What is the role of chemotherapy in the treatment of melanoma?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: April 14, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Kemoterapi untuk melanoma sebaiknya tidak digunakan sebagai pilihan utama karena telah digantikan oleh terapi imun dan terapi target yang lebih efektif. Kemoterapi masih dapat digunakan pada pasien dengan melanoma lanjut atau yang tidak merespons terapi lain. Dacarbazine (DTIC) adalah agen kemoterapi yang paling umum digunakan, biasanya diberikan dengan dosis 850-1000 mg/m² secara intravena setiap 3-4 minggu 1. Temozolomide, alternatif oral, dapat diberikan dengan dosis 150-200 mg/m² per hari selama 5 hari setiap 28 hari. Opsi lain termasuk cisplatin (20-25 mg/m² per hari selama 3 hari setiap 3-4 minggu), carboplatin (AUC 6 setiap 3-4 minggu), dan paclitaxel (175 mg/m² setiap 3 minggu). Regimen kombinasi seperti CVD (cisplatin, vinblastine, dacarbazine) dapat digunakan tetapi menawarkan keuntungan kelangsungan hidup yang terbatas dibandingkan dengan agen tunggal.

Beberapa pilihan terapi yang lebih efektif untuk melanoma termasuk:

  • Terapi imun seperti pembrolizumab dan nivolumab
  • Terapi target seperti inhibitor BRAF vemurafenib dan dabrafenib
  • Biochemoterapi yang menggabungkan kemoterapi dengan agen biologis seperti interleukin-2 (IL-2) dan interferon-alfa (IFN-a)

Namun, perlu diingat bahwa terapi imun dan terapi target telah menunjukkan tingkat respons dan keuntungan kelangsungan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan kemoterapi 1. Oleh karena itu, kemoterapi sebaiknya digunakan sebagai pilihan kedua atau ketiga setelah terapi lain telah dicoba. Penting untuk mempertimbangkan kondisi pasien dan riwayat penyakitnya sebelum memutuskan untuk menggunakan kemoterapi.

From the Research

Kemoterapi pada Melanoma

Kemoterapi merupakan salah satu pilihan pengobatan untuk melanoma, terutama pada stadium lanjut. Berikut beberapa poin penting tentang kemoterapi pada melanoma:

  • Dacarbazine merupakan salah satu kemoterapi yang umum digunakan untuk melanoma, namun memiliki efikasi yang relatif rendah 2, 3.
  • Temozolomide juga merupakan pilihan kemoterapi untuk melanoma, terutama untuk pasien yang tidak dapat menjalani kemoterapi intravena 4.
  • Kemoterapi dapat digunakan sebagai pilihan terapi palliatif untuk pasien dengan melanoma stadium lanjut yang tidak responsif terhadap terapi lain 3.
  • Imunoterapi dan terapi target molekuler telah menjadi pilihan pengobatan yang lebih efektif untuk melanoma, terutama untuk pasien dengan mutasi BRAF V600 5, 6.
  • Pembrolizumab dapat menjadi pilihan pertama untuk pasien dengan melanoma stadium lanjut yang memiliki mutasi BRAF V600, dibandingkan dengan dabrafenib/trametinib 6.

Pilihan Kemoterapi

Beberapa pilihan kemoterapi untuk melanoma meliputi:

  • Dacarbazine
  • Temozolomide
  • Fotemustine
  • Carboplatin
  • Paclitaxel

Keterbatasan Kemoterapi

Kemoterapi untuk melanoma memiliki beberapa keterbatasan, termasuk:

  • Efikasi yang relatif rendah
  • Toksisitas yang tinggi
  • Resistensi terhadap kemoterapi

Pengembangan Terapi Baru

Pengembangan terapi baru, seperti imunoterapi dan terapi target molekuler, telah menjadi fokus penelitian untuk meningkatkan efikasi pengobatan melanoma 5, 6.

References

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.