Dosis Meropenem pada Acute Liver Failure dan Kolesistitis
Rekomendasi Dosis Utama
Untuk pasien dengan acute liver failure dan kolesistitis, gunakan dosis meropenem 1 gram setiap 8 jam melalui infus intravena selama 15-30 menit, dengan penyesuaian dosis berdasarkan fungsi ginjal, bukan fungsi hati. 1
Meropenem dieliminasi terutama melalui ginjal dalam bentuk tidak berubah, sehingga fungsi hati yang terganggu tidak memerlukan penyesuaian dosis 2. Yang krusial adalah menilai fungsi ginjal pasien karena acute liver failure sering disertai gangguan ginjal.
Algoritma Penyesuaian Dosis Berdasarkan Fungsi Ginjal
Pasien dengan Fungsi Ginjal Normal (CrCl >50 mL/min)
- Dosis: 1 gram setiap 8 jam untuk infeksi intra-abdominal 1
- Rute: Infus IV selama 15-30 menit atau bolus IV selama 3-5 menit 1
Pasien dengan Gangguan Ginjal Ringan (CrCl 26-50 mL/min)
Pasien dengan Gangguan Ginjal Sedang (CrCl 10-25 mL/min)
Pasien dengan Gangguan Ginjal Berat (CrCl <10 mL/min)
Pertimbangan Khusus untuk Terapi Pengganti Ginjal
Hemodialisis Intermiten
- Dosis: 500 mg setiap 24 jam, diberikan SETELAH sesi dialisis 3, 2
- Sekitar 50% meropenem dieliminasi oleh hemodialisis intermiten 2
- Peringatan Penting: Jangan berikan sebelum dialisis karena akan menyebabkan pembuangan obat prematur dan kadar subterapeutik 3
Continuous Renal Replacement Therapy (CRRT)
- Dosis: 1 gram setiap 8 jam 3
- CRRT mengeliminasi 25-50% meropenem, sementara CVVHDF mengeliminasi 13-53% 3, 2
- Waktu paruh diperpanjang hingga 8,7 jam pada pasien dengan CRRT 4
- Pertimbangkan therapeutic drug monitoring untuk memastikan paparan obat yang adekuat 3
Sustained Low-Efficiency Dialysis (SLED)
- Dosis: 1 gram setiap 12 jam 3
- Pertahankan dosis penuh untuk memanfaatkan efek bakterisidal yang bergantung pada konsentrasi 3
Pertimbangan untuk Organisme Resisten
Jika MIC patogen ≥4-8 mg/L, gunakan infus diperpanjang selama 3 jam, bahkan pada gangguan ginjal, untuk mengoptimalkan waktu di atas MIC. 3
- Untuk Carbapenem-Resistant Enterobacterales dengan MIC ≥8 mg/L: 1 gram setiap 8 jam melalui infus 3 jam 3
- Infus diperpanjang memaksimalkan waktu konsentrasi obat bebas tetap di atas MIC 3
Peringatan Penting dan Pitfall yang Harus Dihindari
Monitoring Fungsi Ginjal
- Monitor indikator fungsi ginjal sepanjang pengobatan karena acute liver failure dapat berkembang menjadi sindrom hepatorenal 3
- Hitung creatinine clearance menggunakan formula Cockcroft-Gault untuk panduan dosis 5
Risiko Toksisitas Neurologis
- Toksisitas neurologis biasanya terjadi ketika konsentrasi trough melebihi 64 mg/L 3
- Meropenem memiliki aktivitas pro-konvulsan lebih rendah dibandingkan imipenem, membuatnya lebih aman pada disfungsi ginjal 3
- Pasien dengan riwayat kejang memerlukan observasi ketat 1
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan mengurangi dosis individual di bawah 1 gram karena dosis lebih kecil dapat mengurangi efikasi meskipun ada gangguan ginjal 3
- Jangan memberikan dosis sebelum dialisis - selalu berikan setelah sesi dialisis 3
- Jangan mengabaikan fungsi ginjal residual pada pasien CRRT karena ini merupakan determinan utama klirens obat total 3
Variabilitas Antar-Pasien
- Variabilitas besar dalam konsentrasi meropenem diamati pada populasi critically ill 5
- Pasien dengan augmented renal clearance (fungsi ginjal meningkat) berisiko tidak mencapai target terapeutik dengan dosis standar 5
- Therapeutic drug monitoring sangat direkomendasikan untuk pasien kritis dengan gangguan ginjal 3
Tidak Ada Penyesuaian untuk Disfungsi Hati
Meropenem tidak memerlukan penyesuaian dosis pada pasien dengan disfungsi hati karena eliminasi terutama melalui ginjal. 2, 6