From the Guidelines
Kemoterapi untuk melanoma sebaiknya tidak digunakan sebagai pilihan utama karena telah digantikan oleh terapi imun dan terapi target yang lebih efektif. Kemoterapi masih dapat digunakan pada pasien dengan melanoma lanjut atau yang tidak merespons terapi lain. Dacarbazine (DTIC) adalah agen kemoterapi yang paling umum digunakan, biasanya diberikan dengan dosis 850-1000 mg/m² secara intravena setiap 3-4 minggu 1. Temozolomide, alternatif oral, dapat diberikan dengan dosis 150-200 mg/m² per hari selama 5 hari setiap 28 hari. Opsi lain termasuk cisplatin (20-25 mg/m² per hari selama 3 hari setiap 3-4 minggu), carboplatin (AUC 6 setiap 3-4 minggu), dan paclitaxel (175 mg/m² setiap 3 minggu). Regimen kombinasi seperti CVD (cisplatin, vinblastine, dacarbazine) dapat digunakan tetapi menawarkan keuntungan kelangsungan hidup yang terbatas dibandingkan dengan agen tunggal.
Beberapa pilihan terapi yang lebih efektif untuk melanoma termasuk:
- Terapi imun seperti pembrolizumab dan nivolumab
- Terapi target seperti inhibitor BRAF vemurafenib dan dabrafenib
- Biochemoterapi yang menggabungkan kemoterapi dengan agen biologis seperti interleukin-2 (IL-2) dan interferon-alfa (IFN-a)
Namun, perlu diingat bahwa terapi imun dan terapi target telah menunjukkan tingkat respons dan keuntungan kelangsungan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan kemoterapi 1. Oleh karena itu, kemoterapi sebaiknya digunakan sebagai pilihan kedua atau ketiga setelah terapi lain telah dicoba. Penting untuk mempertimbangkan kondisi pasien dan riwayat penyakitnya sebelum memutuskan untuk menggunakan kemoterapi.
From the Research
Kemoterapi pada Melanoma
Kemoterapi merupakan salah satu pilihan pengobatan untuk melanoma, terutama pada stadium lanjut. Berikut beberapa poin penting tentang kemoterapi pada melanoma:
- Dacarbazine merupakan salah satu kemoterapi yang umum digunakan untuk melanoma, namun memiliki efikasi yang relatif rendah 2, 3.
- Temozolomide juga merupakan pilihan kemoterapi untuk melanoma, terutama untuk pasien yang tidak dapat menjalani kemoterapi intravena 4.
- Kemoterapi dapat digunakan sebagai pilihan terapi palliatif untuk pasien dengan melanoma stadium lanjut yang tidak responsif terhadap terapi lain 3.
- Imunoterapi dan terapi target molekuler telah menjadi pilihan pengobatan yang lebih efektif untuk melanoma, terutama untuk pasien dengan mutasi BRAF V600 5, 6.
- Pembrolizumab dapat menjadi pilihan pertama untuk pasien dengan melanoma stadium lanjut yang memiliki mutasi BRAF V600, dibandingkan dengan dabrafenib/trametinib 6.
Pilihan Kemoterapi
Beberapa pilihan kemoterapi untuk melanoma meliputi:
- Dacarbazine
- Temozolomide
- Fotemustine
- Carboplatin
- Paclitaxel
Keterbatasan Kemoterapi
Kemoterapi untuk melanoma memiliki beberapa keterbatasan, termasuk:
- Efikasi yang relatif rendah
- Toksisitas yang tinggi
- Resistensi terhadap kemoterapi
Pengembangan Terapi Baru
Pengembangan terapi baru, seperti imunoterapi dan terapi target molekuler, telah menjadi fokus penelitian untuk meningkatkan efikasi pengobatan melanoma 5, 6.