Apakah Steroid Seperti Metilprednisolon Bisa Diberikan?
Ya, metilprednisolon dapat diberikan pada pasien dengan pankreatitis akut, ikterus, dan hipoglikemia, TETAPI hanya jika pankreatitis tersebut disebabkan oleh pankreatitis autoimun (autoimmune pancreatitis/AIP) dengan kolangitis sklerosis terkait IgG4, dan BUKAN pada pankreatitis akut biasa dari penyebab lain seperti batu empedu atau alkohol. 1, 2, 3
Prinsip Fundamental yang Harus Dipahami
Keputusan pemberian steroid bergantung sepenuhnya pada etiologi pankreatitis:
- Pankreatitis autoimun dengan ikterus obstruktif: Steroid adalah terapi lini pertama dan sangat efektif dengan tingkat remisi 98% 3
- Pankreatitis akut biasa (batu empedu, alkohol, hipertrigliseridemia): Steroid KONTRAINDIKASI karena dapat memperburuk kondisi dan bahkan menyebabkan pankreatitis iatrogenik 4, 5
Langkah-Langkah Sebelum Memulai Terapi Steroid
1. Konfirmasi Diagnosis Pankreatitis Autoimun
Sebelum memberikan steroid, wajib memastikan diagnosis pankreatitis autoimun terlebih dahulu 2:
- Periksa serum IgG4: Elevasi IgG4 mendukung diagnosis AIP 1, 6
- Lakukan MRCP atau CT scan: Cari pembesaran difus pankreas dan striktur saluran empedu proksimal 1
- ERCP dengan biopsi ampula: Untuk menyingkirkan keganasan dan konfirmasi diagnosis, terutama pada pasien dengan ikterus obstruktif 1
- Singkirkan keganasan: Ini adalah prioritas mutlak karena steroid dapat memperburuk keganasan 2, 3
2. Stabilisasi Kondisi Pra-Steroid
Sebelum memulai terapi steroid, kondisi berikut HARUS dikontrol terlebih dahulu 2:
- Ikterus obstruktif: Lakukan dekompresi bilier dengan ERCP dan stenting jika diperlukan 1
- Hiperglikemia: Kontrol gula darah dengan insulin terlebih dahulu, karena steroid akan memperburuk hiperglikemia 7, 2
- Berikan antibiotik profilaksis: Saat melakukan instrumentasi pada saluran empedu yang obstruksi untuk mencegah kolangitis 1
Protokol Pemberian Metilprednisolon untuk Pankreatitis Autoimun
Dosis Inisial
Prednisolon oral 0.6 mg/kg/hari (atau 30-40 mg/hari) adalah dosis standar yang direkomendasikan 1, 2, 3:
- Tidak ada perbedaan signifikan antara dosis awal 30 mg vs 40 mg dalam mencapai remisi 6, 3
- Dosis 30 mg/hari sudah cukup efektif dan mengurangi efek samping 6
- Berikan selama 2-4 minggu pertama sebelum tapering 1, 2
Tapering dan Dosis Maintenance
Tapering bertahap sangat penting untuk mencegah relaps 1, 3:
- Turunkan dosis 5 mg setiap 1-2 minggu berdasarkan respons klinis dan biokimia 1, 2
- Target dosis maintenance: 2.5-5 mg/hari 1, 2, 3
- Durasi maintenance: Minimal 1-3 tahun, terutama pada pasien dengan striktur saluran empedu proksimal yang memiliki risiko relaps tinggi 1, 2, 3
Terapi Steroid-Sparing
Untuk pasien dengan ikterus dan striktur bilier, azathioprine WAJIB ditambahkan 1:
- Dosis: 2 mg/kg/hari sebagai monoterapi steroid-free setelah tapering 1
- Mulai saat tapering prednisolon untuk mencegah relaps 1
- Pasien dengan striktur bilier proksimal memiliki risiko relaps sangat tinggi dan memerlukan imunosupresi jangka panjang indefinit 1
Terapi Adjuvan
Tambahkan UDCA (ursodeoxycholic acid) 10-15 mg/kg/hari untuk efek antikolestasis dan anti-inflamasi pada kolangiopati terkait IgG4 1
Monitoring Selama Terapi
Parameter yang Harus Dipantau
- Fungsi hati (ALT, AST, alkalin fosfatase, bilirubin): Setiap 3-6 bulan untuk deteksi relaps atau hepatotoksisitas 1
