Is meropenem (generic name) recommended for a patient with acute liver failure, cholecystitis, and impaired renal function, suspected of having an anaerobic infection?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 10, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Apakah Meropenem Direkomendasikan untuk Kasus Ini?

Ya, meropenem sangat direkomendasikan untuk pasien ini dengan kolesistitis, gangguan fungsi ginjal, dan kecurigaan infeksi anaerob, karena meropenem merupakan antibiotik lini pertama untuk kolesistitis berat dengan spektrum luas yang mencakup bakteri gram-negatif, gram-positif, dan anaerob. 1

Rasional Pemilihan Meropenem

Indikasi Berdasarkan Kondisi Klinis

  • Untuk kolesistitis berat atau pasien kritis, meropenem termasuk dalam antibiotik lini pertama yang direkomendasikan bersama dengan piperacillin-tazobactam, imipenem/cilastatin, atau ertapenem 1

  • Pada pasien dengan gagal hati akut dan kolesistitis, diperlukan antibiotik spektrum luas karena risiko tinggi terhadap organisme resisten dan kondisi kritis pasien 2

  • Meropenem memberikan cakupan anaerob yang adekuat, yang penting dalam kasus kolesistitis dengan kecurigaan infeksi anaerob, terutama jika ada anastomosis bilier-enterik 1

Pertimbangan Khusus pada Gangguan Fungsi Ginjal

  • Meropenem memerlukan penyesuaian dosis pada gangguan fungsi ginjal karena eliminasi utamanya melalui ginjal, dengan 63% obat diekskresikan tidak berubah dalam urin 3, 4

  • Waktu paruh meropenem diperpanjang hingga 13,7 jam pada pasien anurik dengan penyakit ginjal stadium akhir, dibandingkan sekitar 1 jam pada sukarelawan sehat 3

  • Untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal sedang hingga berat, dosis meropenem harus disesuaikan berdasarkan klirens kreatinin untuk mencegah akumulasi obat 3, 5

  • Meropenem memiliki profil keamanan yang sangat baik pada pasien dengan gangguan ginjal, dengan kejadian kejang yang sangat jarang (0,1%) bahkan pada pasien dengan gangguan ginjal 5

Algoritma Dosis Meropenem pada Gangguan Fungsi Ginjal

Penyesuaian Dosis Berdasarkan Fungsi Ginjal

  • Untuk infeksi berat dengan fungsi ginjal normal: Meropenem 1-2 gram IV setiap 8 jam 6

  • Untuk pasien dengan klirens kreatinin 25-50 mL/menit: Dosis harus dikurangi menjadi 1 gram setiap 12 jam 3

  • Untuk pasien dengan klirens kreatinin <25 mL/menit: Dosis lebih lanjut dikurangi menjadi 500 mg setiap 12-24 jam 3

  • Untuk pasien yang menjalani hemodialisis intermiten: Sekitar 50% meropenem dieliminasi, sehingga dosis tambahan diperlukan setelah dialisis 3

  • Untuk pasien yang menjalani continuous venovenous hemodiafiltration (CVVHDF): Dosis awal 1 gram IV setiap 12 jam direkomendasikan 4

Monitoring Terapi

  • Therapeutic drug monitoring (TDM) sangat direkomendasikan pada pasien kritis dan pasien dengan gangguan fungsi ginjal untuk memastikan kadar obat yang adekuat 6

  • Target farmakokinetik/farmakodinamik adalah 100%T>MIC (waktu di mana konsentrasi obat tetap di atas konsentrasi hambat minimum) untuk keberhasilan terapi 6, 7

  • Variabilitas besar dalam konsentrasi meropenem diamati pada pasien kritis, sehingga monitoring individual sangat penting 7

Pertimbangan Khusus pada Gagal Hati Akut

Kontraindikasi dan Peringatan

  • Aminoglikosida harus dihindari pada pasien dengan asites dan gagal hati karena risiko tinggi gagal ginjal, dan penggunaannya harus dibatasi hanya untuk infeksi yang tidak dapat diobati dengan antibiotik lain 2

