Dosis Terapi Toksoplasmosis
Untuk pasien immunocompromised dengan toksoplasmosis, berikan pyrimethamine plus sulfadiazine plus leucovorin sebagai terapi standar, dengan dosis pyrimethamine 200 mg loading dose (hari 1), kemudian 50-75 mg/hari, sulfadiazine 1-1.5 gram setiap 6 jam, dan leucovorin 10-20 mg/hari, selama minimal 6 minggu. 1, 2
Regimen Dosis Berdasarkan Populasi Pasien
Toksoplasmosis Ensefalitis pada Pasien HIV/AIDS
Terapi Akut (6 minggu pertama):
- Pyrimethamine: Loading dose 200 mg oral pada hari pertama, kemudian 50-75 mg oral sekali sehari (maksimal untuk pasien <60 kg: 50 mg/hari; ≥60 kg: 75 mg/hari) 1
- Sulfadiazine: 1000-1500 mg oral setiap 6 jam (4 kali sehari), total 4-6 gram/hari 1
- Leucovorin (asam folinat): 10-20 mg oral setiap hari selama terapi pyrimethamine 1, 3
- Durasi minimal 6 minggu, dengan asumsi ada perbaikan klinis dan radiologis 1, 2
Profilaksis Sekunder (Maintenance Therapy):
- Setelah terapi akut selesai, diperlukan profilaksis seumur hidup kecuali terjadi rekonstusi imun dengan HAART 1
- Profilaksis dapat dihentikan jika CD4+ count meningkat >200 sel/µL selama ≥6 minggu pada HAART 1
Regimen Alternatif untuk Pasien Alergi Sulfa
Pyrimethamine plus Clindamycin:
- Pyrimethamine: Dosis sama seperti di atas 1
- Clindamycin: 600 mg IV atau oral setiap 6 jam 1
- Leucovorin: 10-20 mg/hari 1
- Perlu diperhatikan bahwa regimen ini tidak memberikan proteksi terhadap PCP 1
TMP-SMX (Cotrimoxazole) sebagai Alternatif:
- Dosis: 5 mg/kg trimethoprim plus 25 mg/kg sulfamethoxazole IV atau oral dua kali sehari selama 6 minggu 2
- Regimen ini memberikan proteksi ganda terhadap toksoplasmosis dan PCP 2
Toksoplasmosis Kongenital
Terapi selama 12 bulan penuh:
Pyrimethamine:
- Hari 1-2: 2 mg/kg/hari oral dibagi 2 dosis (loading dose) 4, 1
- Hari 3 sampai bulan ke-2 (atau ke-6): 1 mg/kg/hari oral sekali sehari 4, 1
- Setelah terapi intensif sampai total 12 bulan: 1 mg/kg/hari oral 3 kali seminggu 4, 1
Sulfadiazine:
Leucovorin:
Prednisone (jika diperlukan):
- Indikasi: Protein CSF ≥1 g/dL atau korioretinitis berat yang mengancam penglihatan di area makula 4, 3
- Dosis: 1 mg/kg/hari oral dibagi 2 dosis 4, 3
- Waktu pemberian: Dimulai setelah 72 jam terapi anti-Toxoplasma 4, 3
- Durasi: Sampai protein CSF <1 g/dL atau resolusi korioretinitis berat 4, 3
Toksoplasmosis Okular pada Anak yang Lebih Besar
Pyrimethamine:
- Hari 1-2: 2 mg/kg/hari oral dibagi 2 dosis (maksimal 50 mg/hari) 4, 3
- Maintenance: 1 mg/kg/hari oral sekali sehari (maksimal 25 mg/hari) 3
Sulfadiazine:
Leucovorin:
- Dosis: 10-20 mg oral 3 kali seminggu 3
Durasi terapi: Minimal 1-2 minggu setelah resolusi lengkap semua tanda dan gejala klinis, dengan total durasi 4-6 minggu 4, 3
Monitoring Penting Selama Terapi
Pemeriksaan Darah Lengkap
- Saat dosis harian pyrimethamine: Minimal seminggu sekali 1, 3, 5
- Saat dosis kurang dari harian: Minimal sebulan sekali 1, 3
- Pyrimethamine-sulfadiazine memiliki risiko signifikan supresi sumsum tulang, terutama neutropenia, khususnya jika leucovorin tidak diberikan 1, 3
Tanda Bahaya yang Memerlukan Penghentian Terapi
- Ruam kulit: hentikan segera dan cari pertolongan medis 5
- Sakit tenggorokan, pucat, purpura, atau glositis: dapat menjadi indikasi awal gangguan serius 5
- Tanda defisiensi folat: kurangi dosis atau hentikan obat 5
Peringatan Klinis Penting
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan gunakan folic acid sebagai pengganti folinic acid (leucovorin): Folic acid tidak akan mencegah supresi sumsum tulang dan merupakan kesalahan kritis 3
- Jangan mulai kortikosteroid sebelum terapi antimikroba: Selalu tunggu 72 jam setelah memulai antimikroba untuk menghindari perburukan infeksi 3
- Durasi terapi yang tidak adekuat dapat menyebabkan relaps: Terutama pada pasien immunocompromised, dengan tingkat rekurensi rata-rata sekitar 49% setelah 3 tahun 3
- Penghentian terapi terlalu dini sebelum resolusi lengkap infeksi aktif dapat menyebabkan rekurensi 2
Pertimbangan Khusus
- Pyrimethamine memiliki jendela terapeutik yang sempit untuk pengobatan toksoplasmosis 5
- Obat ini sangat berbahaya bagi bayi dan anak-anak; kematian telah dilaporkan setelah konsumsi tidak sengaja 5
- Pada pasien dengan gangguan kejang, gunakan dosis awal yang kecil untuk menghindari toksisitas sistem saraf 5
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau hati, atau defisiensi folat 5