When should we start anti-hypertensive (blood pressure lowering) therapy in a patient with acute ischemic stroke?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 9, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Kapan Memulai Terapi Antihipertensi pada Stroke Iskemik Akut

Untuk pasien stroke iskemik akut yang TIDAK menerima trombolisis atau trombektomi, JANGAN berikan obat antihipertensi dalam 48-72 jam pertama kecuali tekanan darah ≥220/120 mmHg. 1, 2

Algoritma Berdasarkan Status Reperfusi

Pasien yang Menerima Trombolisis IV (rtPA)

  • Sebelum trombolisis: Tekanan darah HARUS diturunkan ke <185/110 mmHg sebelum memulai terapi 1, 3
  • Setelah trombolisis: Pertahankan tekanan darah <180/105 mmHg selama minimal 24 jam pertama 1, 3
  • Rasional: Tekanan darah tinggi dalam 24 jam pertama setelah trombolisis secara signifikan meningkatkan risiko perdarahan intrakranial simptomatik 2, 3
  • Monitoring ketat: Periksa tekanan darah setiap 15 menit selama 2 jam, setiap 30 menit selama 6 jam, kemudian setiap jam selama 16 jam 3

Pasien yang Menerima Trombektomi Mekanik

  • Pertahankan tekanan darah <185/110 mmHg sebelum prosedur 3
  • Pertahankan tekanan darah <180/105 mmHg selama 24 jam setelah prosedur 3

Pasien TANPA Terapi Reperfusi (Mayoritas Kasus)

Hari 0-3 (48-72 jam pertama):

  • Tekanan darah <220/120 mmHg: JANGAN mulai atau restart obat antihipertensi 1, 2

    • Ini adalah rekomendasi Class III (No Benefit) - artinya terbukti TIDAK efektif mencegah kematian atau disabilitas 1
    • Hipertensi permisif diperlukan karena autoregulasi serebral terganggu di zona iskemik 1, 2, 3
    • Tekanan darah sistemik dibutuhkan untuk perfusi dan pengiriman oksigen ke jaringan otak yang berpotensi diselamatkan (penumbra) 1, 3
  • Tekanan darah ≥220/120 mmHg: Pertimbangkan menurunkan mean arterial pressure (MAP) hanya 15% dalam 24 jam pertama 1, 2

    • Penurunan yang terlalu agresif dapat memperluas infark dengan mengurangi tekanan perfusi ke penumbra 3

Setelah Hari 3 (>72 jam):

  • Mulai atau restart obat antihipertensi pada pasien yang stabil secara neurologis dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg 1, 2, 4
  • Target jangka panjang untuk pencegahan sekunder: <130/80 mmHg 3, 4
  • Pilihan obat: Diuretik tiazid, ACE inhibitor, ARB, atau kombinasi diuretik tiazid + ACE inhibitor 1, 4

Dasar Fisiologis Hipertensi Permisif

  • Studi menunjukkan hubungan berbentuk U antara tekanan darah saat masuk dan outcome, dengan tekanan darah sistolik optimal 121-200 mmHg 1, 3
  • Autoregulasi serebral sangat terganggu di penumbra iskemik, sehingga aliran darah serebral menjadi bergantung pada tekanan 1, 3
  • Bahkan menurunkan tekanan darah ke level yang masih dalam rentang hipertensi dapat merugikan jika dilakukan terlalu cepat 1, 3

Pilihan Obat Antihipertensi (Jika Diperlukan)

Agen Lini Pertama:

  • Labetalol: 10-20 mg IV selama 1-2 menit, dapat diulang; atau infus kontinu 2-8 mg/menit 3, 5
    • Dipilih karena mudah dititrasi dan efek vasodilatasi serebral minimal 3
  • Nicardipine: 5 mg/jam IV, titrasi 2.5 mg/jam setiap 5-15 menit, maksimal 15 mg/jam 3, 5
    • Alternatif efektif terutama jika ada bradikardia atau gagal jantung 3

Obat yang Harus DIHINDARI:

  • Nifedipine sublingual: Tidak dapat dititrasi dan menyebabkan penurunan tekanan darah yang terlalu cepat yang dapat mengganggu perfusi serebral 3
  • Sodium nitroprusside: Efek buruk pada autoregulasi serebral dan tekanan intrakranial, hanya untuk hipertensi refrakter 3

Kondisi Khusus yang Memerlukan Kontrol Tekanan Darah Segera

Abaikan pedoman hipertensi permisif jika ada: 3

  • Ensefalopati hipertensif
  • Diseksi aorta
  • Infark miokard akut
  • Edema paru akut
  • Gagal ginjal akut

Peringatan Penting

  • Jangan otomatis restart obat antihipertensi rumah dalam 48-72 jam pertama kecuali ada kondisi komorbid spesifik 2
  • Hindari penurunan tekanan darah >70 mmHg di fase akut karena dapat menyebabkan cedera ginjal akut dan deteriorasi neurologis 4
  • Waspadai hipotensi yang juga berhubungan dengan outcome buruk dan memerlukan evaluasi serta koreksi segera 3
  • Pasien sering mengalami deplesi volume akibat natriuresis tekanan, sehingga respons terhadap antihipertensi mungkin tidak terprediksi 3

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Duration of Permissive Hypertension Post-Stroke

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Blood Pressure Management in Acute Ischemic Stroke

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Target Blood Pressure in Acute Ischemic Stroke After 4 Days

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Treatment of hypertension in acute ischemic stroke.

Current treatment options in neurology, 2009

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.