What are the alternative treatment options for ocular toxoplasmosis in an immunocompromised patient when pyrimethamine and sulfadiazine are not available?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 8, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Terapi Alternatif Toksoplasmosis Mata Tanpa Pirimetamin-Sulfadiazin

Gunakan kotrimoksazol (trimetoprim-sulfametoksazol) sebagai terapi alternatif utama untuk toksoplasmosis mata pada pasien imunokompromais ketika pirimetamin-sulfadiazin tidak tersedia. 1, 2, 3

Regimen Kotrimoksazol untuk Toksoplasmosis Okular

Dosis yang direkomendasikan:

  • 5 mg/kg trimetoprim + 25 mg/kg sulfametoksazol diberikan secara intravena atau oral dua kali sehari selama 6 minggu 1, 2
  • Untuk penyakit yang ekstensif atau respons yang buruk, perpanjang durasi terapi lebih dari 6 minggu 1, 2
  • Lanjutkan terapi minimal 1-2 minggu setelah resolusi lengkap tanda dan gejala klinis 2

Keuntungan kotrimoksazol:

  • Memberikan perlindungan ganda terhadap toksoplasmosis dan Pneumocystis pneumonia, sangat berharga di setting sumber daya terbatas 1
  • Lebih mudah diperoleh dan diberikan dibandingkan regimen multidrug konvensional 3
  • Dalam studi 16 pasien dengan toksoplasmosis okular aktif, semua pasien mengalami resolusi retinokoroiditis dengan peningkatan rata-rata 5,2 baris penglihatan 3

Alternatif Lain Jika Kotrimoksazol Tidak Dapat Digunakan

Untuk pasien dengan alergi sulfa:

  • Pirimetamin + klindamisin adalah pilihan alternatif yang direkomendasikan 4, 2, 5
  • Pirimetamin + azitromisin juga dapat dipertimbangkan, dengan uji klinis acak menunjukkan efikasi serupa dengan pirimetamin-sulfadiazin tetapi dengan efek samping yang jauh lebih sedikit 2

Regimen alternatif tambahan:

  • Dapson + pirimetamin + leukovorin dapat dipertimbangkan untuk pasien seropositif Toxoplasma yang tidak dapat mentoleransi TMP-SMZ 4
  • Atovaquone dengan atau tanpa pirimetamin merupakan pilihan lain, meskipun secara substansial lebih mahal 4, 6
  • Klaritromisin telah dilaporkan berhasil dalam kasus individual, tetapi data terbatas 6

Penambahan Kortikosteroid untuk Lesi yang Mengancam Penglihatan

Indikasi kortikosteroid:

  • Tambahkan prednison 1 mg/kg/hari (maksimum 40 mg/hari) untuk korioretinitis berat yang mengancam penglihatan (keterlibatan makula atau diskus optikus) 2
  • Tunggu 72 jam setelah memulai terapi antimikroba sebelum menambahkan kortikosteroid—memulai kortikosteroid sebelum antimikroba dapat memperburuk infeksi 2
  • Lanjutkan sampai resolusi inflamasi berat, kemudian taper cepat 2

Monitoring Wajib Selama Terapi

Pemeriksaan laboratorium:

  • Lakukan hitung darah lengkap minimal mingguan saat menggunakan terapi harian untuk memantau supresi sumsum tulang 1, 2
  • Jika menggunakan pirimetamin, leukovorin (asam folinat) 10-20 mg tiga kali seminggu harus diberikan sepanjang terapi—asam folat TIDAK dapat menggantikan asam folinat 2
  • Pantau untuk ruam, demam, leukopenia, hepatitis, dan gejala gastrointestinal 1

Follow-up oftalmologi:

  • Diperlukan follow-up oftalmologi ketat setiap 2-3 minggu untuk semua kasus korioretinitis Toxoplasma aktif guna menentukan durasi optimal terapi 4

Peringatan Penting dan Jebakan Umum

Durasi terapi yang tidak adekuat:

  • Durasi terapi yang tidak memadai dapat menyebabkan relaps, terutama pada pasien imunokompromais, dengan tingkat rekurensi rata-rata setelah 3 tahun sekitar 49% 2
  • Jangan hentikan terapi terlalu dini sebelum resolusi lengkap infeksi aktif 1

Terapi pemeliharaan untuk pasien HIV/AIDS:

  • Pasien imunokompromais dengan CD4+ <100 sel/µL memerlukan terapi pemeliharaan seumur hidup setelah terapi akut untuk mencegah relaps 4
  • TMP-SMX double-strength (160 mg/800 mg) sekali sehari memberikan supresi adekuat dan profilaksis PCP 1

Reaksi alergi:

  • Sekitar 2 dari 16 pasien dalam studi mengembangkan alergi obat dengan kotrimoksazol 3
  • Untuk pasien dengan reaksi yang tidak mengancam jiwa, pertimbangkan desensitisasi bertahap atau reintroduksi dengan dosis/frekuensi yang dikurangi 4

References

Guideline

Treatment Duration for Toxoplasmosis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Ocular Toxoplasmosis Treatment Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.