Kapan Memulai Terapi Antihipertensi pada Stroke Iskemik Akut
Untuk pasien stroke iskemik akut yang TIDAK menerima trombolisis atau trombektomi, JANGAN berikan obat antihipertensi dalam 48-72 jam pertama kecuali tekanan darah ≥220/120 mmHg. 1, 2
Algoritma Berdasarkan Status Reperfusi
Pasien yang Menerima Trombolisis IV (rtPA)
- Sebelum trombolisis: Tekanan darah HARUS diturunkan ke <185/110 mmHg sebelum memulai terapi 1, 3
- Setelah trombolisis: Pertahankan tekanan darah <180/105 mmHg selama minimal 24 jam pertama 1, 3
- Rasional: Tekanan darah tinggi dalam 24 jam pertama setelah trombolisis secara signifikan meningkatkan risiko perdarahan intrakranial simptomatik 2, 3
- Monitoring ketat: Periksa tekanan darah setiap 15 menit selama 2 jam, setiap 30 menit selama 6 jam, kemudian setiap jam selama 16 jam 3
Pasien yang Menerima Trombektomi Mekanik
- Pertahankan tekanan darah <185/110 mmHg sebelum prosedur 3
- Pertahankan tekanan darah <180/105 mmHg selama 24 jam setelah prosedur 3
Pasien TANPA Terapi Reperfusi (Mayoritas Kasus)
Hari 0-3 (48-72 jam pertama):
Tekanan darah <220/120 mmHg: JANGAN mulai atau restart obat antihipertensi 1, 2
- Ini adalah rekomendasi Class III (No Benefit) - artinya terbukti TIDAK efektif mencegah kematian atau disabilitas 1
- Hipertensi permisif diperlukan karena autoregulasi serebral terganggu di zona iskemik 1, 2, 3
- Tekanan darah sistemik dibutuhkan untuk perfusi dan pengiriman oksigen ke jaringan otak yang berpotensi diselamatkan (penumbra) 1, 3
Tekanan darah ≥220/120 mmHg: Pertimbangkan menurunkan mean arterial pressure (MAP) hanya 15% dalam 24 jam pertama 1, 2
- Penurunan yang terlalu agresif dapat memperluas infark dengan mengurangi tekanan perfusi ke penumbra 3
Setelah Hari 3 (>72 jam):
- Mulai atau restart obat antihipertensi pada pasien yang stabil secara neurologis dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg 1, 2, 4
- Target jangka panjang untuk pencegahan sekunder: <130/80 mmHg 3, 4
- Pilihan obat: Diuretik tiazid, ACE inhibitor, ARB, atau kombinasi diuretik tiazid + ACE inhibitor 1, 4
Dasar Fisiologis Hipertensi Permisif
- Studi menunjukkan hubungan berbentuk U antara tekanan darah saat masuk dan outcome, dengan tekanan darah sistolik optimal 121-200 mmHg 1, 3
- Autoregulasi serebral sangat terganggu di penumbra iskemik, sehingga aliran darah serebral menjadi bergantung pada tekanan 1, 3
- Bahkan menurunkan tekanan darah ke level yang masih dalam rentang hipertensi dapat merugikan jika dilakukan terlalu cepat 1, 3
Pilihan Obat Antihipertensi (Jika Diperlukan)
Agen Lini Pertama:
- Labetalol: 10-20 mg IV selama 1-2 menit, dapat diulang; atau infus kontinu 2-8 mg/menit 3, 5
- Dipilih karena mudah dititrasi dan efek vasodilatasi serebral minimal 3
- Nicardipine: 5 mg/jam IV, titrasi 2.5 mg/jam setiap 5-15 menit, maksimal 15 mg/jam 3, 5
- Alternatif efektif terutama jika ada bradikardia atau gagal jantung 3
Obat yang Harus DIHINDARI:
- Nifedipine sublingual: Tidak dapat dititrasi dan menyebabkan penurunan tekanan darah yang terlalu cepat yang dapat mengganggu perfusi serebral 3
- Sodium nitroprusside: Efek buruk pada autoregulasi serebral dan tekanan intrakranial, hanya untuk hipertensi refrakter 3
Kondisi Khusus yang Memerlukan Kontrol Tekanan Darah Segera
Abaikan pedoman hipertensi permisif jika ada: 3
- Ensefalopati hipertensif
- Diseksi aorta
- Infark miokard akut
- Edema paru akut
- Gagal ginjal akut
Peringatan Penting
- Jangan otomatis restart obat antihipertensi rumah dalam 48-72 jam pertama kecuali ada kondisi komorbid spesifik 2
- Hindari penurunan tekanan darah >70 mmHg di fase akut karena dapat menyebabkan cedera ginjal akut dan deteriorasi neurologis 4
- Waspadai hipotensi yang juga berhubungan dengan outcome buruk dan memerlukan evaluasi serta koreksi segera 3
- Pasien sering mengalami deplesi volume akibat natriuresis tekanan, sehingga respons terhadap antihipertensi mungkin tidak terprediksi 3