What is the recommended duration of TDCS (Transcranial Direct Current Stimulation) treatment for a patient with a history of stroke suffering from migraines?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 12, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Durasi Pengobatan tDCS untuk Migrain pada Pasien Pasca Stroke

Berdasarkan bukti penelitian terkini, pengobatan tDCS untuk migrain memerlukan 10-20 sesi yang diberikan secara berturut-turut atau 2 kali per minggu selama 8 minggu, dengan efek preventif yang bertahan rata-rata 4-8 minggu setelah pengobatan selesai.

Protokol Pengobatan yang Direkomendasikan

Durasi dan Frekuensi Sesi

  • 20 sesi berturut-turut harian: Protokol ini menggunakan stimulasi anodal tDCS 1 mA selama 20 menit pada korteks motorik kiri (M1) selama 20 hari berturut-turut, yang menunjukkan pengurangan signifikan frekuensi serangan pada minggu ke-4 dan ke-8 setelah pengobatan 1

  • 2 sesi per minggu selama 8 minggu: Protokol alternatif menggunakan stimulasi anodal tDCS pada korteks visual selama 15 menit, 2 kali per minggu selama 8 minggu, yang menunjukkan manfaat preventif bertahan rata-rata 4,8 minggu setelah pengobatan selesai 2

  • 10 sesi: Studi lain menggunakan 10 sesi tDCS yang menunjukkan pengurangan konsumsi analgesik dan triptan sebesar 36-40%, lebih efektif dibandingkan farmakoterapi saja (10-12,5%) 3

Parameter Stimulasi yang Aman untuk Pasien Stroke

  • Intensitas arus: 1-2 mA adalah standar yang aman, meskipun studi keamanan fase I menunjukkan bahwa hingga 4 mA dapat ditoleransi dengan baik dalam sesi tunggal pada pasien stroke 4

  • Durasi per sesi: 15-30 menit per sesi 2, 1

  • Montase: Anodal tDCS dapat ditempatkan pada korteks motorik (M1) atau korteks visual, tergantung pada target terapi 2, 1

Pertimbangan Khusus untuk Pasien Stroke dengan Migrain

Keamanan dan Tolerabilitas

  • Studi keamanan menunjukkan bahwa tDCS relatif aman pada pasien stroke, dengan efek samping ringan seperti sensasi kesemutan (70,6%), kelelahan ringan (35,3%), dan gatal di bawah elektroda (30,4%) 5

  • Pasien stroke melaporkan kejadian sakit kepala yang lebih tinggi setelah stimulasi (p=0,03) dibandingkan subjek sehat, sehingga monitoring ketat diperlukan 5

  • Kemerahan kulit sementara terjadi pada 50% pasien stroke tanpa menyebabkan cedera, dengan resistensi tubuh tetap >1 kΩ dan tidak ada peningkatan suhu kulit 4

Kontraindikasi dan Peringatan

Hindari penggunaan triptan pada pasien stroke dengan migrain karena risiko teoritis vasokonstriksi serebral dan iskemia, meskipun bukti klinis terbatas 6

Pedoman American Heart Association/American Stroke Association 2021 menyatakan bahwa tidak ada rekomendasi yang dapat dibuat untuk penggunaan triptan dan antagonis reseptor CGRP pada pasien dengan migrain dan riwayat stroke iskemik 6

Mekanisme Kerja dan Efektivitas

  • tDCS anodal meningkatkan habituasi terhadap stimuli visual berulang pada pasien migrain yang secara interiktal kekurangan habituasi 2

  • Stimulasi meningkatkan level preaktivasi kortikal yang rendah pada korteks visual pasien migrain 2

  • Efek terapeutik meliputi:

    • Pengurangan frekuensi serangan migrain (p < 0,05) 2, 1
    • Pengurangan hari migrain (p < 0,05) 2
    • Pengurangan durasi serangan (p < 0,05) 2
    • Pengurangan konsumsi obat akut (p < 0,05) 2, 3
    • Pengurangan intensitas nyeri pada minggu ke-4,8, dan 12 1

Terapi Preventif Farmakologis sebagai Alternatif atau Kombinasi

Untuk pasien stroke dengan migrain yang memerlukan terapi preventif farmakologis, pertimbangkan:

  • Lini pertama: Beta blocker (metoprolol, atenolol, bisoprolol), candesartan, atau topiramate 7

  • Lini kedua: Amitriptyline (dengan hati-hati pada pasien stroke karena efek antikolinergik) 7

  • Hindari: Kontrasepsi oral dengan estrogen eksogen pada wanita dengan migrain dengan aura dan riwayat stroke 6

Peringatan Penting

  • Efek preventif tDCS tidak permanen dan memerlukan sesi pemeliharaan atau pengulangan protokol setelah 4-8 minggu 2, 1

  • Monitoring ketat diperlukan pada pasien stroke karena insiden sakit kepala pasca-stimulasi yang lebih tinggi 5

  • Studi yang ada masih terbatas pada fase proof-of-concept dan uji coba terkontrol kecil, sehingga diperlukan uji klinis fase III yang lebih besar 6, 2

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.