Apakah Semua Pasien ACLF Memerlukan Antibiotik?
Tidak semua pasien ACLF memerlukan antibiotik secara rutin, tetapi antibiotik empiris harus segera diberikan pada pasien dengan tanda-tanda infeksi, sepsis, perdarahan saluran cerna atas, atau ensefalopati yang memburuk, karena setiap jam keterlambatan pemberian antibiotik meningkatkan mortalitas secara signifikan. 1, 2
Indikasi Antibiotik pada ACLF
Indikasi Wajib (Antibiotik Harus Diberikan)
Perdarahan saluran cerna atas: Profilaksis antibiotik (biasanya sefalosporin generasi ketiga) wajib diberikan karena menurunkan mortalitas, infeksi, dan perdarahan ulang 3, 4
Spontaneous bacterial peritonitis (SBP): Antibiotik harus diberikan segera bersamaan dengan albumin untuk menurunkan mortalitas dan gangguan ginjal 3
Tanda-tanda infeksi atau sepsis: Termasuk status mental yang memburuk, hiponatremia, AKI, peningkatan leukosit, atau perubahan hemodinamik 3, 1
Ensefalopati yang memburuk: Infeksi adalah pencetus paling umum ACLF (prevalensi 48%), sehingga antibiotik empiris harus segera dimulai 3, 1
Tidak Direkomendasikan Secara Rutin
Profilaksis antibiotik universal: Tidak ada rekomendasi untuk memberikan antibiotik profilaksis pada semua pasien ACLF tanpa indikasi spesifik 3
Dekontaminasi usus selektif: Antibiotik yang tidak dapat diserap untuk dekontaminasi usus tidak terbukti meningkatkan survival 3, 4
Prinsip Waktu Kritis
Setiap jam keterlambatan meningkatkan mortalitas: Odds ratio 1.86 per jam keterlambatan, dengan mortalitas >75% jika terapi tidak tepat 1
Pemberian dalam 6 jam pertama: Pasien yang menerima antibiotik <6 jam setelah masuk rumah sakit memiliki mortalitas 28 hari dan 90 hari yang lebih rendah secara signifikan 2
Dosis pertama di ruang gawat darurat: Antibiotik harus diberikan segera di IGD jika ada kecurigaan infeksi atau tanda sepsis 1
Antibiotik Empiris yang Direkomendasikan
Infeksi Community-Acquired
Lini pertama: Sefalosporin generasi ketiga (cefotaxime atau ceftriaxone) 1, 5
Alternatif: Piperacillin-tazobactam untuk SBP community-acquired 1, 5
Durasi terapi: 5 hari sama efektifnya dengan 10 hari untuk SBP 1, 5
Infeksi Healthcare-Associated atau Nosokomial
Tambahan untuk MRSA/VRE: Daptomycin, vancomycin, atau linezolid di area dengan prevalensi resistensi tinggi 1, 5
Kombinasi untuk ACLF grade 3: Meropenem-linezolid menunjukkan sensitivitas antimikroba tertinggi (98.5%) dibandingkan monoterapi 6
Algoritma Pemilihan Antibiotik
Bedakan community-acquired vs healthcare-associated: Ini menentukan pilihan antibiotik empiris 1
Pertimbangkan paparan antibiotik sebelumnya: Kurangnya respons terhadap antibiotik pertama meningkatkan risiko AKI dan kematian 1
Evaluasi ulang setelah 48 jam: Jika tidak ada perbaikan klinis, perluas cakupan antibiotik dan pertimbangkan infeksi jamur 1
Infeksi jamur: Terjadi pada 2-16% pasien ACLF dan hampir selalu nosokomial 1
Peringatan Penting
Jangan tunda antibiotik: Infeksi bakteri terdokumentasi pada 60-80% pasien ACLF dan merupakan pencetus utama 4, 5
Terapi tidak tepat meningkatkan mortalitas 9.5 kali lipat: Pemilihan antibiotik empiris yang tepat sangat krusial 1
Piperacillin-tazobactam dapat memicu ensefalopati akut: Karena penurunan klirens ginjal pada sirosis 5
Hindari amoxicillin-clavulanate: Tingkat drug-induced liver injury yang tinggi pada pasien dengan penyakit hati 5