  • Obat yang menurunkan tekanan darah atau aliran darah ginjal seperti ACE-inhibitor harus dihindari pada pasien dengan asites karena risiko gangguan ginjal 2

  • Meropenem tidak termasuk dalam kategori obat yang dikontraindikasikan pada pasien dengan asites atau gagal hati, menjadikannya pilihan yang lebih aman dibandingkan aminoglikosida 2

Perangkap Klinis yang Harus Dihindari

  • Jangan menunda drainase bilier pada kolesistitis berat, karena antibiotik saja tidak akan mensterilkan saluran empedu dengan adanya obstruksi 1, 8

  • Jangan menggunakan dosis standar tanpa penyesuaian pada gangguan fungsi ginjal, karena dapat menyebabkan akumulasi obat dan toksisitas 3, 5

  • Jangan mengabaikan kebutuhan untuk cakupan anaerob, terutama jika ada anastomosis bilier-enterik atau infeksi polimikroba 1

  • Jangan lupa untuk memonitor fungsi ginjal secara serial, karena pasien kritis dapat mengalami perubahan fungsi ginjal yang cepat yang memerlukan penyesuaian dosis 7

  • Hindari underdosing pada pasien dengan augmented renal clearance, yang dapat terjadi pada beberapa pasien kritis dan menyebabkan kegagalan mencapai target terapi 7

Alternatif jika Meropenem Tidak Tersedia

  • Piperacillin-tazobactam merupakan alternatif lini pertama yang setara untuk kolesistitis berat dengan cakupan spektrum yang serupa 1

  • Imipenem-cilastatin atau ertapenem juga merupakan pilihan carbapenem alternatif dengan profil aktivitas yang serupa 1

  • Untuk kolesistitis ringan hingga sedang yang didapat dari komunitas, amoxicillin-clavulanate dapat dipertimbangkan, tetapi tidak untuk kasus berat dengan gagal hati 1

References

Guideline

Antibiotic Treatment for Cholangitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Meropenem pharmacokinetics in a patient with multiorgan failure from Meningococcemia undergoing continuous venovenous hemodiafiltration.

American journal of kidney diseases : the official journal of the National Kidney Foundation, 1999

Research

Meropenem in elderly and renally impaired patients.

International journal of antimicrobial agents, 1998

Guideline

Treatment of Biliary Ascariasis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Related Questions

What is the appropriate dose of meropenem for a patient with severe impaired renal function (eGFR of 29)?
What are the dosage recommendations for Hepamerz (Meropenem) infusion in patients with impaired renal function?
What is the recommended dose of Merrem (Meropenem) for a patient with mild impaired renal function, specifically a Glomerular Filtration Rate (GFR) of 58?
How to manage a 4-year-old female with a left renal abscess on meropenem (Meropenem) after percutaneous drainage?
What is the recommended duration of IV meropenem (meropenem) treatment for a urinary tract infection (UTI) in an elderly female with stage 3 chronic kidney disease (CKD) and impaired renal function, specifically a glomerular filtration rate (GFR) of 44?
What is the role of metronidazole in a patient with acute liver failure, cholecystitis, and impaired renal function, suspected of having an anaerobic infection?
Did the magnesium supplement I was taking interfere with the effectiveness of Macrobid (nitrofurantoin) in treating my urinary tract infection (UTI)?
What is the management of antiplatelet therapy, including aspirin and P2Y12 inhibitors (e.g. clopidogrel), in patients with a history of cardiovascular disease undergoing Endoscopic Ultrasonography Fine Needle Aspiration (EUS FNA) or Fine Needle Biopsy (FNB)?
Can Magnesium supplements interfere with Macrobid (nitrofurantoin) treatment for a urinary tract infection?
Can a patient with a urinary tract infection taking Macrobid (nitrofurantoin) also take magnesium oxide supplements?
I'm an adult with no significant medical history, taking Macrobid (Nitrofurantoin) and magnesium supplements concurrently, and my urinary tract infection symptoms have returned after 2.5 weeks, should I adjust my medication regimen?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.