Pemeriksaan Fisik Neurologis
Pemeriksaan fisik neurologis harus dilakukan secara sistematis menggunakan pendekatan terstandarisasi yang mencakup enam domain inti: status mental, saraf kranial, fungsi motorik, fungsi sensorik, fungsi serebelar, dan refleks, dengan dokumentasi menggunakan skala validasi seperti NIH Stroke Scale bila diperlukan. 1
Komponen Pemeriksaan Status Mental
Evaluasi kesadaran dan fungsi kognitif merupakan langkah awal yang krusial:
- Tingkat kesadaran dinilai menggunakan Glasgow Coma Scale dengan kategori: alert (sadar penuh), drowsy (mengantuk), obtunded (stupor), atau coma/unresponsive (koma/tidak responsif) 2, 1
- Orientasi diperiksa dengan mengajukan dua pertanyaan orientasi (orang, tempat, waktu) dan mendokumentasikan jumlah jawaban yang benar 1
- Kemampuan mengikuti perintah diuji dengan dua perintah sederhana 1
- Skrining kognitif mencakup penilaian memori, atensi, fungsi eksekutif, dan bahasa menggunakan instrumen terstandarisasi 1
Pemeriksaan Saraf Kranial
Pemeriksaan saraf kranial harus dilakukan secara komprehensif dan sistematis:
Saraf Kranial II-III (Penglihatan dan Pupil)
- Lapang pandang diperiksa dengan teknik konfrontasi visual 2, 1
- Reaktivitas pupil terhadap cahaya harus didokumentasikan 2, 1
- Refleks merah harus dapat terdeteksi dan simetris pada pemeriksaan funduskopi 2, 1
Saraf Kranial III, IV, VI (Gerakan Mata)
- Gerakan bola mata dinilai untuk mendeteksi palsi tatapan (gaze palsy): normal, palsi parsial, atau palsi komplit 2, 1
- Hemianopsia dikategorikan sebagai tidak ada defek, hemianopsia parsial, hemianopsia komplit, atau hemianopsia bilateral 2
Saraf Kranial V dan VII (Wajah)
- Gerakan wajah termasuk senyum, menangis, membuka/menutup mata dinilai dan dikategorikan sebagai: normal, kelemahan minor, kelemahan parsial, atau palsi unilateral komplit 2, 1
- Ekspresi wajah harus diobservasi secara menyeluruh 2, 1
Saraf Kranial IX, X (Orofaring)
Saraf Kranial XI dan XII
- Kualitas angkat bahu untuk menilai fungsi saraf aksesori 2, 1
- Gerakan lidah dengan observasi adanya fasikulasi 2, 1
Evaluasi Sistem Motorik
Pemeriksaan motorik dilakukan melalui observasi fungsional dan pengujian spesifik:
Kekuatan dan Tonus
- Penilaian kekuatan dilakukan melalui observasi fungsional gerakan antigravitasi, postur, dan kualitas gerakan 2, 1
- Tes drift lengan dengan sistem skoring: tidak ada drift, drift sebelum 5 detik, jatuh sebelum 10 detik, tidak ada usaha melawan gravitasi, atau tidak ada gerakan (dinilai untuk kedua sisi) 2, 1
- Tes drift tungkai menggunakan skala penilaian yang sama 2, 1
- Bulk dan tekstur otot harus dinilai untuk mendeteksi atrofi 2, 1
Observasi Fungsional Khusus
- Manuver Gower (ketidakmampuan bangkit dari lantai tanpa mendorong dengan tangan) menunjukkan kelemahan proksimal 2, 1
- Tonus postural pada bayi dinilai dengan ventral suspension dan posisi truncal saat duduk/berdiri 2
- Scarf sign pada bayi dan sudut popliteal setelah usia 1 tahun untuk menilai tonus ekstremitas 2
Koordinasi
- Ataksia ekstremitas dikategorikan sebagai: tidak ada ataksia, ataksia pada 1 ekstremitas, atau ataksia pada 2 ekstremitas 2, 1
- Gerakan abnormal termasuk gerakan involunter, tremor, rigiditas, dan bradikinesia harus didokumentasikan 1
Pemeriksaan Sistem Sensorik
Evaluasi sensorik mencakup berbagai modalitas:
- Defisit sensorik dikategorikan sebagai: tidak ada kehilangan sensorik, kehilangan sensorik ringan, atau kehilangan sensorik berat 2, 1
- Atensi visual dan lapang pandang harus diperiksa secara menyeluruh 1
- Ekstinksi atau inatensi dinilai dan dikategorikan sebagai: tidak ada, kehilangan ringan pada 1 modalitas sensorik, atau kehilangan berat pada 2 modalitas 2, 1
- Sensasi sentuhan dan nyeri harus diuji pada anak yang lebih besar 2
Pemeriksaan Bahasa dan Bicara
Fungsi komunikasi merupakan komponen penting:
- Fungsi bahasa didokumentasikan sebagai: normal, afasia ringan, afasia berat, atau mute/afasia global 2, 1
- Artikulasi dinilai sebagai: normal, disartria ringan, atau disartria berat 2, 1
Pemeriksaan Refleks
Evaluasi refleks memberikan informasi lokalisasi penting:
