Terapi untuk Kecemasan Saat Akan Tidur dengan Penyebab Tidak Jelas
Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I) adalah terapi lini pertama yang paling efektif untuk mengatasi kecemasan saat akan tidur tanpa penyebab jelas, dengan bukti kuat menunjukkan perbaikan kualitas tidur yang berkelanjutan. 1, 2
Pendekatan Terapi Lini Pertama: CBT-I
CBT-I merupakan standar perawatan yang direkomendasikan oleh American Academy of Sleep Medicine, menggabungkan beberapa komponen untuk mengatasi kecemasan dan masalah tidur secara bersamaan 1. Terapi ini terdiri dari 4-8 sesi yang mencakup:
Komponen Inti CBT-I
Stimulus Control Therapy adalah intervensi utama yang memutus asosiasi antara tempat tidur dengan kecemasan dan terjaga 1, 2. Instruksi spesifik meliputi:
- Pergi ke tempat tidur hanya saat mengantuk 1
- Keluar dari tempat tidur setelah 20 menit jika tidak bisa tidur 1, 2
- Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur dan aktivitas seksual (tidak membaca, menonton TV, atau menggunakan gadget di tempat tidur) 1
- Bangun pada waktu yang sama setiap pagi, terlepas dari kualitas tidur 1, 2
- Hindari tidur siang 1
Sleep Restriction Therapy meningkatkan dorongan tidur dan mengkonsolidasikan tidur dengan membatasi waktu di tempat tidur 1. Protokolnya:
- Hitung rata-rata total waktu tidur dari catatan tidur 1-2 minggu 2, 3
- Batasi waktu di tempat tidur sesuai dengan durasi tidur aktual (minimal 5 jam) 1
- Tingkatkan atau kurangi waktu di tempat tidur berdasarkan efisiensi tidur (target >85%) 1
- Lakukan penyesuaian mingguan hingga mencapai durasi dan kepuasan tidur yang cukup 1
Cognitive Therapy mengatasi keyakinan yang memperburuk kecemasan tentang tidur 1, 2. Teknik meliputi:
- Psikoedukasi terstruktur tentang tidur normal 1, 2
- Mengidentifikasi dan memodifikasi pikiran maladaptif seperti "Saya tidak akan bisa berfungsi jika tidak tidur 8 jam" 2, 4
- Menggunakan catatan pikiran dan eksperimen perilaku 1, 2
- Mengurangi kecemasan kinerja tentang tidur 1, 2
Teknik Relaksasi
Relaxation Training mengurangi ketegangan somatik dan kecemasan kognitif yang mempertahankan masalah tidur 1, 2. Teknik yang direkomendasikan:
- Progressive muscle relaxation (relaksasi otot progresif) 1, 2
- Latihan pernapasan perut 1, 2
- Guided imagery training (latihan imajinasi terpandu) 1, 2
- Meditasi 1
Edukasi Sleep Hygiene
Sleep hygiene sebagai terapi tambahan, bukan terapi tunggal 1, 4. Rekomendasi kunci:
- Pertahankan waktu bangun yang konsisten setiap hari 2, 3
- Hindari kafein setelah siang hari 2, 5
- Batasi alkohol 2, 5
- Jaga kamar tidur gelap, sejuk, dan tenang 2, 5
- Hindari makan berat menjelang tidur 5
- Lakukan olahraga teratur di pagi atau sore hari 2, 5
Peringatan penting: Jangan gunakan sleep hygiene sebagai intervensi tunggal karena tidak cukup efektif untuk insomnia kronis 4.
Efektivitas CBT-I
Bukti menunjukkan CBT-I menghasilkan perbaikan yang signifikan secara klinis 6, 7:
- Remisi insomnia: 36% pasien yang menerima CBT-I mencapai remisi dibandingkan 16,9% pada kelompok kontrol 8
- Sleep onset latency: Membaik 19 menit 6
- Wake after sleep onset: Membaik 26 menit 6
- Sleep efficiency: Meningkat 9,91% 6
- Efek bertahan: Perbaikan tetap terjaga pada evaluasi jangka panjang 6, 7
Terapi Alternatif untuk Kecemasan Tidur Spesifik
Paradoxical Intention efektif untuk pasien dengan kecemasan kinerja signifikan tentang tidur 1, 2. Pasien diinstruksikan untuk tetap terjaga selama mungkin setelah berbaring, yang mengurangi kecemasan dan usaha berlebihan untuk tidur 1.
Mindfulness-based approaches menunjukkan hasil menjanjikan untuk insomnia terkait kecemasan 2. Pendekatan ini menekankan kesadaran tanpa penilaian terhadap pikiran dan emosi, mengajarkan penerimaan diri 2.
Pertimbangan Farmakoterapi
Farmakoterapi hanya dipertimbangkan jika CBT-I tidak mencukupi setelah 4-8 minggu atau saat menunggu akses ke CBT-I 2, 3, 5. American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan:
- Untuk sleep maintenance (mempertahankan tidur): Eszopiclone atau temazepam dapat dipertimbangkan 3, 9
- Hindari hipnotik kerja pendek seperti zolpidem untuk kecemasan tidur dengan gangguan pemeliharaan tidur karena tidak efektif 2, 10
- Hindari antihistamin seperti diphenhydramine karena efek antikolinergik dan sedasi siang hari 3
- Hindari penggunaan jangka panjang benzodiazepine karena risiko ketergantungan, toleransi, dan gangguan kognitif 3, 5
Eszopiclone menunjukkan efektivitas untuk sleep maintenance dengan perbaikan pada wake after sleep onset dan total sleep time hingga 6 bulan 9. Namun, dapat menyebabkan gangguan psikomotor dan memori keesokan harinya, terutama dalam 7,5-11,5 jam setelah dosis 9.
Algoritma Terapi
- Mulai dengan CBT-I segera sebagai terapi lini pertama 1, 2, 5
- Dokumentasikan pola tidur menggunakan sleep diary selama 1-2 minggu 2, 3
- Implementasikan stimulus control dan sleep restriction therapy sebagai komponen inti 1, 2
- Tambahkan relaxation training untuk mengurangi kecemasan 1, 2
- Pertimbangkan cognitive therapy untuk mengatasi keyakinan maladaptif tentang tidur 1, 2
- Evaluasi setelah 4-8 minggu: Jika perbaikan tidak mencukupi, pertimbangkan farmakoterapi jangka pendek sambil melanjutkan CBT-I 2, 3, 5
- Jika menggunakan obat, lakukan tapering setelah 4-8 minggu ketika tidur terkonsolidasi 3
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan meresepkan obat tidur tanpa terapi perilaku bersamaan karena dapat menyebabkan ketergantungan tanpa mengatasi masalah arsitektur tidur yang mendasari 3
- Jangan menggunakan sleep hygiene sebagai satu-satunya intervensi karena tidak cukup untuk insomnia kronis 4
- Jangan mengabaikan skrining untuk penyebab mendasar seperti sleep apnea, restless legs syndrome, efek samping obat, nyeri, atau kondisi psikiatrik sebelum menganggap insomnia primer 3
- Jangan menggunakan benzodiazepine jangka panjang terutama pada pasien lanjut usia karena risiko jatuh tinggi 5