Is ampicillin-sulbactam (ampicillin/sulbactam) safe to use in patients with acute kidney injury (AKI)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 8, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Keamanan Ampicillin-Sulbactam pada Acute Kidney Injury

Ampicillin-sulbactam dapat digunakan dengan aman pada pasien dengan acute kidney injury (AKI), tetapi memerlukan penyesuaian dosis berdasarkan fungsi ginjal dan pemantauan yang ketat. Obat ini memiliki profil keamanan yang lebih baik dibandingkan antibiotik nefrotoksik lain seperti colistin, aminoglikosida, atau vancomycin 1.

Profil Keamanan Ampicillin-Sulbactam

  • Ampicillin-sulbactam tidak termasuk dalam kategori antibiotik nefrotoksik yang harus dihindari pada AKI 1
  • Studi prospektif besar menunjukkan bahwa beta-laktam antibiotik (termasuk ampicillin/sulbactam) lebih efektif dan kurang toksik dibandingkan colistin dalam pengobatan infeksi berat yang disebabkan oleh bakteri Gram-negatif multiresisten 1
  • Sulbactam memiliki profil keamanan yang lebih baik dibandingkan colistin dan dapat menjadi pilihan yang lebih disukai untuk terapi terarah 1

Penyesuaian Dosis pada AKI

Label FDA mengharuskan penyesuaian dosis berdasarkan creatinine clearance (ClCr) 2:

  • ClCr ≥30 mL/min: Dosis 1.5-3 gram setiap 6-8 jam (tidak perlu penyesuaian)
  • ClCr 15-29 mL/min: Dosis 1.5-3 gram setiap 12 jam
  • ClCr 5-14 mL/min: Dosis 1.5-3 gram setiap 24 jam 2

Pertimbangan Penting dalam Penyesuaian Dosis

  • Eliminasi ampicillin (71%) dan sulbactam (78%) terutama melalui ginjal, sehingga waktu paruh meningkat signifikan pada gagal ginjal berat 3, 4
  • Waktu paruh ampicillin meningkat dari 1 jam (fungsi ginjal normal) menjadi 17.4 jam pada pasien hemodialisis 3
  • Rasio ampicillin:sulbactam (2:1) tetap konstan terlepas dari fungsi ginjal, sehingga penyesuaian dosis proporsional 3

Pasien dengan Renal Replacement Therapy

Extended Dialysis (ED)

  • Untuk pasien AKI yang menjalani extended dialysis dengan high-flux dialyzer, gunakan dosis minimal 2g/1g ampicillin/sulbactam dua kali sehari 4
  • Berikan satu dosis setelah dialisis untuk menghindari underdosing 4
  • Clearance dialyzer untuk ampicillin/sulbactam adalah 80.1/83.3 mL/min, dengan waktu paruh 2.8/3.5 jam selama dialisis 4

Hemodialisis Intermiten

  • Hemodialisis menghilangkan sekitar 34.8% ampicillin dan 44.7% sulbactam dalam 4 jam 3
  • Berikan dosis setiap 24 jam pada hari non-dialisis, dan berikan dosis tambahan setelah hemodialisis 2, 3

Peringatan Penting dan Pitfalls

  • Risiko underdosing lebih tinggi daripada toksisitas: Studi terbaru menunjukkan bahwa pada terapi pengganti ginjal modern, eliminasi antibiotik sering diremehkan, meningkatkan risiko underdosing 5
  • 48 jam pertama terapi sangat kritis: Pada pasien dengan AKI saat masuk, 57.2% kasus AKI teratasi dalam 48 jam, sehingga penyesuaian dosis yang terlalu agresif dapat menyebabkan kegagalan terapi 6
  • Pertimbangkan loading dose penuh: Berikan loading dose penuh (1.5-3 gram) terlepas dari fungsi ginjal, kemudian sesuaikan dosis pemeliharaan 2, 5
  • Monitor fungsi ginjal secara serial: Evaluasi ulang ClCr secara berkala karena fungsi ginjal dapat membaik atau memburuk dengan cepat pada AKI 6

Keunggulan Dibandingkan Alternatif Lain

  • Ampicillin-sulbactam tidak memerlukan therapeutic drug monitoring rutin seperti vancomycin atau aminoglikosida 1, 7
  • Tidak meningkatkan risiko nefrotoksisitas seperti NSAID, aminoglikosida, atau vancomycin 1, 7
  • Dapat digunakan dengan aman bersama RAAS blocker (ACE inhibitor/ARB) tanpa meningkatkan risiko AKI, berbeda dengan NSAID 8, 9

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Renal Dosing of Antibiotics: Are We Jumping the Gun?

Clinical infectious diseases : an official publication of the Infectious Diseases Society of America, 2019

Guideline

Vancomycin Use in Patients with Acute Kidney Injury

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of Angiotensin Receptor Blockers in Acute Kidney Injury

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Daily NSAID Use in Stage 2 Chronic Kidney Disease

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.