- Refleks tendon dalam harus diperiksa untuk mendeteksi disfungsi motor neuron atas (refleks meningkat) atau bawah (refleks menurun/hilang) 2
- Refleks plantar abnormal menunjukkan disfungsi motor neuron atas 2
- Refleks primitif yang persisten dan asimetri atau tidak adanya refleks protektif menunjukkan disfungsi neuromotor 2
Sistem Skoring Terstandarisasi
NIH Stroke Scale (NIHSS)
NIH Stroke Scale adalah standar emas untuk mengkuantifikasi defisit neurologis dalam setting stroke akut, dengan skor berkisar 0-42 poin mencakup 11 domain. 2, 1
Komponen NIHSS mencakup:
- Tingkat kesadaran (1A-1C): alert hingga koma, orientasi, respons terhadap perintah 2
- Tatapan mata: gerakan horizontal normal hingga palsi komplit 2
- Lapang pandang: normal hingga hemianopsia bilateral 2
- Gerakan wajah: normal hingga palsi unilateral komplit 2
- Fungsi motorik lengan dan tungkai (kiri dan kanan): tidak ada drift hingga tidak ada gerakan 2
- Ataksia ekstremitas: tidak ada hingga 2 ekstremitas 2
- Sensorik: tidak ada kehilangan hingga kehilangan berat 2
- Bahasa: normal hingga mute/afasia global 2
- Artikulasi: normal hingga disartria berat 2
- Ekstinksi/inatensi: tidak ada hingga kehilangan berat pada 2 modalitas 2
NIHSS harus dilakukan pada interval terdefinisi: segera pasca-intervensi, 24 jam, 72 jam, 7-10 hari, 30 hari, dan 90 hari, serta saat terjadi perburukan neurologis (peningkatan 4 poin). 1
Keterbatasan NIHSS
- NIHSS dapat meremehkan stroke sirkulasi posterior karena tidak menilai vertigo dan disfagia 1
- Sertifikasi dan pelatihan yang tepat diperlukan untuk mengurangi variabilitas antar-pengamat 1
Temuan Fisik Tambahan
Pemeriksaan sistemik mendukung evaluasi neurologis:
- Tanda vital termasuk tekanan darah, denyut jantung, saturasi oksigen, dan suhu tubuh 2, 1
- Parameter pertumbuhan pada anak mencakup lingkar kepala, berat badan, tinggi/panjang badan dengan interpretasi persentil untuk mendeteksi mikrosefali, makrosefali, atau gangguan pertumbuhan 2, 1
- Tanda parkinsonisme bila relevan: bradikinesia, rigiditas, abnormalitas gait, tremor 1
- Skrining penglihatan dan pendengaran 2, 1
Pertimbangan Khusus Pediatrik
Pemeriksaan neurologis anak memerlukan modifikasi sesuai usia:
- Riwayat milestone motorik dengan pertanyaan: "Apakah ada sesuatu yang tidak dapat dilakukan anak Anda yang menurut Anda seharusnya bisa dilakukan?" 2, 1
- Regresi keterampilan: "Apakah ada sesuatu yang dulu bisa dilakukan anak Anda tetapi sekarang tidak bisa lagi?" 2, 1
- Milestone aberan seperti berguling supine ke prone sebelum prone ke supine, propping asimetris 1
- Anak harus beristirahat dengan baik dan nyaman untuk pemeriksaan neuromotor optimal, namun informasi diagnostik penting masih dapat diperoleh melalui observasi kualitas dan kuantitas gerakan pada anak yang tidak kooperatif 2
Peringatan Penting dalam Praktik Klinis
- Tidak ada tanda pemeriksaan fisik atau studi diagnostik yang dapat memprediksi outcome buruk pada survivor cardiac arrest koma dalam 24 jam pertama setelah ROSC 2
- Setelah 72 jam pada pasien koma tanpa hipotermia, tidak adanya refleks cahaya pupil dan refleks kornea memprediksi outcome buruk dengan reliabilitas tinggi 2
- Faktor perancu seperti hipotensi, kejang, sedatif, atau blokade neuromuskular harus tidak ada untuk prognostikasi yang akurat 2
- Pemeriksaan neurologis memerlukan keterampilan yang dipelajari, disempurnakan, dan dipraktikkan sepanjang karir, dengan modifikasi spesifik sesuai usia dan ekspektasi perkembangan 3
- Hipotonia, respons plantar ekstensor, dan kurangnya fiksasi visual mungkin normal pada bayi preterm tetapi abnormal pada usia beberapa bulan 3
Struktur Dokumentasi
Dokumentasi yang komprehensif harus mencakup:
- Onset dan progresivitas gejala: timing, kualitas, dan evolusi gejala neurologis 1
- Faktor risiko: hipertensi, hiperlipidemia, diabetes, merokok, penggunaan alkohol 1
- Riwayat penyakit dahulu: stroke sebelumnya, TIA, infark miokard, fibrilasi atrial, penyakit arteri perifer 1
- Medikasi: semua obat termasuk sediaan over-the-counter dalam 48 jam 1
- Riwayat keluarga: stroke, penyakit vaskular, atau demensia pada kerabat tingkat pertama 1