Penatalaksanaan Ikterik dan Hipoglikemia pada Pankreatitis Akut
Pasien dengan pankreatitis akut yang mengalami ikterik dan hipoglikemia memerlukan ERCP terapeutik segera dengan sfingterotomi dalam 24-72 jam karena ikterik menandakan obstruksi bilier atau kolangitis yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas jika tertunda. 1, 2
Penilaian Awal dan Stabilisasi
Stabilisasi hemodinamik dan koreksi metabolik harus segera dilakukan:
- Lakukan resusitasi cairan agresif segera, kecuali ada kontraindikasi kardiovaskular atau ginjal 3, 4
- Koreksi hipoglikemia dengan pemberian dekstrosa intravena dan monitor kadar glukosa darah secara ketat 1
- Berikan oksigen suplementasi sesuai kebutuhan dan koreksi abnormalitas elektrolit 5, 3
- Pasang akses vena perifer, jalur vena sentral untuk monitoring CVP, kateter urin, dan pipa nasogastrik 1
- Lakukan analisis gas darah arteri secara berkala karena onset hipoksia dan asidosis dapat terlambat terdeteksi secara klinis 1
Penilaian Keparahan dan Lokasi Perawatan
Ikterik pada pankreatitis akut menandakan kemungkinan penyakit berat yang memerlukan monitoring intensif:
- Nilai keparahan dalam 24-48 jam pertama menggunakan skor APACHE II, obesitas, atau C-reactive protein >150 mg/L pada 48 jam 2, 5
- Rawat semua kasus berat di unit perawatan intensif atau high dependency unit dengan monitoring penuh termasuk CVP, gas darah arteri, tanda vital per jam, saturasi oksigen, dan output urin 1, 2
- Lakukan pemeriksaan fungsi hati, lipase serum, trigliserida, dan kalsium saat masuk 2, 5
- Elevasi awal aminotransferase serum atau bilirubin sangat menunjukkan etiologi batu empedu 2, 5
Indikasi ERCP Segera
Ikterik merupakan indikasi mutlak untuk ERCP terapeutik segera:
- Lakukan ERCP dengan sfingterotomi segera (dalam 24-72 jam) pada pasien dengan ikterik, kolangitis, atau fungsi hati yang memburuk 1, 2
- Kolangitis (demam, ikterik, kultur darah positif) memerlukan ERCP segera karena penundaan meningkatkan morbiditas dan mortalitas 1, 2
- Semua ERCP harus dilakukan dengan perlindungan antibiotik 1, 5
- Sfingterotomi endoskopik atau drainase duktus dengan stenting diperlukan untuk memastikan relief obstruksi bilier 1, 2
- Pasien yang gagal membaik dalam 48 jam meskipun resusitasi intensif juga memerlukan ERCP segera 1, 5
Pencitraan
- Lakukan CT scan dinamik dengan kontras non-ionik dalam 3-10 hari untuk menilai nekrosis pankreas, tetapi tidak diperlukan segera pada kasus ringan 1, 2
- Ultrasonografi abdomen segera untuk mengidentifikasi batu empedu dan menilai dilatasi duktus biliaris komunis 2, 5
Dukungan Nutrisi
Jika dukungan nutrisi diperlukan:
- Gunakan rute enteral (nasogastrik atau nasojejunal) daripada nutrisi parenteral total untuk mencegah komplikasi infeksi dan melindungi barier mukosa usus 2, 5, 6
- Feeding nasogastrik efektif pada 80% kasus 1, 2
- Pada pankreatitis ringan, feeding oral dapat dimulai segera jika tidak ada mual dan muntah 3
Antibiotik
- Jangan gunakan antibiotik profilaksis secara rutin tanpa bukti infeksi, karena uji klinis berkualitas tinggi menunjukkan tidak ada pengurangan nekrosis pankreas terinfeksi atau mortalitas 2
- Jika antibiotik profilaksis digunakan pada pankreatitis akut berat, cefuroxime intravena merupakan keseimbangan yang wajar antara efikasi dan biaya, dibatasi maksimal 14 hari 5, 6
- Antibiotik hanya untuk infeksi terdokumentasi seperti pneumonia, infeksi saluran kemih, kolangitis, atau sepsis terkait jalur vena 2
Penatalaksanaan Definitif: Kolesistektomi
Setelah kondisi stabil:
- Lakukan kolesistektomi laparoskopik selama rawat inap yang sama segera setelah pasien pulih secara klinis, idealnya dalam 2 minggu dan tidak lebih dari 4 minggu 2, 5, 6
- Menunda kolesistektomi lebih dari 2-4 minggu secara signifikan meningkatkan kejadian bilier berulang sebesar 56%, termasuk pankreatitis berulang yang berpotensi fatal 2, 5, 6
- Pada pasien tidak fit untuk operasi, ERCP dengan sfingterotomi saja merupakan terapi definitif yang adekuat 5, 6
Perangkap Kritis yang Harus Dihindari
- Jangan pernah menunda ERCP pada pasien dengan kolangitis atau ikterik progresif, karena ini meningkatkan morbiditas dan mortalitas 1, 2
- Jangan pernah menunda kolesistektomi lebih dari 2-4 minggu pada pasien yang fit untuk operasi 2, 5, 6
- Jangan abaikan monitoring ketat hipoglikemia karena dapat menandakan kegagalan organ atau sepsis 1
- Jangan gunakan nutrisi parenteral jika rute enteral dapat ditoleransi 2, 5