Terapi Trombositosis Reaktif Karena Infeksi
Trombositosis reaktif karena infeksi umumnya tidak memerlukan terapi spesifik untuk menurunkan jumlah trombosit, karena kondisi ini bersifat sementara dan akan membaik dengan sendirinya setelah infeksi yang mendasari berhasil diatasi. 1, 2
Prinsip Manajemen Utama
Terapi Infeksi yang Mendasari
- Fokus utama adalah mengobati infeksi yang menyebabkan trombositosis, bukan menurunkan jumlah trombosit itu sendiri 1, 2
- Berikan terapi antimikroba yang sesuai berdasarkan jenis dan lokasi infeksi (pneumonia, infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan jaringan lunak, atau infeksi prostetik) 3, 1
- Jumlah trombosit akan kembali normal secara spontan setelah infeksi teratasi, biasanya dalam waktu yang bervariasi tergantung jenis infeksi 1, 2
Karakteristik Trombositosis Reaktif pada Infeksi
- Trombositosis terjadi pada sekitar 8% pasien dengan infeksi akut 1
- Peningkatan trombosit biasanya ringan (median 492.5 × 10⁹/L) dan bersifat sementara 1
- Waktu munculnya trombositosis bervariasi: 1 hari pada pneumonia, 4 hari pada infeksi saluran kemih, dan 7.5 hari pada infeksi kulit 1
- Pasien dengan trombositosis reaktif menunjukkan peningkatan penanda fase akut (ESR median 70 mm/jam, CRP median 214 mg/dL) 1
Pertimbangan Terapi Antiplatelet
Kapan Antiplatelet TIDAK Diperlukan
- Pada sebagian besar kasus trombositosis reaktif karena infeksi, terapi antiplatelet tidak diindikasikan karena komplikasi trombotik jarang terjadi 1
- Tidak ada bukti dari uji klinis prospektif yang mendukung penggunaan rutin antiplatelet pada trombositosis sekunder 4
Kapan Antiplatelet Mungkin Dipertimbangkan
- Pada kasus dengan trombositosis ekstrem (>800 × 10⁹/L) yang persisten 2
- Pasien dengan faktor risiko trombosis tambahan (riwayat trombosis sebelumnya, imobilisasi berkepanjangan, keganasan bersamaan) 4, 5
- Infeksi prostetik yang menyebabkan trombositosis reaktif dengan komplikasi trombosis arterial berulang - dalam kasus ini, kontrol infeksi bedah dini dan antiplatelet dapat mencegah komplikasi yang mengancam jiwa 5
- Infeksi kronis dengan inflamasi persisten atau keganasan yang mendasari 4
Monitoring dan Tindak Lanjut
Parameter yang Harus Dipantau
- Jumlah trombosit serial untuk memastikan normalisasi setelah resolusi infeksi 1, 2
- Tanda-tanda komplikasi infeksi (bakteremia, komplikasi supuratif) karena pasien dengan trombositosis memiliki risiko lebih tinggi 1
- Penanda inflamasi (CRP, ESR) untuk menilai respons terhadap terapi 1
Peringatan Penting
- Pasien dengan trombositosis reaktif memiliki lama rawat inap lebih panjang, lebih banyak bakteremia, dan peningkatan mortalitas/komplikasi supuratif meskipun hanya mempengaruhi sebagian kecil pasien 1
- Jangan mengabaikan trombositosis sebagai petunjuk diagnostik adanya infeksi yang mendasari, terutama pada pasien dengan komorbiditas (quadriplegia/paraplegia, prostesis, demensia, diabetes) 2
- Komplikasi trombotik pada trombositosis reaktif sangat jarang, sehingga terapi sitoreduktif tidak diperlukan 1, 4
Kesalahan yang Harus Dihindari
- Jangan memberikan terapi sitoreduktif (seperti hydroxyurea atau anagrelide) untuk trombositosis reaktif - ini hanya diindikasikan untuk trombositosis primer seperti essential thrombocythemia 4, 2
- Jangan mengabaikan pencarian sumber infeksi ketika menemukan trombositosis, terutama pada pasien dengan demam, takikardia, penurunan berat badan, hipoalbuminemia, neutrofilia, atau anemia 2
- Jangan menunda kontrol bedah infeksi pada kasus infeksi prostetik dengan trombositosis dan komplikasi trombotik - manajemen konservatif dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa 5