What is the difference between atracurium and rocuronium for a patient taking Mycophenolate Mofetil (Cellcept) with potential impaired renal function undergoing surgery?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 12, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Perbedaan Atrakurium dan Rokuronium pada Pasien dengan Gangguan Fungsi Ginjal yang Menggunakan Mycophenolate Mofetil

Untuk pasien yang menggunakan Mycophenolate Mofetil dengan potensi gangguan fungsi ginjal yang menjalani operasi, atrakurium atau cisatrakurium adalah pilihan yang lebih aman dibandingkan rokuronium karena eliminasinya tidak bergantung pada fungsi organ.

Mekanisme Eliminasi: Perbedaan Kunci

Atrakurium/Cisatrakurium

  • Atrakurium dieliminasi melalui dua mekanisme yang tidak bergantung pada fungsi organ: hidrolisis ester dan eliminasi Hofmann, memastikan bahwa disfungsi ginjal atau hati tidak mempengaruhi durasi blokade 1, 2
  • Cisatrakurium lebih poten dan menghasilkan laudanosin yang jauh lebih sedikit dibandingkan atrakurium, menjadikannya pilihan yang lebih aman untuk penggunaan jangka panjang 1, 3
  • Profil farmakokinetik dan farmakodinamik atrakurium tetap sama pada pasien dengan dan tanpa gagal hati 1
  • Pemulihan TOF ratio >0.7 biasanya terjadi dalam 34-85 menit setelah penghentian obat dan tidak bergantung pada fungsi organ 1, 2

Rokuronium

  • Rokuronium adalah agen steroid yang eliminasinya bergantung pada fungsi hati dan ginjal, sehingga dapat mengalami perpanjangan durasi kerja yang tidak dapat diprediksi pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal 4
  • Dalam konteks ekonomi untuk operasi berdurasi 2-4 jam, rokuronium menunjukkan keuntungan ekonomis dibandingkan atrakurium pada pasien dengan fungsi organ normal 4

Pertimbangan Khusus untuk Mycophenolate Mofetil

Interaksi dengan Gangguan Fungsi Ginjal

  • Mycophenolate mofetil sendiri tidak memerlukan penyesuaian dosis preemptif pada gangguan fungsi ginjal setelah dosis tunggal 1 gram, karena klirens asam mikofenolat (MPA) tidak terpengaruh oleh fungsi ginjal 5
  • Namun, pada pasien pediatrik dengan gangguan fungsi ginjal yang menggunakan MMF, terdapat insiden efek samping yang tinggi (54% menghentikan terapi), dengan klirens kreatinin yang lebih rendah menjadi prediktor utama 6
  • Ikatan protein MPA menurun pada gagal ginjal kronis, dengan fraksi bebas MPA meningkat lebih dari dua kali lipat (5.8% vs 2.5%), meningkatkan konsentrasi MPA bebas hampir dua kali lipat 7
  • Metabolit MPAG terakumulasi pada gangguan fungsi ginjal karena eliminasinya berkorelasi kuat dengan GFR (r² = 0.905) 5, 8

Risiko Miopati

  • Kombinasi agen blokade neuromuskular dengan kortikosteroid meningkatkan risiko kelemahan berkepanjangan dan miopati secara signifikan 4, 1, 2
  • Pasien yang menggunakan MMF sering juga menerima kortikosteroid sebagai bagian dari regimen imunosupresi, meningkatkan risiko acute quadriplegic myopathy syndrome (AQMS) 1, 2

Rekomendasi Algoritma Pemilihan Agen

Pilihan Utama: Cisatrakurium

  • Cisatrakurium adalah pilihan lini pertama karena pelepasan histamin yang jauh lebih sedikit dibandingkan atrakurium, menghilangkan kekhawatiran instabilitas kardiovaskular, dan produksi laudanosin yang lebih rendah 2, 3
  • Dosis bolus awal: 0.1-0.2 mg/kg menghasilkan paralisis dalam sekitar 2.5 menit 2, 3
  • Infus kontinu: Mulai dengan 2.5-3 μg/kg/menit (rentang 2-8 μg/kg/menit) dan titrasi sesuai respons TOF 2

