Vertigo: Definisi dan Penatalaksanaan pada Lansia
Definisi Vertigo
Vertigo adalah ilusi gerakan, biasanya gerakan rotasi, yang terjadi ketika tidak ada gerakan sebenarnya, dan merupakan keluhan yang sangat umum pada populasi umum, mempengaruhi sekitar 20-30% dari populasi. 1
Vertigo berbeda dari pusing (dizziness) secara umum:
- Vertigo adalah sensasi berputar yang spesifik, menunjukkan disfungsi telinga dalam 2
- Vertigo terjadi akibat ketidaksesuaian antara sistem vestibular, visual, dan somatosensori 1
- Sering disertai gejala otonom seperti mual, muntah, pucat, dan berkeringat 3
Penyebab Utama Vertigo pada Lansia
Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)
BPPV adalah penyebab paling umum vertigo pada lansia, mempengaruhi 9% pasien geriatri, dengan tiga perempat mengalami jatuh dalam 3 bulan sebelumnya. 4
Karakteristik BPPV:
- Episode singkat berlangsung kurang dari 1 menit 4
- Dipicu oleh perubahan posisi kepala tertentu 2
- Disebabkan oleh kristal kalsium karbonat ("otoconia") yang terlepas dari lokasi normalnya di telinga dalam 5, 4
- Diagnosis dengan manuver Dix-Hallpike yang memiliki sensitivitas tinggi 2
Penyebab Perifer Lainnya
- Penyakit Ménière: Episode berlangsung 20 menit hingga 12 jam dengan gangguan pendengaran fluktuatif, tinitus, dan rasa penuh di telinga, menyumbang sekitar 10% kasus vertigo 4
- Neuritis vestibular atau labirinitis: Vertigo spontan akut akibat kegagalan vestibular unilateral 6, 7
Penyebab Sentral (Neurologis)
Stroke batang otak dan serebelum adalah penyebab yang mengancam jiwa yang dapat meniru vertigo perifer, dengan 75-80% pasien stroke tidak menunjukkan defisit neurologis fokal. 4
- Migrain vestibular: Prevalensi seumur hidup 3,2%, menyumbang hingga 14% kasus vertigo, dengan episode berlangsung 5 menit hingga 72 jam 4
- Stroke menyumbang 3-7% dari semua penyebab vertigo 1
Penyebab Lain pada Lansia
- Hipotensi postural dan efek samping obat adalah penyebab medis non-vestibular yang umum pada lansia, terutama pada mereka yang mengonsumsi banyak obat 4
Pendekatan Diagnostik
Anamnesis Kunci
Durasi episode dapat mengindikasikan penyebab vertigo: durasi hanya beberapa detik menunjukkan BPPV, sedangkan durasi menit menunjukkan stroke/TIA atau migrain vestibular. 2
- Deskripsi yang jelas tentang sensasi berputar spesifik untuk disfungsi telinga dalam 2
- Pemicu seperti perubahan posisi kepala patognomonik untuk BPPV 2
- Riwayat migrain relevan, karena 34% pasien BPPV memiliki riwayat migrain 2
Pemeriksaan Fisik
Lakukan manuver Dix-Hallpike segera untuk mendiagnosis BPPV, yang memiliki tingkat keberhasilan 80-90% dengan prosedur reposisi kanalit (manuver Epley). 2
Red Flags yang Memerlukan Evaluasi Mendesak
Curigai penyebab sentral (stroke/TIA) jika terdapat pola nistagmus atipikal seperti nistagmus downbeating, nistagmus yang berubah arah, atau nistagmus yang berganti arah saat mempertahankan tatapan. 5
- Tes Dix-Hallpike negatif atau atipikal dengan vertigo persisten meningkatkan risiko penyebab sentral 5
- Defisit neurologis fokal, sakit kepala baru, diplopia, disartria, atau ataksia memerlukan neuroimaging segera dengan MRI (bukan CT) 5, 2
Pencitraan
Jangan memesan pencitraan pada kasus BPPV tipikal, karena neuroimaging tidak memiliki nilai, dengan studi pada 2.374 pasien menunjukkan MRI tidak berkontribusi. 2
- Evaluasi pencitraan pada BPPV dengan nistagmus tipikal pada tes Dix-Hallpike tidak diperlukan 5
- MRI dengan kontras gadolinium diindikasikan hanya jika ada kecurigaan penyebab sentral 5
Penatalaksanaan BPPV
Terapi Fisik (Lini Pertama)
Lakukan manuver Epley (prosedur reposisi kanalit) segera pada kunjungan yang sama, yang memiliki tingkat keberhasilan 80-90% dan superior dibandingkan observasi atau pengobatan. 2
