Ya, Disentri pada Anak Dapat Menyebabkan Darah Merah Segar
Disentri pada anak memang dapat menyebabkan keluarnya darah merah segar dalam tinja, yang merupakan salah satu tanda khas dari infeksi bakteri invasif terutama Shigella.
Mekanisme Terjadinya Darah Merah Segar
Darah merah segar (fresh red blood) dalam tinja terjadi karena perdarahan di bagian bawah saluran pencernaan, khususnya kolon 1. Pada disentri basiler yang disebabkan oleh Shigella:
- Bakteri menginvasi mukosa kolon dan berkembang biak di dalam sel epitel usus 2
- Infeksi menyebabkan kematian sel dan penyebaran lateral ke sel-sel epitel yang berdekatan 2
- Proses ini mengakibatkan ulserasi mukosa, inflamasi, dan perdarahan 2, 3
- Kombinasi lesi vaskular masif dan fenestration epitel yang dramatis menghasilkan darah dalam tinja 3
Gambaran Klinis Disentri pada Anak
Disentri basiler ditandai dengan 1:
- Tinja berdarah yang sering dengan volume sedikit (frequent scant bloody stools)
- Demam
- Kram perut
- Tenesmus (rasa ingin buang air besar terus-menerus)
- Lendir dalam tinja 4
Pada kasus Shigella dysenteriae tipe 1, penyakit dapat sangat berat dengan komplikasi yang mengancam jiwa 2.
Temuan Pemeriksaan Tinja
Pemeriksaan tinja pada disentri menunjukkan 5, 4:
- 70% kasus Shigella memiliki leukosit feses 5
- Darah terlihat secara visual pada 51% kasus Shigella 4
- Leukosit feses yang banyak (>50/lapang pandang besar) ditemukan pada 39% kasus Shigella, lebih tinggi dibanding patogen lain 4
- Kombinasi disentri dengan leukosit feses positif dikaitkan dengan 72% kasus agen invasif 5
Kapan Perlu Pengobatan Empiris
Pedoman IDSA 2017 merekomendasikan pengobatan antibiotik empiris untuk 1:
- Bayi <3 bulan dengan kecurigaan etiologi bakterial
- Anak dengan demam yang terdokumentasi di fasilitas kesehatan, nyeri perut, diare berdarah, dan gambaran disentri basiler (tinja berdarah sedikit-sedikit yang sering, demam, kram perut, tenesmus) yang diduga disebabkan Shigella
- Anak yang baru bepergian ke luar negeri dengan suhu ≥38.5°C dan/atau tanda sepsis
Pilihan Antibiotik untuk Anak
Terapi empiris untuk anak meliputi 1:
- Sefalosporin generasi ketiga untuk bayi <3 bulan atau yang memiliki keterlibatan neurologis
- Azithromycin, tergantung pola kerentanan lokal dan riwayat perjalanan
- Pilihan antibiotik harus disesuaikan dengan pola resistensi setempat 1, 2
Peringatan Penting
- Jangan berikan antibiotik untuk infeksi STEC (Shiga toxin-producing E. coli) O157 dan STEC lain yang memproduksi Shiga toxin 2, karena dapat meningkatkan risiko komplikasi 1
- Dehidrasi harus dinilai dan ditangani segera dengan rehidrasi oral atau intravena tergantung derajat dehidrasi 1
- Kontak asimtomatik tidak perlu pengobatan empiris, tetapi harus mengikuti langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi 1