Durasi Pengobatan tDCS untuk Migrain pada Pasien Pasca Stroke
Berdasarkan bukti penelitian terkini, pengobatan tDCS untuk migrain memerlukan 10-20 sesi yang diberikan secara berturut-turut atau 2 kali per minggu selama 8 minggu, dengan efek preventif yang bertahan rata-rata 4-8 minggu setelah pengobatan selesai.
Protokol Pengobatan yang Direkomendasikan
Durasi dan Frekuensi Sesi
20 sesi berturut-turut harian: Protokol ini menggunakan stimulasi anodal tDCS 1 mA selama 20 menit pada korteks motorik kiri (M1) selama 20 hari berturut-turut, yang menunjukkan pengurangan signifikan frekuensi serangan pada minggu ke-4 dan ke-8 setelah pengobatan 1
2 sesi per minggu selama 8 minggu: Protokol alternatif menggunakan stimulasi anodal tDCS pada korteks visual selama 15 menit, 2 kali per minggu selama 8 minggu, yang menunjukkan manfaat preventif bertahan rata-rata 4,8 minggu setelah pengobatan selesai 2
10 sesi: Studi lain menggunakan 10 sesi tDCS yang menunjukkan pengurangan konsumsi analgesik dan triptan sebesar 36-40%, lebih efektif dibandingkan farmakoterapi saja (10-12,5%) 3
Parameter Stimulasi yang Aman untuk Pasien Stroke
Intensitas arus: 1-2 mA adalah standar yang aman, meskipun studi keamanan fase I menunjukkan bahwa hingga 4 mA dapat ditoleransi dengan baik dalam sesi tunggal pada pasien stroke 4
Montase: Anodal tDCS dapat ditempatkan pada korteks motorik (M1) atau korteks visual, tergantung pada target terapi 2, 1
Pertimbangan Khusus untuk Pasien Stroke dengan Migrain
Keamanan dan Tolerabilitas
Studi keamanan menunjukkan bahwa tDCS relatif aman pada pasien stroke, dengan efek samping ringan seperti sensasi kesemutan (70,6%), kelelahan ringan (35,3%), dan gatal di bawah elektroda (30,4%) 5
Pasien stroke melaporkan kejadian sakit kepala yang lebih tinggi setelah stimulasi (p=0,03) dibandingkan subjek sehat, sehingga monitoring ketat diperlukan 5
Kemerahan kulit sementara terjadi pada 50% pasien stroke tanpa menyebabkan cedera, dengan resistensi tubuh tetap >1 kΩ dan tidak ada peningkatan suhu kulit 4
Kontraindikasi dan Peringatan
Hindari penggunaan triptan pada pasien stroke dengan migrain karena risiko teoritis vasokonstriksi serebral dan iskemia, meskipun bukti klinis terbatas 6
Pedoman American Heart Association/American Stroke Association 2021 menyatakan bahwa tidak ada rekomendasi yang dapat dibuat untuk penggunaan triptan dan antagonis reseptor CGRP pada pasien dengan migrain dan riwayat stroke iskemik 6
Mekanisme Kerja dan Efektivitas
tDCS anodal meningkatkan habituasi terhadap stimuli visual berulang pada pasien migrain yang secara interiktal kekurangan habituasi 2
Stimulasi meningkatkan level preaktivasi kortikal yang rendah pada korteks visual pasien migrain 2
Efek terapeutik meliputi:
Terapi Preventif Farmakologis sebagai Alternatif atau Kombinasi
Untuk pasien stroke dengan migrain yang memerlukan terapi preventif farmakologis, pertimbangkan:
Lini pertama: Beta blocker (metoprolol, atenolol, bisoprolol), candesartan, atau topiramate 7
Lini kedua: Amitriptyline (dengan hati-hati pada pasien stroke karena efek antikolinergik) 7
Hindari: Kontrasepsi oral dengan estrogen eksogen pada wanita dengan migrain dengan aura dan riwayat stroke 6
Peringatan Penting
Efek preventif tDCS tidak permanen dan memerlukan sesi pemeliharaan atau pengulangan protokol setelah 4-8 minggu 2, 1
Monitoring ketat diperlukan pada pasien stroke karena insiden sakit kepala pasca-stimulasi yang lebih tinggi 5
Studi yang ada masih terbatas pada fase proof-of-concept dan uji coba terkontrol kecil, sehingga diperlukan uji klinis fase III yang lebih besar 6, 2