Can dysentery in children cause fresh red blood in stool?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 9, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Ya, Disentri pada Anak Dapat Menyebabkan Darah Merah Segar

Disentri pada anak memang dapat menyebabkan keluarnya darah merah segar dalam tinja, yang merupakan salah satu tanda khas dari infeksi bakteri invasif terutama Shigella.

Mekanisme Terjadinya Darah Merah Segar

Darah merah segar (fresh red blood) dalam tinja terjadi karena perdarahan di bagian bawah saluran pencernaan, khususnya kolon 1. Pada disentri basiler yang disebabkan oleh Shigella:

  • Bakteri menginvasi mukosa kolon dan berkembang biak di dalam sel epitel usus 2
  • Infeksi menyebabkan kematian sel dan penyebaran lateral ke sel-sel epitel yang berdekatan 2
  • Proses ini mengakibatkan ulserasi mukosa, inflamasi, dan perdarahan 2, 3
  • Kombinasi lesi vaskular masif dan fenestration epitel yang dramatis menghasilkan darah dalam tinja 3

Gambaran Klinis Disentri pada Anak

Disentri basiler ditandai dengan 1:

  • Tinja berdarah yang sering dengan volume sedikit (frequent scant bloody stools)
  • Demam
  • Kram perut
  • Tenesmus (rasa ingin buang air besar terus-menerus)
  • Lendir dalam tinja 4

Pada kasus Shigella dysenteriae tipe 1, penyakit dapat sangat berat dengan komplikasi yang mengancam jiwa 2.

Temuan Pemeriksaan Tinja

Pemeriksaan tinja pada disentri menunjukkan 5, 4:

  • 70% kasus Shigella memiliki leukosit feses 5
  • Darah terlihat secara visual pada 51% kasus Shigella 4
  • Leukosit feses yang banyak (>50/lapang pandang besar) ditemukan pada 39% kasus Shigella, lebih tinggi dibanding patogen lain 4
  • Kombinasi disentri dengan leukosit feses positif dikaitkan dengan 72% kasus agen invasif 5

Kapan Perlu Pengobatan Empiris

Pedoman IDSA 2017 merekomendasikan pengobatan antibiotik empiris untuk 1:

  • Bayi <3 bulan dengan kecurigaan etiologi bakterial
  • Anak dengan demam yang terdokumentasi di fasilitas kesehatan, nyeri perut, diare berdarah, dan gambaran disentri basiler (tinja berdarah sedikit-sedikit yang sering, demam, kram perut, tenesmus) yang diduga disebabkan Shigella
  • Anak yang baru bepergian ke luar negeri dengan suhu ≥38.5°C dan/atau tanda sepsis

Pilihan Antibiotik untuk Anak

Terapi empiris untuk anak meliputi 1:

  • Sefalosporin generasi ketiga untuk bayi <3 bulan atau yang memiliki keterlibatan neurologis
  • Azithromycin, tergantung pola kerentanan lokal dan riwayat perjalanan
  • Pilihan antibiotik harus disesuaikan dengan pola resistensi setempat 1, 2

Peringatan Penting

  • Jangan berikan antibiotik untuk infeksi STEC (Shiga toxin-producing E. coli) O157 dan STEC lain yang memproduksi Shiga toxin 2, karena dapat meningkatkan risiko komplikasi 1
  • Dehidrasi harus dinilai dan ditangani segera dengan rehidrasi oral atau intravena tergantung derajat dehidrasi 1
  • Kontak asimtomatik tidak perlu pengobatan empiris, tetapi harus mengikuti langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Shigellosis.

Journal of microbiology (Seoul, Korea), 2005

Research

Value of stool examination in patients with diarrhoea.

British medical journal (Clinical research ed.), 1983

Related Questions

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.