What is the recommended dose of azithromycin for the treatment of pertussis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 16, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Azitromisin untuk Pertusis

Azitromisin adalah agen lini pertama untuk pengobatan pertusis dengan dosis yang bervariasi berdasarkan usia: untuk bayi <6 bulan gunakan 10 mg/kg/hari selama 5 hari, untuk anak ≥6 bulan gunakan 10 mg/kg (maksimum 500 mg) pada hari 1 diikuti 5 mg/kg/hari (maksimum 250 mg) pada hari 2-5, dan untuk dewasa gunakan 500 mg pada hari 1 diikuti 250 mg/hari pada hari 2-5. 1, 2, 3

Dosis Berdasarkan Kelompok Usia

Bayi <6 Bulan

  • 10 mg/kg per hari selama 5 hari (dosis tunggal harian) 1, 2, 3
  • Azitromisin adalah pilihan yang disukai dibandingkan eritromisin pada kelompok usia ini karena risiko stenosis pilorus hipertrofik infantil (IHPS) yang jauh lebih rendah 3, 4
  • Untuk bayi <1 bulan (neonatus), azitromisin adalah makrolida yang direkomendasikan karena profil keamanan yang lebih baik 1, 3

Anak ≥6 Bulan dan Remaja

  • 10 mg/kg (maksimum 500 mg) pada hari 1 1, 2, 3
  • 5 mg/kg per hari (maksimum 250 mg) pada hari 2-5 1, 2, 3
  • Regimen 5 hari ini telah terbukti sama efektifnya dengan eritromisin 14 hari dalam mengeradikasi B. pertussis 5, 6

Dewasa

  • 500 mg pada hari 1 1, 3
  • 250 mg per hari pada hari 2-5 1, 3

Keunggulan Azitromisin

Efikasi

  • Azitromisin memiliki efikasi mikrobiologis yang sama dengan eritromisin, dengan tingkat eradikasi bakteri 100% pada akhir terapi 6
  • Tidak ada kekambuhan bakteriologis yang dilaporkan setelah penyelesaian terapi azitromisin 6
  • Studi menunjukkan kultur negatif pada 94,3% pasien pada hari ke-7 dan 100% pada hari ke-14 setelah memulai terapi 7

Tolerabilitas dan Kepatuhan

  • Efek samping gastrointestinal jauh lebih rendah dengan azitromisin (18,8%) dibandingkan eritromisin estolat (41,2%) 6
  • Tingkat kepatuhan secara signifikan lebih tinggi: 90-93% pasien menyelesaikan seluruh kursus azitromisin dibandingkan hanya 55-57% dengan eritromisin 6, 8
  • Regimen dosis tunggal harian selama 5 hari lebih mudah diikuti dibandingkan eritromisin yang memerlukan dosis terbagi selama 14 hari 1, 6

Pertimbangan Penting dalam Pemberian

Waktu Pemberian

  • Jangan berikan azitromisin bersamaan dengan antasida yang mengandung aluminium atau magnesium karena mengurangi absorpsi obat; pisahkan pemberian minimal 2 jam 1, 3
  • Berikan sebagai dosis tunggal harian, dapat diberikan dengan atau tanpa makanan 1

Pemantauan Keamanan

  • Pada bayi <6 bulan yang menerima makrolida, pantau tanda-tanda IHPS (muntah proyektil, massa olive-shaped di epigastrium) meskipun risiko dengan azitromisin jauh lebih rendah 1, 4
  • Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi hati 1, 3
  • Pertimbangkan pemantauan EKG pada pasien yang menggunakan obat yang memperpanjang interval QTc (misalnya citalopram) 3

Interaksi Obat

  • Pantau pasien yang menggunakan obat yang dimetabolisme oleh sistem enzim sitokrom P450 (misalnya digoksin, triazolam, alkaloid ergot) 1, 3
  • Tidak seperti eritromisin dan klaritromisin, azitromisin bukan inhibitor kuat P450 sehingga memiliki profil interaksi obat yang lebih baik 3

Waktu Optimal Pengobatan

  • Pengobatan paling efektif bila dimulai pada fase kataral (2 minggu pertama) ketika dapat mengurangi durasi dan keparahan gejala 3, 4
  • Pengobatan pada fase paroksismal (>3 minggu) memiliki manfaat klinis terbatas tetapi tetap diindikasikan untuk mencegah transmisi 3, 4
  • Mulai antibiotik segera setelah kecurigaan klinis tanpa menunggu konfirmasi kultur karena pengobatan dini dengan cepat membersihkan B. pertussis dari nasofaring 3

Profilaksis Pasca-Pajanan

  • Gunakan regimen dosis yang sama seperti untuk pengobatan 1, 3
  • Prioritaskan profilaksis untuk semua kontak rumah tangga, terutama bayi <12 bulan dan wanita hamil trimester ketiga 1, 3
  • Isolasi pasien di rumah selama 5 hari setelah memulai antibiotik untuk mencegah transmisi 3, 4

Peringatan Penting

  • Antibiotik mengeliminasi B. pertussis dari nasofaring tetapi tidak mengubah perjalanan klinis batuk paroksismal yang sudah terjadi 4
  • Batuk paroksismal akan berlanjut selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan meskipun terapi antibiotik yang tepat ("batuk 100 hari") 4
  • Jangan gunakan penekan batuk, kortikosteroid, β-agonis kerja panjang, antihistamin, atau imunoglobulin pertusis karena tidak terbukti bermanfaat dalam mengendalikan paroksisme batuk 3, 4
  • Efek samping umum azitromisin termasuk ketidaknyamanan perut, diare, mual, muntah, sakit kepala, dan pusing 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Azithromycin Dosage and Administration Guidelines for Children

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Treatment of Pertussis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Management of Pertussis in Infants

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Short-term treatment of pertussis with azithromycin in infants and young children.

European journal of clinical microbiology & infectious diseases : official publication of the European Society of Clinical Microbiology, 1999

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.