Which is better for a patient with jaundice and suspected cholangitis, ampicillin-sulbactam or cefotaxime?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 15, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Untuk Pasien dengan Ikterik dan Kecurigaan Kolangitis: Cefotaxime Lebih Direkomendasikan daripada Ampicillin-Sulbactam

Cefotaxime (sefalosporin generasi ketiga) adalah pilihan yang lebih baik untuk pasien dengan ikterik dan kecurigaan kolangitis, karena memiliki cakupan spektrum yang lebih luas terhadap patogen bilier yang umum, penetrasi yang lebih baik ke dalam saluran empedu, dan data efikasi yang lebih kuat dibandingkan ampicillin-sulbactam. 1, 2

Rasional Pemilihan Cefotaxime

Rekomendasi Guideline Utama

  • Pedoman dari Surgical Infection Society dan Infectious Diseases Society of America secara eksplisit merekomendasikan sefalosporin generasi ketiga (termasuk cefotaxime) untuk infeksi bilier pada dewasa, dengan dosis 150-200 mg/kg/hari dibagi setiap 6-8 jam. 1

  • Cefotaxime memberikan cakupan optimal terhadap Enterobacteriaceae (terutama E. coli), yang merupakan patogen paling umum pada infeksi saluran empedu, dengan tingkat resolusi infeksi 77-98%. 1, 3

Keunggulan Farmakologis

  • Cefotaxime mencapai konsentrasi tinggi dalam cairan asites dan jaringan bilier, bahkan pada kondisi obstruksi, yang penting untuk eradikasi bakteri pada kolangitis. 1, 2

  • Profil keamanan cefotaxime lebih baik pada pasien dengan ikterik dan disfungsi hati, karena tidak memerlukan penyesuaian dosis yang signifikan dan memiliki risiko nefrotoksisitas yang lebih rendah dibandingkan kombinasi yang mengandung aminoglikosida. 1, 4

Dosis yang Direkomendasikan

  • Untuk kolangitis akut: Cefotaxime 2 gram IV setiap 6-8 jam selama 5-7 hari. 1, 3

  • Studi menunjukkan bahwa dosis 2 gram setiap 12 jam sama efektifnya dengan dosis setiap 6 jam, memberikan fleksibilitas dalam pemberian. 1, 3

Keterbatasan Ampicillin-Sulbactam

Spektrum yang Lebih Sempit

  • Ampicillin-sulbactam memiliki spektrum aktivitas yang lebih terbatas dibandingkan sefalosporin generasi ketiga, terutama terhadap E. coli yang resisten dan Enterobacteriaceae penghasil beta-laktamase. 2, 4

  • Kombinasi ampicillin dengan aminoglikosida (seperti tobramycin) menunjukkan tingkat kesembuhan yang lebih rendah (56%) dibandingkan cefotaxime (77-98%) pada pasien dengan kolangitis. 1, 4

Risiko Nefrotoksisitas

  • Pada pasien dengan ikterik dan kolangitis, yang sering mengalami disfungsi ginjal, kombinasi ampicillin dengan aminoglikosida memiliki risiko nefrotoksisitas hingga 10%, yang secara signifikan lebih tinggi pada pasien dengan kolestasis. 2, 4

  • Pedoman secara eksplisit menyatakan bahwa antibiotik nefrotoksik (termasuk aminoglikosida) tidak boleh digunakan sebagai terapi empiris pada kondisi ini. 1

Algoritma Penatalaksanaan

Langkah Awal (0-6 jam)

  • Mulai cefotaxime 2 gram IV segera setelah diagnosis kolangitis dicurigai, tanpa menunggu hasil kultur. 2, 5

  • Lakukan kultur darah dan empedu (jika memungkinkan) sebelum pemberian antibiotik pertama. 5

  • Berikan resusitasi cairan dan koreksi gangguan elektrolit secara bersamaan. 2

Evaluasi 48-72 Jam

  • Jika tidak ada perbaikan klinis dalam 36-48 jam, pertimbangkan drainase bilier emergensi (ERCP atau perkutan). 1, 2

  • Jika kultur menunjukkan organisme resisten, sesuaikan antibiotik berdasarkan hasil sensitivitas. 5

Pertimbangan Khusus untuk Pasien dengan Ikterik

  • Pada pasien dengan obstruksi bilier berat, konsentrasi antibiotik dalam empedu mungkin rendah, sehingga konsentrasi serum dan jaringan yang tinggi menjadi lebih penting - ini mendukung penggunaan cefotaxime. 2, 6

  • Drainase bilier tetap merupakan terapi definitif; antibiotik saja tidak cukup jika obstruksi persisten. 2, 5

Peringatan Penting

  • Jangan gunakan ampicillin-sulbactam sebagai monoterapi pada kolangitis berat dengan sepsis, karena tingkat kegagalan terapi yang tinggi. 4

  • Hindari aminoglikosida pada pasien dengan ikterik karena risiko nefrotoksisitas yang meningkat pada kondisi kolestasis. 1, 2, 4

  • Pada pasien dengan riwayat paparan antibiotik sebelumnya atau infeksi nosokomial, pertimbangkan cakupan yang lebih luas dengan carbapenem atau piperacillin-tazobactam jika cefotaxime gagal. 1

  • Aktivitas anti-enterokokus tidak diperlukan untuk kolangitis yang didapat dari komunitas, kecuali pada pasien imunosupresi atau dengan anastomosis bilier-enterik. 1, 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Antibiotics in infections of the biliary tract.

Surgery, gynecology & obstetrics, 1987

Research

Antimicrobial therapy for acute cholangitis: Tokyo Guidelines.

Journal of hepato-biliary-pancreatic surgery, 2007

Related Questions

Is ampicillin-sulbactam effective for treating cholangitis or gastrointestinal infections in patients with liver disease?
What is the antibiotic of choice for biliary peritonitis?
What are the recommended antibiotic choices for acute cholecystitis?
What is the recommended antibiotic regimen and duration for a patient with acute cholecystitis and Streptococcus species bacteremia, and when can it be transitioned from intravenous (IV) to oral antibiotics?
What is the justification for using ampicillin (AMP) - sulbactam in the treatment of cholangitis?
How should I document an elderly patient with dementia, a history of stroke, and left hemiplegia (weakness on one side of the body), who is unable to perform daily living activities, in license documentation?
What NOAC and dose is recommended for an elderly male with a swollen leg, positive D-dimer, normal renal function (GFR 76), and no fall risk, pending ultrasound results?
What's the best treatment approach for a 55-year-old male with significant cardiometabolic risk, insulin resistance, hypertriglyceridemia, elevated Apolipoprotein B (ApoB) and Lipoprotein(a) (Lp(a)), low free testosterone, vitamin D insufficiency, and elevated homocysteine, despite normal glycemia and low inflammatory markers?
Why should vitamins be avoided while taking antibiotics?
What is the risk of lead exposure in infants living in homes built before 1978 and what are the recommended screening tests for infants under 6 years old?
What is the treatment for a patient with axonal right musculocutaneous (muscle and skin) mononeuropathy (single nerve damage)?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.