- Manuver reposisi kanalit menawarkan resolusi gejala yang lebih cepat, dengan tingkat perbaikan hingga 4,1 kali lebih besar dibandingkan kelompok kontrol pada penilaian awal dalam 1 bulan 5
- Jika manuver Epley tidak dapat dilakukan karena keterbatasan fisik, rujuk untuk rehabilitasi vestibular 2
Observasi sebagai Opsi
Observasi BPPV kanal posterior tetap menjadi opsi penatalaksanaan, tetapi pasien harus diberitahu tentang: 5
- Durasi gejala yang biasanya lebih lama dibandingkan dengan manuver terapi
- Tingkat kekambuhan yang berpotensi lebih tinggi
- Tindakan pencegahan yang tepat untuk risiko terkait gejala BPPV harus diambil selama periode observasi
Terapi Farmakologis
Jangan secara rutin mengobati BPPV dengan obat penekan vestibular seperti antihistamin atau benzodiazepin. 5
- Tidak ada bukti dalam literatur yang menunjukkan bahwa obat penekan vestibular efektif sebagai pengobatan primer definitif untuk BPPV atau sebagai pengganti manuver reposisi 5
- Obat penekan vestibular hanya untuk penatalaksanaan jangka pendek gejala vegetatif seperti mual atau muntah pada pasien dengan gejala berat 5
- Meclizine diindikasikan untuk pengobatan vertigo yang terkait dengan penyakit yang mempengaruhi sistem vestibular pada orang dewasa, dengan dosis yang direkomendasikan 25 mg hingga 100 mg setiap hari dalam dosis terbagi 8
- Meclizine dapat menyebabkan kantuk dan memiliki potensi aksi antikolinergik, sehingga harus diresepkan dengan hati-hati pada pasien dengan riwayat asma, glaukoma, atau pembesaran kelenjar prostat 8
Pertimbangan Khusus untuk Pasien Lansia
Konseling Risiko Jatuh
Berikan konseling tentang risiko jatuh segera, karena BPPV meningkatkan risiko jatuh 12 kali lipat, dan 53% pasien lansia dengan gangguan vestibular jatuh setidaknya sekali setiap tahun. 2
- Lakukan penilaian keamanan rumah, rekomendasikan pembatasan aktivitas, dan pertimbangkan kebutuhan pengawasan sampai BPPV teratasi 2
- Pasien sangat rentan dalam interval waktu antara diagnosis awal BPPV dan pengobatan definitif 5, 2
- Konseling harus dilakukan pada saat diagnosis awal 5
Konseling Kekambuhan
Informasikan pasien bahwa BPPV memiliki tingkat kekambuhan 30-50% dalam 5 tahun (10-18% pada 1 tahun, hingga 36% jangka panjang). 2
- Tingkat kekambuhan BPPV dilaporkan 5% hingga 13,5% pada follow-up 6 bulan 5
- Pasien harus diajarkan untuk mengenali gejala berulang untuk kembali lebih awal untuk reposisi kanalit ulang 2
- Pasien dengan BPPV setelah trauma cenderung menunjukkan tingkat kekambuhan yang lebih tinggi 5
Follow-up dan Edukasi
Pasien harus diedukasi tentang gejala atipikal yang memerlukan evaluasi klinis lebih lanjut: 5
- Gangguan pendengaran subjektif
- Gangguan gaya berjalan
- Vertigo non-posisional
- Mual dan muntah yang persisten
Pasien yang awalnya diobati dengan observasi harus dikonseling bahwa jika BPPV gagal sembuh secara spontan, terapi efektif seperti manuver reposisi kanalit dapat dilakukan 5
Penatalaksanaan Vertigo Akut Spontan
Untuk vertigo spontan akut (seperti neuritis vestibular): 6
- Farmakoterapi: Levo-sulpiride i.v. 50 mg dalam 250 cc larutan fisiologis sekali atau dua kali sehari, atau metoclopramide i.m. 10 mg sekali atau dua kali sehari untuk mengurangi gejala neurovegetatif
- Diazepam i.m. 10 mg sekali atau dua kali sehari untuk mengurangi inhibisi internuklear
- Gabapentin per oral 300 mg dua atau tiga kali sehari untuk mengurangi nistagmus dan menstabilkan lapang pandang jika pasien dapat menelan tanpa muntah
- Stimulasi listrik vestibular untuk mengurangi kegagalan antigravitasi dan meningkatkan substitusi sensorik proprioseptif servikal