Keamanan Ampicillin-Sulbactam pada Acute Kidney Injury
Ampicillin-sulbactam dapat digunakan dengan aman pada pasien dengan acute kidney injury (AKI), tetapi memerlukan penyesuaian dosis berdasarkan fungsi ginjal dan pemantauan yang ketat. Obat ini memiliki profil keamanan yang lebih baik dibandingkan antibiotik nefrotoksik lain seperti colistin, aminoglikosida, atau vancomycin 1.
Profil Keamanan Ampicillin-Sulbactam
- Ampicillin-sulbactam tidak termasuk dalam kategori antibiotik nefrotoksik yang harus dihindari pada AKI 1
- Studi prospektif besar menunjukkan bahwa beta-laktam antibiotik (termasuk ampicillin/sulbactam) lebih efektif dan kurang toksik dibandingkan colistin dalam pengobatan infeksi berat yang disebabkan oleh bakteri Gram-negatif multiresisten 1
- Sulbactam memiliki profil keamanan yang lebih baik dibandingkan colistin dan dapat menjadi pilihan yang lebih disukai untuk terapi terarah 1
Penyesuaian Dosis pada AKI
Label FDA mengharuskan penyesuaian dosis berdasarkan creatinine clearance (ClCr) 2:
- ClCr ≥30 mL/min: Dosis 1.5-3 gram setiap 6-8 jam (tidak perlu penyesuaian)
- ClCr 15-29 mL/min: Dosis 1.5-3 gram setiap 12 jam
- ClCr 5-14 mL/min: Dosis 1.5-3 gram setiap 24 jam 2
Pertimbangan Penting dalam Penyesuaian Dosis
- Eliminasi ampicillin (71%) dan sulbactam (78%) terutama melalui ginjal, sehingga waktu paruh meningkat signifikan pada gagal ginjal berat 3, 4
- Waktu paruh ampicillin meningkat dari 1 jam (fungsi ginjal normal) menjadi 17.4 jam pada pasien hemodialisis 3
- Rasio ampicillin:sulbactam (2:1) tetap konstan terlepas dari fungsi ginjal, sehingga penyesuaian dosis proporsional 3
Pasien dengan Renal Replacement Therapy
Extended Dialysis (ED)
- Untuk pasien AKI yang menjalani extended dialysis dengan high-flux dialyzer, gunakan dosis minimal 2g/1g ampicillin/sulbactam dua kali sehari 4
- Berikan satu dosis setelah dialisis untuk menghindari underdosing 4
- Clearance dialyzer untuk ampicillin/sulbactam adalah 80.1/83.3 mL/min, dengan waktu paruh 2.8/3.5 jam selama dialisis 4
Hemodialisis Intermiten
- Hemodialisis menghilangkan sekitar 34.8% ampicillin dan 44.7% sulbactam dalam 4 jam 3
- Berikan dosis setiap 24 jam pada hari non-dialisis, dan berikan dosis tambahan setelah hemodialisis 2, 3
Peringatan Penting dan Pitfalls
- Risiko underdosing lebih tinggi daripada toksisitas: Studi terbaru menunjukkan bahwa pada terapi pengganti ginjal modern, eliminasi antibiotik sering diremehkan, meningkatkan risiko underdosing 5
- 48 jam pertama terapi sangat kritis: Pada pasien dengan AKI saat masuk, 57.2% kasus AKI teratasi dalam 48 jam, sehingga penyesuaian dosis yang terlalu agresif dapat menyebabkan kegagalan terapi 6
- Pertimbangkan loading dose penuh: Berikan loading dose penuh (1.5-3 gram) terlepas dari fungsi ginjal, kemudian sesuaikan dosis pemeliharaan 2, 5
- Monitor fungsi ginjal secara serial: Evaluasi ulang ClCr secara berkala karena fungsi ginjal dapat membaik atau memburuk dengan cepat pada AKI 6
Keunggulan Dibandingkan Alternatif Lain
- Ampicillin-sulbactam tidak memerlukan therapeutic drug monitoring rutin seperti vancomycin atau aminoglikosida 1, 7
- Tidak meningkatkan risiko nefrotoksisitas seperti NSAID, aminoglikosida, atau vancomycin 1, 7
- Dapat digunakan dengan aman bersama RAAS blocker (ACE inhibitor/ARB) tanpa meningkatkan risiko AKI, berbeda dengan NSAID 8, 9