Pemberian Deksmedetomidin pada Pasien SLE yang Menjalani Anestesi Umum
Deksmedetomidin dapat diberikan sebagai ajuvan pada anestesi umum untuk pasien SLE, namun harus dihindari pada pasien dengan penyakit jantung berat, gangguan konduksi, atau hipovolemia, dan memerlukan monitoring kardiovaskular ketat karena risiko bradikardia dan hipotensi. 1, 2
Pertimbangan Khusus untuk Pasien SLE
Pasien SLE menghadirkan tantangan perioperatif yang kompleks karena kerusakan organ yang terakumulasi, defek koagulasi, dan rejimen pengobatan yang rumit. 3 Evaluasi pra-operatif harus fokus pada:
- Status kardiovaskular: Periksa riwayat perikarditis, miokarditis, penyakit katup jantung, atau gangguan konduksi yang umum pada SLE 3
- Fungsi ginjal: Nefritis lupus dapat mempengaruhi klirens obat dan status volume 3
- Status hematologi: Evaluasi trombositopenia, anemia, atau sindrom antifosfolipid yang dapat mempengaruhi koagulasi 3
- Keterlibatan paru: Pneumonitis atau hipertensi pulmonal dapat meningkatkan risiko respirasi 3
Kontraindikasi Absolut Deksmedetomidin
Jangan berikan deksmedetomidin pada pasien dengan: 2, 4
- Penyakit jantung berat atau dekompensasi
- AV blok derajat 2 atau 3 tanpa pacu jantung
- Gangguan konduksi atau ritme yang signifikan
- Hipovolemia yang belum terkoreksi
- Hipotensi atau bradikardia yang sudah ada sebelumnya
Protokol Pemberian yang Aman
Dosis dan Administrasi
Untuk pasien SLE yang stabil secara hemodinamik: 5, 1
- Hindari loading dose pada pasien dengan faktor risiko kardiak atau ketidakstabilan hemodinamik 2, 4
- Mulai dengan infus maintenance dosis rendah: 0.2 μg/kg/jam 2
- Dosis maksimal: Hingga 0.7 μg/kg/jam (dapat ditingkatkan hingga 1.5 μg/kg/jam di ICU dengan monitoring ketat) 1
- Titrasi perlahan untuk mencapai efek yang diinginkan sambil meminimalkan efek samping 1
Monitoring Wajib
Monitoring kontinyu yang diperlukan: 2, 4
- EKG kontinyu selama pemberian untuk mendeteksi bradikardia atau gangguan konduksi 2
- Tekanan darah setiap 2-3 menit selama loading dose (jika diberikan) 2
- Monitoring respirasi kontinyu bahkan pada pasien yang tidak diintubasi, karena dapat menyebabkan obstruksi jalan napas akibat hilangnya tonus otot orofaring 1, 4
- Saturasi oksigen kontinyu 1
Manfaat Klinis pada Anestesi Umum
Deksmedetomidin memberikan beberapa keuntungan yang relevan untuk pasien SLE: 5, 6
- Mengurangi kebutuhan opioid (efek opioid-sparing), yang bermanfaat untuk menghindari depresi respirasi 1, 5
- Menurunkan skor nyeri dan konsumsi analgesik pascaoperasi 1
- Mengurangi agitasi pascaoperasi dan disfungsi kognitif 1, 5
- Menurunkan insiden mual dan muntah pascaoperasi 1
- Tidak menyebabkan depresi respirasi signifikan, berbeda dengan sedatif lain 1, 6
- Sedasi kooperatif - pasien dapat dibangunkan dan berinteraksi saat distimulasi 5
Efek Samping dan Manajemen
Efek Kardiovaskular Bifasik
Deksmedetomidin memiliki respons kardiovaskular bifasik yang harus diantisipasi: 2, 5
- Fase awal: Vasokonstriksi perifer transien dapat menyebabkan hipertensi sementara 2, 5
- Fase kedua: Dalam 5-10 menit, terjadi penurunan tekanan darah 10-20% dan bradikardia akibat inhibisi simpatis sentral 2, 5
Manajemen Bradikardia dan Hipotensi
Jika terjadi bradikardia: 2, 4
- Atropin dapat diberikan untuk membalikkan bradikardia yang disebabkan oleh stimulasi parasimpatis 2, 4
- Atipamezol (antagonis reseptor α2) dapat membalikkan efek farmakologis deksmedetomidin 2, 4
Jika terjadi hipotensi: 2
- Pastikan status volume adekuat terlebih dahulu
- Pertimbangkan mengurangi atau menghentikan infus
- Berikan vasopresor jika diperlukan
Interaksi Obat Penting
Risiko bradikardia berat meningkat signifikan saat dikombinasi dengan: 2, 4
- Beta-blocker
- Calcium channel blocker
- Digoxin
- Obat kronotropik negatif lainnya
Pasien SLE yang menerima obat-obatan ini memerlukan perhatian ekstra dan mungkin bukan kandidat yang baik untuk deksmedetomidin. 2
Pertimbangan Khusus untuk Pasien SLE dengan Kortikosteroid
Pasien SLE sering menerima kortikosteroid jangka panjang. Meskipun kortikosteroid pra-operatif memiliki manfaat anti-emetik dan dapat meningkatkan durasi analgesia, bukti spesifik untuk prosedur tertentu terbatas. 1 Namun, ini tidak mempengaruhi keputusan penggunaan deksmedetomidin.
Peringatan Penting
Pitfall yang harus dihindari: 4, 7
- Jangan berikan deksmedetomidin di luar setting ICU atau area dengan monitoring kontinyu - obat ini hanya disetujui FDA untuk sedasi ICU pada pasien yang diventilasi mekanik kurang dari 24 jam 4
- Hindari pemberian dalam 60 menit terakhir operasi untuk prosedur ambulatori, karena dapat memperpanjang waktu di PACU secara signifikan (18.7 menit lebih lama) 7
- Efek lebih berkepanjangan pada pasien dengan disfungsi hati berat - pertimbangkan dosis lebih rendah 1, 5
Alternatif Jika Deksmedetomidin Tidak Sesuai
Jika pasien SLE memiliki kontraindikasi untuk deksmedetomidin: 1, 2
- Benzodiazepine (midazolam) dapat memberikan profil hemodinamik yang lebih aman pada pasien dengan penyakit jantung atau syok kardiogenik 2
- Propofol dapat digunakan dengan titrasi hati-hati, meskipun dapat menyebabkan hipotensi 1
- Kombinasi analgesik multimodal dengan paracetamol dan NSAID (jika tidak ada kontraindikasi ginjal) 1