Penyebab Krusta di Bibir
Krusta di bibir paling sering disebabkan oleh angular cheilitis (infeksi campuran jamur Candida dan bakteri), cheilitis kontak (iritasi atau alergi), atau cheilitis factitious (trauma berulang akibat kebiasaan menjilat, menggigit, atau menggaruk bibir). 1, 2, 3
Penyebab Utama Berdasarkan Karakteristik Klinis
1. Angular Cheilitis (Krusta di Sudut Bibir)
- Etiologi campuran: Infeksi Candida dan bakteri (paling sering Staphylococcus atau Streptococcus) 1, 2
- Faktor predisposisi: Gigi palsu yang tidak pas, kehilangan dimensi vertikal oklusi, diabetes, imunosupresi, defisiensi nutrisi (vitamin B12, zat besi), kebiasaan menjilat bibir 1, 2
- Presentasi klinis: Fisura, eritema, dan krusta di komisura bibir (sudut mulut) 2, 3
- Puncak usia: Dua puncak - masa kanak-kanak dan dewasa tua 2
2. Cheilitis Factitious (Krusta Akibat Trauma Berulang)
- Mekanisme: Menggigit, menggaruk, atau menjilat bibir secara tidak sadar atau kompulsif 4, 5
- Karakteristik krusta: Dapat berupa krusta hemoragik (berdarah) atau krusta keratotik kuning yang tebal dan aneh 4, 5
- Faktor psikologis: Semua pasien memiliki gangguan kepribadian yang mendasari 4, 5
- Pola: Krusta bervariasi dari krusta serous tipis hingga krusta hemoragik tebal 5
3. Cheilitis Kontak (Iritasi atau Alergi)
- Dua tipe: Iritan primer atau reaksi hipersensitivitas alergi tipe lambat terhadap kontak 3, 6
- Penyebab umum: Produk perawatan bibir, lipstik, pasta gigi, makanan, obat-obatan topikal 3, 6
- Presentasi: Eritema, edema, vesikel yang pecah membentuk krusta 6
4. Cheilitis Eksfoliatif
- Karakteristik: Pengelupasan krusta berulang pada vermillion bibir 3, 6
- Etiologi: Kemungkinan proses reaktif sekunder akibat aktivitas factitious pasien 3
- Klasifikasi: Termasuk dalam kategori cheilitis yang dapat reversibel 6
5. Kondisi Infeksi Lainnya
- Herpes gingivostomatitis: Progresi dari vesikel ke pustula, ulserasi, dan akhirnya pembentukan krusta (scabbing) 7
- Impetigo: Krusta tebal berwarna coklat seperti lacquer (bullous) atau krusta tebal karakteristik (nonbullous) 8
- Kandidiasis oral: Dapat menyebabkan krusta bila melibatkan bibir 1
6. Kondisi Sistemik dan Dermatosis
- Atopic dermatitis: Oozing dan crusting sebagai temuan klinis yang menonjol, terutama pada lesi akut 8
- Kawasaki disease: Eritema bibir, kering, fisura, pengelupasan, pecah-pecah, dan perdarahan bibir dengan krusta hemoragik 8
- Stevens-Johnson syndrome/TEN: Eritema mukosa mulut dengan blistering dan ulserasi, bibir dengan sloughing hemoragik dan krusta gelap yang melekat 8
- Cheilitis glandularis: Gangguan inflamasi kronik kelenjar saliva labial yang dapat berkembang menjadi krusta 3
- Cheilitis actinic: Paparan sinar matahari kronis, berpotensi premalignant 3, 6
Pendekatan Diagnostik Berdasarkan Lokasi dan Karakteristik
Krusta di Sudut Bibir (Angular)
- Pertimbangkan pertama: Angular cheilitis dengan infeksi campuran 1, 2
- Evaluasi: Periksa gigi palsu, dimensi vertikal, diabetes, status imun, defisiensi nutrisi 1
Krusta Difus pada Vermillion
- Bila krusta aneh/bizarre: Pertimbangkan cheilitis factitious, evaluasi psikiatri 4, 5
- Bila krusta dengan pengelupasan berulang: Cheilitis eksfoliatif 3, 6
- Bila ada riwayat paparan: Cheilitis kontak (patch test bila perlu) 3, 6
Krusta dengan Gejala Sistemik
- Demam + limfadenopati + ulser gingiva: Herpes gingivostomatitis 7
- Demam ≥5 hari + konjungtivitis + ruam: Kawasaki disease 8
- Ruam kulit luas + mukosa multipel: Stevens-Johnson syndrome 8
Peringatan Klinis Penting
- Jangan menggunakan produk berbasis petroleum secara kronis pada bibir karena mempromosikan dehidrasi mukosa dan menciptakan lingkungan oklusif yang meningkatkan risiko infeksi sekunder 1
- Biopsi diindikasikan bila krusta/ulser menetap >2 minggu meskipun sudah diobati 8, 9
- Evaluasi sistemik diperlukan bila ada anemia, defisiensi vitamin B12 atau zat besi, diabetes, atau imunosupresi 1, 2, 6
- Pertimbangkan keganasan pada cheilitis actinic (premalignant) dan cheilitis glandularis (potensi premalignant) 3, 6