Dosis Amoxicillin untuk Tonsilitis Streptokokus
Untuk tonsilitis streptokokus, dosis amoxicillin yang direkomendasikan adalah 50 mg/kg sekali sehari (maksimum 1000 mg) atau alternatif 25 mg/kg dua kali sehari (maksimum 500 mg per dosis) selama 10 hari penuh. 1
Regimen Dosis Spesifik
Untuk dewasa dan anak ≥40 kg:
- 500 mg dua kali sehari selama 10 hari (regimen standar) 1
- Alternatif: 1000 mg sekali sehari dapat dipertimbangkan 1
Untuk anak usia ≥3 bulan dengan berat <40 kg:
- 50 mg/kg/hari dosis tunggal (maksimum 1000 mg) 1
- Alternatif: 25 mg/kg dua kali sehari (maksimum 500 mg per dosis) 1
Untuk bayi <3 bulan:
- Maksimum 30 mg/kg/hari dibagi setiap 12 jam karena fungsi ginjal yang belum matang 2
Mengapa Amoxicillin dan Bukan Penicillin V?
Amoxicillin memiliki kualitas bukti yang sama kuatnya dengan penicillin V (strong, high quality evidence) untuk tonsilitis streptokokus 1. Keuntungan utama amoxicillin adalah:
- Dosis lebih sederhana (1-2 kali sehari vs 3-4 kali sehari untuk penicillin V) 1
- Kepatuhan pasien lebih baik dengan regimen dosis yang lebih jarang 3
- Absorpsi tidak dipengaruhi makanan, bahkan sebaiknya diminum bersama makanan untuk mengurangi intoleransi gastrointestinal 2
Durasi Pengobatan Kritis
Kursus 10 hari penuh adalah WAJIB untuk mencegah demam reumatik akut, bahkan jika gejala membaik lebih awal. 1 Mempersingkat kursus bahkan beberapa hari saja akan meningkatkan tingkat kegagalan pengobatan dan risiko demam reumatik secara signifikan 1.
Infectious Diseases Society of America menekankan bahwa setidaknya 10 hari pengobatan diperlukan untuk infeksi Streptococcus pyogenes untuk mencegah demam reumatik akut 1, 2.
Alternatif untuk Pasien Alergi Penisilin
Untuk alergi non-anafilaksis:
- Cephalexin 20 mg/kg per dosis dua kali sehari (maksimum 500 mg per dosis) selama 10 hari 1
- Cefadroxil 30 mg/kg sekali sehari (maksimum 1 gram) selama 10 hari 1
Untuk alergi anafilaksis/immediate hypersensitivity:
- Clindamycin 7 mg/kg per dosis tiga kali sehari (maksimum 300 mg per dosis) selama 10 hari - pilihan terbaik dengan resistensi hanya ~1% di AS 1, 4
- Azithromycin 12 mg/kg sekali sehari (maksimum 500 mg) selama 5 hari - tetapi resistensi makrolida 5-8% di AS 1, 4
- Clarithromycin 7.5 mg/kg per dosis dua kali sehari (maksimum 250 mg per dosis) selama 10 hari 1
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan mempersingkat durasi pengobatan di bawah 10 hari (kecuali azithromycin yang memerlukan 5 hari) - ini meningkatkan kegagalan pengobatan dan risiko demam reumatik 1, 5
- Jangan menggunakan Augmentin (amoxicillin-clavulanate) untuk tonsilitis streptokokus akut - tidak ada manfaat tambahan karena Streptococcus grup A tidak memproduksi beta-laktamase, dan ini memiliki spektrum yang lebih luas dari yang diperlukan 5
- Jangan menghentikan antibiotik saat gejala membaik - eradikasi bakteri lengkap memerlukan kursus penuh untuk mencegah komplikasi 1, 2
- Jangan menggunakan cephalosporin pada pasien dengan riwayat reaksi anafilaksis terhadap penisilin - risiko reaktivitas silang hingga 10% 1, 4, 6
Pertimbangan Khusus
- Pasien umumnya tidak menular setelah 24 jam terapi antibiotik 4
- Kultur follow-up tidak direkomendasikan secara rutin setelah penyelesaian terapi kecuali gejala menetap 4, 6
- Untuk pasien dengan gangguan ginjal berat (GFR <30 mL/min), dosis harus disesuaikan: 500 mg atau 250 mg setiap 12-24 jam tergantung tingkat keparahan 2