Is ampicillin-sulbactam effective for treating cholangitis or gastrointestinal infections in patients with liver disease?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 15, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Ampicillin-Sulbactam untuk Kolangitis dan Infeksi Gastrointestinal

Ampicillin-sulbactam efektif untuk kolangitis ringan yang didapat dari komunitas pada pasien tanpa penyakit hati berat, tetapi TIDAK direkomendasikan untuk kolangitis sedang hingga berat karena tingginya tingkat resistensi E. coli di komunitas. 1

Rekomendasi Berdasarkan Tingkat Keparahan Kolangitis

Kolangitis Ringan (Community-Acquired)

  • Ampicillin-sulbactam merupakan pilihan lini pertama yang sesuai untuk kolangitis ringan yang didapat dari komunitas pada pasien yang tidak dalam kondisi kritis 1, 2
  • Dosis yang digunakan dalam penelitian klinis adalah 3-9 g/hari (rasio sulbactam:ampicillin 1:2) secara intravena atau intramuskular, tergantung pada tingkat keparahan infeksi 3
  • Efikasi klinis mencapai 85% pada pasien dengan kolangitis dalam studi prospektif 3

Kolangitis Sedang hingga Berat

  • Ampicillin-sulbactam TIDAK direkomendasikan karena tingkat resistensi E. coli yang tinggi di komunitas 1
  • Piperacillin-tazobactam adalah pilihan lini pertama yang lebih disukai untuk kolangitis sedang hingga berat 1, 2
  • Alternatif lain termasuk carbapenem (meropenem, imipenem-cilastatin, atau ertapenem) 4, 1

Situasi Khusus yang Memerlukan Pertimbangan

Pasien dengan Penyakit Hati Kronis

  • Ampicillin-sulbactam menunjukkan efikasi terapeutik yang baik (85% kesembuhan atau perbaikan) pada pasien dengan penyakit hati kronis yang mengalami infeksi saluran empedu 3
  • Kontraindikasi absolut: Pasien dengan riwayat jaundice kolestatik atau disfungsi hepatik yang terkait dengan ampicillin-sulbactam sebelumnya 5
  • Fungsi hati harus dipantau secara berkala karena risiko hepatotoksisitas, termasuk hepatitis dan jaundice kolestatik 5

Pasien dengan Anastomosis Bilier-Enterik

  • Ampicillin-sulbactam memberikan cakupan anaerob yang memadai untuk pasien dengan anastomosis bilier-enterik 1
  • Metronidazole harus ditambahkan jika menggunakan sefalosporin generasi ketiga, tetapi tidak diperlukan dengan ampicillin-sulbactam 1

Infeksi Terkait Layanan Kesehatan (Healthcare-Associated)

  • Ampicillin-sulbactam tidak boleh digunakan untuk kolangitis terkait layanan kesehatan atau pada pasien dengan instrumentasi bilier sebelumnya (stenting, ENBD, PTBD) 1
  • Sefalosporin generasi keempat atau piperacillin-tazobactam lebih disukai dalam situasi ini 4, 1

Penetrasi Bilier dan Farmakokinetik

  • Konsentrasi puncak dalam empedu: sulbactam 19,4 mcg/ml dan ampicillin 471 mcg/ml terjadi 0,5-1 jam setelah pemberian 6
  • Konsentrasi dalam dinding kandung empedu: sulbactam 6,3 mcg/g dan ampicillin 7 mcg/g 6
  • Peringatan penting: Pada obstruksi bilier, penetrasi semua antibiotik termasuk ampicillin-sulbactam sangat terganggu 1

Prinsip Pengobatan yang Kritis

Drainase Bilier adalah Wajib

  • Antibiotik saja tidak akan mensterilkan saluran empedu yang tersumbat 1, 2
  • Dekompresi bilier darurat dalam 24 jam diperlukan untuk kolangitis berat 2
  • Menunda drainase bilier sambil melanjutkan antibiotik saja merupakan kesalahan fatal 1

Durasi Terapi

  • 4 hari tambahan setelah drainase bilier yang berhasil untuk kasus tanpa komplikasi 2
  • 7-10 hari untuk sepsis berat atau pasien immunocompromised 2
  • Terapi profilaksis jangka panjang (misalnya, co-trimoxazole) kadang-kadang diperlukan untuk kolangitis berulang karena penyakit intrahepatik kompleks, tetapi harus dibatasi karena masalah resistensi 1

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan gunakan ampicillin-sulbactam untuk kolangitis sedang hingga berat karena tingkat resistensi yang tinggi 1
  • Jangan menunda dekompresi bilier lebih dari 48 jam pada kolangitis sedang hingga berat 2
  • Jangan gunakan pada pasien dengan riwayat jaundice kolestatik terkait ampicillin-sulbactam 5
  • Jangan abaikan kebutuhan untuk memantau fungsi hati secara teratur pada pasien dengan gangguan hati 5
  • Jangan gunakan untuk infeksi terkait layanan kesehatan atau pasien dengan instrumentasi bilier sebelumnya 4, 1

Efek Samping dan Keamanan

  • Efek samping yang diamati dalam studi klinis: kandidiasis oral (7%), nyeri di tempat injeksi IM (7%) 3
  • Tidak ada perubahan signifikan dalam tes kimia darah pada pasien dengan penyakit hati kronis 3
  • Risiko reaksi hipersensitivitas serius termasuk anafilaksis dan Stevens-Johnson syndrome 5
  • Risiko diare terkait Clostridium difficile (CDAD) 5

References

Guideline

Antibiotic Treatment for Cholangitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Antibiotic Treatment for Cholangitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Biliary pharmacokinetics of sulbactam plus ampicillin in humans.

Reviews of infectious diseases, 1986

Related Questions

Which is better for a patient with jaundice and suspected cholangitis, ampicillin-sulbactam or cefotaxime?
What is the antibiotic of choice for biliary peritonitis?
What are the recommended antibiotic choices for acute cholecystitis?
What is the recommended antibiotic regimen and duration for a patient with acute cholecystitis and Streptococcus species bacteremia, and when can it be transitioned from intravenous (IV) to oral antibiotics?
What is the recommended dosing regimen for ampicillin-sulbactam (Unasyn) for antibiotic prophylaxis in an adult patient with normal renal function undergoing a biliary procedure, considering their potential allergy history to penicillins?
When should patients with a history of major surgery or acute medical illnesses, particularly older adults or those with underlying conditions like cancer or previous venous thromboembolism (VTE), receive ambulatory thromboprophylaxis after hospitalization?
What are the treatment options for a patient with treatment-resistant musculocutaneous nerve damage?
What laboratory tests should be ordered for a patient presenting with concern for multiple sclerosis (MS)?
Will Flomax (tamsulosin) help an elderly patient with a history of Multiple Sclerosis (MS) and interstitial cystitis (IC) experiencing urinary retention?
Can a nasal cannula be used for supplemental oxygen therapy in a patient who cannot tolerate Bi-level Positive Airway Pressure (BiPAP) during sleep?
What are the treatment options for an adult patient with no significant past medical history experiencing post nasal drainage?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.