Aminofilin Tidak Diperlukan pada Bayi Prematur yang Terintubasi dan Menggunakan Ventilator
Bayi prematur yang sudah terintubasi dan menggunakan ventilator mekanik TIDAK memerlukan aminofilin (atau kafein) untuk pencegahan apnea of prematurity, karena ventilator mekanik sudah menggantikan fungsi stimulasi pernapasan yang diberikan oleh metilxantin. 1
Mekanisme dan Rasional
Metilxantin (aminofilin/kafein) bekerja dengan menstimulasi pusat pernapasan di sistem saraf pusat, meningkatkan ventilasi semenit, menurunkan ambang batas terhadap hiperkapnia, dan meningkatkan tonus otot skeletal 1
Pada bayi yang terintubasi, ventilator mekanik secara langsung mengontrol dan mendukung pernapasan, sehingga mekanisme kerja metilxantin menjadi tidak relevan 1
Indikasi utama kafein adalah untuk apnea of prematurity yang didefinisikan sebagai episode apnea >20 detik atau lebih pendek namun disertai sianosis dan bradikardia, pada bayi yang bernapas spontan 1, 2
Kapan Metilxantin Diperlukan
Metilxantin hanya diperlukan pada bayi prematur yang:
Bernapas spontan (tidak terintubasi) dan mengalami episode apnea berulang 1, 2
Menggunakan CPAP atau dukungan pernapasan non-invasif lainnya namun masih mengalami apnea 2, 3
Dalam proses persiapan ekstubasi untuk mencegah kegagalan ekstubasi akibat apnea 2, 4
Algoritma Penggunaan Metilxantin
Untuk bayi yang sedang terintubasi:
- JANGAN berikan metilxantin selama masih menggunakan ventilator mekanik 1
- Pertimbangkan memulai kafein 12-24 jam SEBELUM rencana ekstubasi untuk memfasilitasi keberhasilan ekstubasi 2, 4
Untuk bayi yang bernapas spontan dengan apnea:
- Berikan loading dose kafein sitrat 20 mg/kg (setara 10 mg/kg kafein base) 1
- Dilanjutkan maintenance dose 5 mg/kg/hari (setara 2.5 mg/kg kafein base) 1
- Kafein lebih dipilih dibanding aminofilin karena indeks terapeutik lebih luas dan pemberian sekali sehari 2
Peringatan Penting
Pemberian metilxantin pada bayi terintubasi tidak memberikan manfaat tambahan dan hanya menambah risiko efek samping seperti takikardia (pada kadar plasma >13 mg/L), peningkatan konsumsi oksigen, dan gangguan homeostasis glukosa 5
Waktu paruh kafein pada neonatus sangat panjang (3-4 hari) dibanding dewasa (5 jam), sehingga risiko akumulasi dan toksisitas lebih tinggi 1
Jika bayi memerlukan intubasi ulang setelah ekstubasi, hentikan sementara metilxantin karena ventilator sudah mengambil alih fungsi pernapasan 2, 4