhadap toksoplasmosis dan Pneumocystis pneumonia, sangat berharga di setting sumber daya terbatas 1
- Lebih mudah diperoleh dan diberikan dibandingkan regimen multidrug konvensional 3
- Dalam studi 16 pasien dengan toksoplasmosis okular aktif, semua pasien mengalami resolusi retinokoroiditis dengan peningkatan rata-rata 5,2 baris penglihatan 3
Alternatif Lain Jika Kotrimoksazol Tidak Dapat Digunakan
Untuk pasien dengan alergi sulfa:
- Pirimetamin + klindamisin adalah pilihan alternatif yang direkomendasikan 4, 2, 5
- Pirimetamin + azitromisin juga dapat dipertimbangkan, dengan uji klinis acak menunjukkan efikasi serupa dengan pirimetamin-sulfadiazin tetapi dengan efek samping yang jauh lebih sedikit 2
Regimen alternatif tambahan:
- Dapson + pirimetamin + leukovorin dapat dipertimbangkan untuk pasien seropositif Toxoplasma yang tidak dapat mentoleransi TMP-SMZ 4
- Atovaquone dengan atau tanpa pirimetamin merupakan pilihan lain, meskipun secara substansial lebih mahal 4, 6
- Klaritromisin telah dilaporkan berhasil dalam kasus individual, tetapi data terbatas 6
Penambahan Kortikosteroid untuk Lesi yang Mengancam Penglihatan
Indikasi kortikosteroid:
- Tambahkan prednison 1 mg/kg/hari (maksimum 40 mg/hari) untuk korioretinitis berat yang mengancam penglihatan (keterlibatan makula atau diskus optikus) 2
- Tunggu 72 jam setelah memulai terapi antimikroba sebelum menambahkan kortikosteroid—memulai kortikosteroid sebelum antimikroba dapat memperburuk infeksi 2
- Lanjutkan sampai resolusi inflamasi berat, kemudian taper cepat 2
Monitoring Wajib Selama Terapi
Pemeriksaan laboratorium:
- Lakukan hitung darah lengkap minimal mingguan saat menggunakan terapi harian untuk memantau supresi sumsum tulang 1, 2
- Jika menggunakan pirimetamin, leukovorin (asam folinat) 10-20 mg tiga kali seminggu harus diberikan sepanjang terapi—asam folat TIDAK dapat menggantikan asam folinat 2
- Pantau untuk ruam, demam, leukopenia, hepatitis, dan gejala gastrointestinal 1
Follow-up oftalmologi:
- Diperlukan follow-up oftalmologi ketat setiap 2-3 minggu untuk semua kasus korioretinitis Toxoplasma aktif guna menentukan durasi optimal terapi 4
Peringatan Penting dan Jebakan Umum
Durasi terapi yang tidak adekuat:
- Durasi terapi yang tidak memadai dapat menyebabkan relaps, terutama pada pasien imunokompromais, dengan tingkat rekurensi rata-rata setelah 3 tahun sekitar 49% 2
- Jangan hentikan terapi terlalu dini sebelum resolusi lengkap infeksi aktif 1
Terapi pemeliharaan untuk pasien HIV/AIDS:
- Pasien imunokompromais dengan CD4+ <100 sel/µL memerlukan terapi pemeliharaan seumur hidup setelah terapi akut untuk mencegah relaps 4
- TMP-SMX double-strength (160 mg/800 mg) sekali sehari memberikan supresi adekuat dan profilaksis PCP 1
Reaksi alergi: