What is the minimum PO2 (partial pressure of oxygen) level required for extubation in a pediatric patient on a ventilator?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 14, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Kriteria PO2 untuk Ekstubasi Anak dengan Ventilator

Untuk ekstubasi anak dengan ventilator, tidak ada nilai PO2 spesifik yang ditetapkan sebagai kriteria mutlak, namun target saturasi oksigen (SpO2) ≥92-95% dengan FiO2 ≤0.50 dan PEEP ≤5-6 cmH2O merupakan parameter oksigenasi yang direkomendasikan dalam extubation readiness testing. 1

Parameter Oksigenasi untuk Ekstubasi

Target Saturasi Oksigen

  • SpO2 ≥95% direkomendasikan untuk paru-paru yang sehat saat bernapas udara ruangan 1
  • Untuk kondisi penyakit, target SpO2 ≤97% untuk menghindari hiperoksia 1
  • Dalam konteks extubation readiness test, SpO2 yang adekuat dengan FiO2 0.50 dan PEEP 5 cmH2O menunjukkan kesiapan ekstubasi 2

Oxygenation Index sebagai Kriteria

  • Oxygenation Index (OI) ≤6 merupakan threshold yang digunakan untuk memulai extubation readiness test 2
  • OI dihitung sebagai: (Mean Airway Pressure × FiO2 × 100) / PaO2
  • Studi menunjukkan bahwa anak dengan OI ≤6 yang lulus extubation readiness test memiliki positive predictive value 92-93% untuk ekstubasi sukses 2

Protokol Extubation Readiness Testing

Kriteria Awal Screening

Sebelum melakukan extubation readiness test, pastikan: 1, 2

  • Oxygenation Index ≤6
  • Anak bernapas spontan
  • Tingkat kesadaran adekuat
  • Tidak ada sedasi kontinyu

Parameter Ventilator untuk Testing

Saat melakukan extubation readiness test: 2

  • FiO2 diturunkan menjadi 0.50
  • PEEP diturunkan menjadi 5 cmH2O
  • Pressure support minimal
  • Observasi selama periode testing

Monitoring Selama Testing

Parameter yang harus dimonitor: 1

  • SpO2 kontinyu - harus tetap ≥92-95%
  • PaO2 arterial untuk penyakit sedang-berat
  • pH dan laktat untuk penyakit sedang-berat
  • Usaha napas dan tanda distres respirasi

Pertimbangan Penting Berdasarkan Kondisi Klinis

Untuk PARDS (Pediatric Acute Respiratory Distress Syndrome)

Target oksigenasi berbeda: 1

  • SpO2 92-97% jika PEEP <10 cmH2O
  • SpO2 88-92% jika PEEP ≥10 cmH2O
  • Ini menunjukkan bahwa anak dengan PARDS memerlukan kriteria yang lebih ketat sebelum ekstubasi

Untuk Penyakit Paru Restriktif atau Obstruktif

  • Pengukuran PaO2 arterial direkomendasikan untuk penyakit sedang-berat 1
  • Target ventilasi dan oksigenasi harus disesuaikan dengan penyakit dasar
  • Mean airway pressure dan FiO2 yang lebih tinggi mengindikasikan risiko kegagalan ekstubasi lebih tinggi 3

Prediktor Kegagalan Ekstubasi Terkait Oksigenasi

Parameter yang Meningkatkan Risiko Kegagalan

Berdasarkan penelitian prospektif pada 208 anak: 3

  • FiO2 yang tinggi sebelum ekstubasi (p<0.05)
  • Mean airway pressure yang tinggi (p<0.05)
  • Oxygenation Index yang tinggi (p<0.05)
  • Tidal volume rendah (<7.5 mL/kg) 4

Threshold Risiko

  • Risiko rendah (<10%): OI ≤6, FiO2 rendah, mean airway pressure rendah 3, 2
  • Risiko tinggi (≥25%): OI >6, FiO2 tinggi, mean airway pressure tinggi 3

Algoritma Praktis untuk Keputusan Ekstubasi

Langkah 1: Evaluasi Harian

  • Lakukan daily extubation readiness testing segera setelah kondisi membaik 1
  • Mulai weaning sesegera mungkin untuk meminimalkan durasi ventilasi 1

Langkah 2: Screening Oksigenasi

  • Hitung Oxygenation Index
  • Jika OI ≤6, lanjutkan ke extubation readiness test 2
  • Jika OI >6, optimalisasi ventilasi dan oksigenasi terlebih dahulu

Langkah 3: Extubation Readiness Test

  • Turunkan FiO2 ke 0.50 dan PEEP ke 5 cmH2O 2
  • Monitor SpO2, usaha napas, dan tanda distres
  • Jika SpO2 tetap ≥92-95% dengan parameter minimal ini, pertimbangkan ekstubasi 1, 2

Langkah 4: Timing Ekstubasi

  • Anak yang lulus extubation readiness test sebaiknya diekstubasi dalam 10 jam 2
  • Median waktu ekstubasi yang optimal adalah sekitar jam 12:15 siang 2
  • Penundaan ekstubasi meningkatkan mortalitas dan lama rawat 5

Pitfall yang Harus Dihindari

Kesalahan Umum dalam Evaluasi Oksigenasi

  • Menggunakan hanya SpO2 tanpa mempertimbangkan FiO2 dan PEEP - ini dapat memberikan false reassurance 3, 2
  • Tidak menghitung Oxygenation Index - OI memberikan gambaran lebih komprehensif tentang status oksigenasi 3, 2
  • Menunda ekstubasi pada anak yang sudah lulus testing - penundaan meningkatkan risiko komplikasi 5, 2

Monitoring yang Tidak Adekuat

  • Tidak mengukur PaO2 arterial pada penyakit sedang-berat - SpO2 saja mungkin tidak cukup 1
  • Tidak memonitor pH dan laktat - gangguan metabolik dapat mempengaruhi outcome 1
  • Tidak menilai usaha napas - oksigenasi adekuat tidak menjamin ekstubasi sukses jika usaha napas berlebihan 6, 3

Pertimbangan Khusus

  • Reintubasi dalam 24-72 jam terjadi pada 2-25% kasus dan meningkatkan mortalitas 5
  • Identifikasi cepat kegagalan ekstubasi dan reintubasi segera dapat memperbaiki outcome 5
  • Faktor non-oksigenasi seperti obstruksi jalan napas atas, batuk tidak efektif, dan sekresi berlebihan juga harus dievaluasi 5

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Comparison of predictors of extubation from mechanical ventilation in children.

Pediatric critical care medicine : a journal of the Society of Critical Care Medicine and the World Federation of Pediatric Intensive and Critical Care Societies, 2000

Research

Decision to extubate.

Intensive care medicine, 2002

Research

Assessment of respiratory drive and muscle function in the pediatric intensive care unit and prediction of extubation failure.

Pediatric critical care medicine : a journal of the Society of Critical Care Medicine and the World Federation of Pediatric Intensive and Critical Care Societies, 2000

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.