Pencegahan Reaksi Hipersensitivitas Tipe 3 pada Pasien SLE yang Menjalani Anestesi
Tidak ada bukti yang mendukung bahwa reaksi hipersensitivitas tipe 3 (kompleks imun) dapat dicegah secara spesifik selama anestesi pada pasien SLE, dan premedikasi dengan antihistamin atau steroid tidak terbukti efektif untuk mencegah reaksi anafilaksis perioperatif. 1
Klarifikasi Penting tentang Jenis Reaksi
Perlu dipahami bahwa sebagian besar reaksi hipersensitivitas perioperatif adalah reaksi tipe 1 (IgE-mediated) atau anafilaksis non-imun, bukan reaksi tipe 3 (kompleks imun). 1 Reaksi tipe 3 yang dimaksud dalam konteks SLE adalah manifestasi penyakit autoimun kronis, bukan reaksi akut terhadap agen anestesi.
Pendekatan Praktis untuk Pasien SLE
Evaluasi Pra-Operatif yang Spesifik
Fokus pada identifikasi keterlibatan organ dan komplikasi SLE yang dapat mempengaruhi manajemen anestesi:
- Sistem hematologi: Periksa anemia, trombositopenia, dan kelainan koagulasi yang sering terjadi pada SLE 2
- Sistem kardiovaskular: Evaluasi perikarditis, hipertensi, dan riwayat trombosis vena dalam 2, 3
- Sistem respirasi: Identifikasi pneumonitis atau efusi pleura 2, 3
- Sistem neurologis: Waspadai riwayat meningitis aseptik atau manifestasi neuropsikiatrik 2, 3
- Fungsi ginjal: Evaluasi nefritis lupus yang terjadi pada 40% pasien SLE 4
Pencegahan Reaksi Anafilaksis (Bukan Tipe 3)
Karena tidak ada cara mencegah reaksi tipe 3, fokus pada pencegahan anafilaksis perioperatif:
Identifikasi Alergi Lateks (Risiko Tinggi pada Pasien dengan Prosedur Bedah Multipel)
- Anamnesis rinci: Tanyakan secara spesifik tentang reaksi terhadap balon, kondom, atau sarung tangan lateks yang menyebabkan gatal, ruam, atau angioedema 1
- Tes pra-operatif: Jika riwayat positif atau meragukan, rujuk untuk tes IgE spesifik lateks atau skin prick test (sensitivitas 75-90%) sebelum prosedur elektif 1
- Lingkungan bebas lateks wajib: Jika alergi lateks terdiagnosis, hindari semua produk lateks secara absolut 1
Protokol Lingkungan Bebas Lateks
Jika alergi lateks dikonfirmasi, implementasikan langkah-langkah berikut:
- Catat alergi lateks di rekam medis dan gelang identitas pasien 1
- Jadwalkan pasien sebagai kasus pertama untuk menghindari partikel lateks di udara 1
- Pasang tanda "Alergi Lateks" di pintu ruang anestesi dan kamar operasi 1
- Gunakan sarung tangan sintetis secara absolut untuk semua persiapan dan prosedur 1
- Pastikan hanya produk bebas lateks di area anestesi dan bedah 1
- Penting: Tidak ada bukti bahwa premedikasi antihistamin atau steroid berguna untuk mencegah reaksi lateks 1
Pertimbangan Khusus untuk Pasien SLE
Manajemen Obat Imunosupresif
- Lanjutkan hydroxychloroquine: Obat ini adalah standar perawatan SLE dan mengurangi mortalitas 4, 5
- Evaluasi terapi imunosupresif: Pasien mungkin menggunakan azathioprine, mycophenolate mofetil, atau cyclophosphamide yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka 4
- Steroid: Jika pasien sudah menggunakan steroid kronis, pertimbangkan suplementasi stress-dose perioperatif 2
Pemilihan Agen Anestesi
- Hindari obat yang melepaskan histamin: Seperti morfin, karena dapat menyebabkan anafilaksis non-alergi 1
- Propofol pada alergi telur/kedelai: Meskipun propofol mengandung fosfatida telur dan minyak kedelai, tidak ada bukti kuat untuk menghindarinya, tetapi pendekatan hati-hati direkomendasikan 1
- Anestesi regional: Pertimbangkan sebagai alternatif; alergi terhadap anestesi lokal amida sangat jarang 1
Antiseptik Kulit
- Hindari chlorhexidine jika memungkinkan: Alergi chlorhexidine lebih umum daripada povidone-iodine 1
- Povidone-iodine aman: Tidak ada kontraindikasi pada pasien dengan alergi makanan laut (mitos bahwa yodium adalah alergen) 6
Kesiapan Manajemen Reaksi Akut
Meskipun pencegahan tipe 3 tidak mungkin, siapkan protokol untuk anafilaksis:
Tanda-Tanda yang Memerlukan Epinefrin Segera
- Hipotensi, kolaps kardiovaskular, atau syok 7
- Bronkospasme, mengi, sesak napas, atau distres respirasi 7
- Angioedema yang melibatkan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan 7
- Urtikaria dengan keterlibatan multisistem 7
Dosis Epinefrin
- Dewasa dan anak ≥30 kg: 0,3-0,5 mg (0,3-0,5 mL larutan 1:10.000) IM di paha anterolateral 7
- Anak <30 kg: 0,01 mg/kg (maksimal 0,3 mg) IM 7
- Ulangi setiap 5-15 menit jika gejala menetap atau memburuk 7
Manajemen Tambahan
- Hentikan semua agen penyebab potensial (termasuk koloid IV, lateks, chlorhexidine) 1
- Berikan oksigen 100% dan pertimbangkan intubasi jika perlu 1
- Berikan cairan kristaloid (NaCl 0,9% atau Ringer laktat) dengan kecepatan tinggi 1
- Ambil sampel darah untuk mast cell tryptase: segera, pada 1-2 jam, dan pada 24 jam atau saat konvalesen 1
Peringatan Penting
- Jangan tunda epinefrin: Antihistamin dan glukokortikoid tidak boleh menunda pemberian epinefrin dan tidak mencegah reaksi bifasik 7
- Reaksi bifasik: Terjadi pada 1-7% pasien, terutama yang memerlukan >1 dosis epinefrin 7
- Rujuk ke ahli alergi: Semua pasien dengan reaksi sistemik perioperatif harus dirujuk untuk evaluasi alergi lengkap 8