Pilihan Alternatif: Atrakurium

  • Jika cisatrakurium tidak tersedia, atrakurium dapat digunakan dengan dosis bolus 0.5 mg/kg diikuti infus kontinu 0.6 mg/kg/jam (10 μg/kg/menit) 1
  • Perhatian: Atrakurium menghasilkan laudanosin lebih banyak, yang dimetabolisme oleh hati dan dapat terakumulasi pada pasien dengan gagal hati 1

Hindari Rokuronium pada Konteks Ini

  • Rokuronium tidak direkomendasikan untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal yang signifikan karena durasi kerja yang tidak dapat diprediksi 4
  • Jika rokuronium telah digunakan, sugammadex menyediakan reversal yang cepat dan tergantung dosis dalam 3-5 menit, dan dapat diberikan pada dosis biasa meskipun tidak ada eliminasi ginjal 3

Monitoring Wajib

Train-of-Four (TOF) Monitoring

  • Monitoring TOF adalah wajib untuk semua pasien dengan gagal ginjal yang menerima blokade neuromuskular untuk mengoptimalkan dosis dan meminimalkan risiko overdosis 1, 2, 3
  • Target TOF count 1-2 kedutan dari 4 untuk mencapai paralisis yang adekuat sambil menghindari blokade berlebihan 1
  • Gunakan peripheral nerve stimulator secara kontinu sepanjang terapi 2
  • Post-tetanic count (PTC) digunakan untuk menilai blokade yang sangat dalam ketika tidak ada respons TOF 3

Strategi Keamanan

  • Implementasikan drug holiday harian (menghentikan NMBA sampai kondisi klinis memerlukan restart) untuk menurunkan insiden AQMS, terutama penting pada pasien yang juga menerima kortikosteroid 1, 2
  • Hentikan blokade neuromuskular sesegera mungkin secara klinis untuk meminimalkan komplikasi 1, 2
  • Untuk pasien yang menerima NMBA dan kortikosteroid, lakukan setiap upaya untuk menghentikan NMBA sesegera mungkin karena peningkatan risiko kelemahan berkepanjangan 1, 2

Peringatan Penting

  • Infus kontinu lebih disukai daripada dosis bolus intermiten untuk mempertahankan blokade neuromuskular yang stabil sambil meminimalkan total paparan obat 1
  • Pada pasien dengan hipoalbuminemia (yang dapat terjadi dengan MMF dan gangguan fungsi ginjal), konsentrasi MPA total harus diinterpretasikan dengan hati-hati karena ikatan protein yang berubah dapat mengubah fraksi MPA bebas yang tersedia 8, 7
  • Biaya pemulihan yang berkepanjangan dari kelemahan motorik setelah menghentikan NMBA secara substansial lebih tinggi, menekankan pentingnya monitoring TOF dan penghentian dini 4

References

Guideline

Preferred Neuromuscular-Blocking Agent in Liver Failure

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Neuromuscular Blockade in Severe Renal Impairment

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Neuromuscular Junction Management for Anesthesia

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Related Questions

What are the differences and similarities in the metabolism of prednisone, mycophenolate (Cellcept), hydrocodone, tofacitinib (Xeljanz), and leflunomide (Arava)?
Do Mycophenolate Mofetil (MMF) and Nintedanib cause kidney injury?
What are the effects of mycophenolate mofetil on serum potassium levels?
What adjustments should be made to immunosuppression with mycophenolate (Cellcept) and tacrolimus (Prograf) in a renal transplant patient with advanced renal failure and volume overload?
Should I continue mycophenolate (Cellcept) in a patient with an acute exacerbation of Usual Interstitial Pneumonia (UIP)?
How to manage gastrointestinal symptoms in a patient with diabetic gastroparesis and metastatic breast cancer who develops worsening nausea, vomiting, and abdominal pain after taking loperamide for chemotherapy-induced diarrhea?
What is the clinical significance of smudge cells in a blood smear, particularly in relation to chronic lymphocytic leukemia (CLL)?
What is the starting dose of baclofen for an adult patient with muscle spasticity?
Is left-sided body weakness with a flat nasolabial fold indicative of a lacunar infarct (LACI) or another condition in an adult or geriatric patient with potential risk factors for cardiovascular disease, such as hypertension and diabetes?
Is it safe to give Lasix (furosemide) to a patient with oliguric chronic End-Stage Renal Disease (ESRD) and hypokalemia?
What is the recommended treatment for a 70-year-old patient with lower back pain from shoveling, prescribed Voltaren (diclofenac)?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.