Penyebab ISK Berulang pada Anak Perempuan Usia 6-12 Tahun
Pada anak perempuan usia 6-12 tahun dengan ISK berulang, penyebab utamanya adalah kelainan perilaku dan fungsional kandung kemih, bukan kelainan anatomi struktural yang berat. 1
Faktor Perilaku dan Fungsional (Penyebab Paling Umum)
Mayoritas anak perempuan dengan ISK berulang tidak memiliki kelainan saluran kemih yang besar, melainkan kelainan perilaku dan fungsional yang dapat dimodifikasi 1:
Kelainan Berkemih
- Frekuensi berkemih yang tidak normal - merupakan faktor risiko independen dengan odds ratio 5,3 2
- Penundaan berkemih (voiding postponement) - faktor risiko independen dengan odds ratio 3,8 2
- Berkemih yang jarang (infrequent voiding) - ditemukan pada 63 dari 141 pasien (baik terisolasi maupun kombinasi) 1
- Disfungsi berkemih (dysfunctional voiding) - ditemukan pada 25 pasien 1
Asupan Cairan dan Kebersihan
- Asupan cairan yang buruk - faktor risiko independen paling kuat dengan odds ratio 9,2, ditemukan pada 60 dari 141 pasien 1, 2
- Kebersihan genital dan kebiasaan toilet yang tidak adekuat - hampir selalu dikombinasikan dengan kelainan lain, menunjukkan bahwa infeksi tidak selalu terkait dengan kebersihan yang buruk saja 1
Gangguan Usus
- Retensi tinja fungsional (functional stool retention) - ditemukan pada 30 dari 141 pasien 1
- Gangguan kandung kemih dan usus (bowel and bladder dysfunction) - identifikasi dan pengobatan kondisi ini dapat mencegah rekurensi ISK 3
Faktor Anatomi dan Struktural
Sisa Urin Pasca Berkemih
- Volume urin residual >20 mL - merupakan faktor risiko independen dengan odds ratio 1 per mL peningkatan 2
Refluks Vesikoureter (VUR)
- VUR lebih jarang pada usia >6 tahun - sehingga pencitraan rutin tidak diperlukan pada kelompok usia ini 4
- VUR meningkatkan risiko pielonefritis berulang - tetapi pielonefritis dan jaringan parut ginjal sering terjadi tanpa VUR 4
- Anak dengan VUR dan ISK berulang - memiliki peningkatan insiden ISK berulang sesuai dengan derajat VUR (14,3% untuk derajat I-II dan 22,9% untuk derajat III-IV) 4
Kelainan Anatomi Lainnya
- Obstruksi saluran kemih, batu ginjal, divertikula kandung kemih atau uretra - dapat menyebabkan persistensi bakteri 4
- Kelainan struktural atau fungsional saluran kemih - harus dicari pada kasus yang atipikal atau tidak responsif terhadap terapi 4
Faktor Usia dan Riwayat Infeksi
- Usia ≤6,5 tahun saat ISK pertama - merupakan faktor risiko independen untuk rekurensi dengan odds ratio 0,9 per tahun peningkatan usia 2
- Riwayat pielonefritis atau VUR sebelumnya - meningkatkan risiko pielonefritis berulang 4
Mekanisme Rekurensi
Reinfeksi adalah mekanisme paling umum, terjadi ketika infeksi baru muncul >2 minggu setelah penyembuhan simptomatik, sering disebabkan oleh patogen yang berbeda 4, 5
Relaps atau infeksi persisten terjadi ketika organisme yang sama kembali dalam 2 minggu setelah penyelesaian pengobatan, menunjukkan persistensi bakteri 4, 5
Patogen Penyebab
- Escherichia coli - menyebabkan sekitar 75% ISK berulang pada semua kelompok pasien 4
- Organisme lain - termasuk Enterococcus faecalis, Proteus mirabilis, Klebsiella, atau Staphylococcus saprophyticus 4
Peringatan Klinis Penting
Pada anak perempuan usia >6 tahun dengan ISK berulang yang merespons baik terhadap antibiotik, fokus evaluasi harus pada kelainan perilaku dan fungsional, bukan pencitraan rutin untuk mencari kelainan anatomi. 4 Pencitraan hanya diindikasikan jika terdapat faktor risiko untuk ISK komplikata atau respons yang buruk terhadap terapi 4.
Dua atau lebih indikasi perilaku predisposisi sering terjadi bersamaan pada pasien yang sama, sehingga evaluasi harus komprehensif mencakup semua aspek perilaku berkemih, asupan cairan, dan fungsi usus 1.