What is the appropriate treatment for a patient stung by a bee, considering potential allergic reactions and severity of symptoms?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 16, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pengobatan Sengatan Lebah

Untuk reaksi lokal ringan, segera lepaskan sengat dalam 60 detik pertama dengan cara dikerok atau dicabut, lalu berikan kompres dingin, antihistamin oral, dan kortikosteroid topikal; untuk reaksi anafilaksis, segera berikan epinefrin intramuskular 0.3-0.5 mg di paha anterolateral dan aktifkan layanan gawat darurat—penundaan epinefrin dapat berakibat fatal. 1, 2, 3

Manajemen Sengat Segera

Lepaskan sengat dalam 60 detik pertama karena racun terus dilepaskan selama periode ini. 1

  • Kerok dengan kuku atau cabut langsung—kecepatan lebih penting daripada metode. 1, 4
  • Cuci area dengan sabun dan air setelah sengat dilepas. 1

Algoritma Pengobatan Berdasarkan Tingkat Keparahan Reaksi

Reaksi Lokal (Paling Umum)

Sebagian besar sengatan hanya menyebabkan nyeri dan bengkak sementara yang tidak memerlukan pengobatan serius. 5

  • Kompres dingin atau es untuk mengurangi nyeri dan bengkak. 5, 1
  • Antihistamin oral untuk mengurangi gatal. 5, 1, 2
  • Kortikosteroid topikal langsung ke lokasi sengatan untuk peradangan dan gatal lokal. 1, 6
  • Asetaminofen atau ibuprofen oral untuk nyeri. 1, 6
  • JANGAN berikan antibiotik—bengkak adalah peradangan alergi, bukan infeksi. 5, 1, 6

Reaksi Lokal Besar (Eritema dan Bengkak Luas)

Untuk bengkak luas yang menetap beberapa hari dengan gatal atau nyeri, mulai kortikosteroid oral segera. 5

  • Kortikosteroid oral jangka pendek dimulai dalam 24-48 jam pertama untuk membatasi progresi bengkak. 5, 1, 6
  • Kombinasikan dengan antihistamin oral dan kompres dingin. 5, 6
  • Meskipun data uji terkontrol terbatas, kortikosteroid oral efektif untuk kasus berat. 5, 1

Anafilaksis (Kedaruratan Mengancam Jiwa)

Epinefrin adalah SATU-SATUNYA pengobatan lini pertama untuk anafilaksis—antihistamin dan kortikosteroid BUKAN pengganti dan tidak berperan dalam manajemen akut. 1, 2, 6, 3

Tanda-Tanda Anafilaksis:

  • Kesulitan bernapas, pembengkakan lidah/tenggorokan 2, 3
  • Pusing, sinkop, hipotensi 3, 7
  • Muntah, diare 3
  • Urtikaria luas, angioedema 3, 7

Pengobatan Segera:

  • Epinefrin intramuskular 0.01 mg/kg (maksimal 0.3 mg) pada anak atau 0.3-0.5 mg pada dewasa ke paha anterolateral. 5, 1, 2, 3
  • Injeksi intramuskular di paha mencapai konsentrasi plasma lebih cepat dan lebih tinggi dibanding subkutan atau lengan. 2
  • Aktifkan layanan medis darurat segera. 2, 3
  • Siap mengulangi dosis epinefrin dalam 10-20 menit jika gejala menetap atau berulang. 2
  • Posisikan pasien berbaring dengan kaki ditinggikan jika ada tanda hipotensi. 2
  • Penundaan pemberian epinefrin dikaitkan dengan kematian—pemberian segera sangat kritis. 5, 1, 2

Perangkap Klinis yang Harus Dihindari

  • JANGAN tunda epinefrin untuk memberikan antihistamin atau kortikosteroid terlebih dahulu pada anafilaksis—ini dapat berakibat fatal. 5, 1, 6
  • JANGAN resepkan antibiotik untuk bengkak—ini adalah peradangan alergi, bukan infeksi. 5, 1, 6
  • JANGAN buang waktu mencoba mengidentifikasi serangga—obati berdasarkan presentasi klinis. 1
  • Sengatan pada mata itu sendiri (bukan kelopak mata) memerlukan evaluasi medis segera karena risiko kehilangan penglihatan permanen. 1, 2

Manajemen Pasca-Pengobatan

  • Semua pasien dengan reaksi sistemik harus menerima resep autoinjector epinefrin dan pelatihan penggunaan mandiri. 1, 2, 8
  • Rujuk pasien dengan anafilaksis ke ahli alergi untuk tes IgE spesifik racun dan pertimbangan imunoterapi racun (VIT). 5, 2, 9, 8
  • Pasien dengan riwayat reaksi sistemik memiliki risiko 25-70% mengalami reaksi sistemik pada sengatan berikutnya. 5, 9
  • VIT dapat hampir sepenuhnya menghilangkan risiko ini, dengan efektivitas 75-98%. 5, 9, 8
  • Sengatan multipel (biasanya >100) dapat menyebabkan reaksi toksik dari envenomasi masif, bahkan pada individu non-alergi. 1, 2

Pertimbangan Khusus

  • Peternak lebah yang menerima 100-150 sengatan per tahun dapat mengembangkan toleransi, tetapi reaksi alergi masih dapat terjadi di musim semi setelah paparan pertama. 5
  • Mastositosis ditemukan pada 3-5% pasien dengan anafilaksis sengatan, membuat mereka rentan terhadap reaksi sangat berat. 10
  • Pasien diabetes dapat mengalami peningkatan kadar glukosa darah setelah pemberian epinefrin. 3

References

Guideline

First-Line Treatment for Wasp Sting

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Treatment for Allergic Reactions to Bee Stings

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Removing bee stings.

Lancet (London, England), 1996

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Bee Stings

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

The allergic emergency--management of severe allergic reactions.

Journal der Deutschen Dermatologischen Gesellschaft = Journal of the German Society of Dermatology : JDDG, 2014

Research

Insect sting anaphylaxis.

Immunology and allergy clinics of North America, 2007

Research

Insect stings: clinical features and management.

Deutsches Arzteblatt international, 2012

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.