- Serum IgG4: Sebagai biomarker aktivitas penyakit, elevasi dapat mendahului relaps klinis 1
- Gula darah: Steroid memperburuk hiperglikemia postprandial, konsultasi endokrinologi diperlukan untuk manajemen insulin 7
- Complete blood count: Setiap 3-6 bulan untuk deteksi sitopenia akibat azathioprine 1
- Imaging (MRCP/CT): Tahunan atau jika gejala rekuren untuk menilai progresi striktur bilier 1
Evaluasi Respons Terapi
Respons terapi harus dievaluasi setelah 2-4 minggu 1, 2:
- Pembesaran pankreas biasanya normal dalam 1 bulan 6
- Perbaikan ikterus dan enzim hati terjadi cepat 3
- Jika tidak ada perbaikan objektif pada imaging minggu 4-8, pertimbangkan diagnosis salah atau fase fibrotik 7
Peringatan Kritis dan Pitfall yang Harus Dihindari
1. Jangan Berikan Steroid pada Pankreatitis Akut Non-Autoimun
Metilprednisolon dapat MENYEBABKAN pankreatitis akut iatrogenik 4, 5:
- Kasus pankreatitis akut akibat pulse therapy metilprednisolon telah dilaporkan dengan periode laten median 5 hari 4
- Steroid dapat memicu pankreatitis pada pasien tanpa vaskulitis sistemik 4, 5
2. Kontrol Hiperglikemia Adalah Prioritas
Steroid memperburuk kontrol glikemik secara signifikan 7, 8:
- Pasien dengan diabetes memerlukan peningkatan dosis insulin saat memulai steroid dosis tinggi 7
- Konsultasi endokrinologi wajib untuk pasien diabetes yang akan memulai steroid 7
- Dosis insulin perlu disesuaikan kembali saat steroid di-taper 7
3. Jangan Hentikan Terapi pada Pasien dengan Striktur Bilier
Pasien dengan striktur bilier memiliki risiko relaps 50% setelah penghentian azathioprine 1:
- Tingkat relaps pada maintenance therapy (23%) jauh lebih rendah dibanding yang menghentikan terapi (34%) 3
- 56% relaps terjadi dalam 1 tahun dan 92% dalam 3 tahun setelah penghentian 3
- Imunosupresi jangka panjang indefinit direkomendasikan untuk pasien dengan striktur bilier 1
4. Pertimbangkan TPMT Testing
Testing TPMT genotype atau aktivitas enzim direkomendasikan sebelum memulai azathioprine 1:
- Defisiensi TPMT meningkatkan risiko mielosupresi berat dengan dosis standar azathioprine 1
- Aktivitas TPMT rendah memerlukan reduksi dosis atau agen alternatif 1
Efek Samping yang Harus Diwaspadai
Berdasarkan FDA drug label, metilprednisolon dapat menyebabkan 8:
- Gastrointestinal: Ulkus peptikum dengan perforasi dan perdarahan, pankreatitis, distensi abdomen 8
- Metabolik: Intoleransi karbohidrat, manifestasi diabetes laten, peningkatan kebutuhan insulin 8
- Muskuloskeletal: Miopati steroid, osteoporosis, ruptur tendon 8
- Kardiovaskular: Retensi natrium, hipertensi, gagal jantung pada pasien rentan 8
Manajemen Relaps
Jika terjadi relaps, re-treatment dengan steroid sangat efektif 3:
- 97% pasien yang relaps merespons terapi steroid ulang 3
- Regimen untuk relaps: Steroid dosis tinggi di-taper ke maintenance dengan steroid dosis rendah (2.5-10 mg/hari prednisolon) plus azathioprine atau mycophenolate mofetil 1
- Rituximab dapat dipertimbangkan untuk relaps berulang 1
Kesimpulan Praktis
Metilprednisolon HANYA boleh diberikan setelah:
- Diagnosis pankreatitis autoimun dikonfirmasi (IgG4 tinggi, imaging khas, biopsi jika perlu) 1, 2
- Keganasan disingkirkan 2, 3
- Ikterus obstruktif dan hiperglikemia dikontrol 2
- Pasien dipantau ketat untuk efek samping dan respons terapi 1, 8
Untuk pasien dengan ikterus dan striktur bilier, kombinasi prednisolon + azathioprine + UDCA adalah regimen optimal dengan monitoring jangka panjang 1.