Infeksi Virus Herpes Simplex Tipe 1 (HSV-1)
Bibir kering hingga berdarah yang Anda tanyakan paling sering disebabkan oleh infeksi Herpes Simplex Virus tipe 1 (HSV-1), yang menyebabkan herpes labialis (cold sores). 1
Manifestasi Klinis HSV-1 pada Bibir
Herpes labialis adalah manifestasi paling umum dari infeksi HSV-1, dengan karakteristik khas sebagai berikut: 1
- Gejala prodromal: Sensasi terbakar atau gatal di area yang akan terkena, diikuti dengan evolusi lesi dari papul → vesikel → ulkus → krusta pada bibir 1
- Eritema, kekeringan, fisura, pengelupasan, pecah-pecah, dan perdarahan pada bibir adalah tanda khas dari herpes labialis 1
- Durasi penyakit tanpa pengobatan adalah 7-10 hari 1
- Lesi dapat kambuh 1-12 kali per tahun, dipicu oleh paparan sinar matahari atau stres fisiologis 1
Mekanisme Infeksi dan Kekambuhan
- Virus menetap dalam ganglion sensoris dalam bentuk laten seumur hidup dan tidak dapat dieradikasi oleh sistem imun atau obat antivirus saat ini 2
- Kekambuhan terjadi di lokasi anatomis yang sama karena virus kembali melalui jalur saraf yang sama 2
- Pemicu reaktivasi meliputi menstruasi, imunosupresi, demam, dan stres psikologis 1, 2
Diagnosis
Konfirmasi laboratorium harus dilakukan terutama pada pasien dengan status imun yang tidak jelas, meskipun diagnosis klinis dapat dibuat berdasarkan penampilan lesi: 1
- PCR HSV DNA adalah metode paling sensitif (meskipun tidak tersedia luas) 1
- Kultur virus, deteksi antigen HSV, atau serologi tipe-spesifik dapat digunakan 1
- Pada pasien HIV atau imunokompromi, konfirmasi laboratorium wajib dilakukan 1
Kondisi Lain yang Perlu Dipertimbangkan
Meskipun HSV-1 adalah penyebab paling umum, kondisi berikut juga dapat menyebabkan bibir kering dan berdarah: 1
- Penyakit Kawasaki: Ditandai dengan demam ≥5 hari, eritema dan pecah-pecah bibir, "strawberry tongue", dan injeksi konjungtiva bilateral 1
- Stevens-Johnson Syndrome/Toxic Epidermal Necrolysis (SJS/TEN): Kondisi serius yang memerlukan perawatan intensif dengan aplikasi white soft paraffin ointment setiap 2 jam 1
Peringatan Penting
- Pada pasien imunokompromi (terutama dengan CD4+ <100 sel/µL), ulserasi dapat lebih ekstensif, dalam, dan tidak sembuh-sembuh 1
- Jangan mengasumsikan bahwa herpes labialis berulang meningkatkan risiko meningitis HSV, karena HSV-2 (bukan HSV-1) adalah penyebab predominan meningitis HSV 3
- Tidak ada indikasi untuk profilaksis acyclovir atau valacyclovir untuk mencegah meningitis HSV pada pasien dengan herpes labialis berulang 3
Penatalaksanaan
Terapi antivirus oral (acyclovir, valacyclovir, atau famciclovir) lebih efektif daripada terapi topikal untuk episode akut herpes labialis: 1, 4
- Pengobatan paling efektif jika dimulai pada fase prodromal atau dalam 24 jam pertama onset lesi 2, 4
- Terapi supresif dapat mengurangi frekuensi kekambuhan ≥75% pada pasien dengan ≥6 episode per tahun 2
- Kombinasi acyclovir 5% dan hydrocortisone 1% topikal dapat mengurangi frekuensi rekurensi ulseratif dan non-ulseratif 5