What antibiotics are recommended for a patient with ulcerative colitis (UC) and a secondary infection?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 18, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Antibiotik pada Kolitis Ulseratif dengan Infeksi Sekunder

Antibiotik tidak direkomendasikan secara rutin untuk kolitis ulseratif, kecuali pada situasi spesifik: infeksi Clostridioides difficile (gunakan vankomisin oral atau metronidazol), abses intra-abdomen yang terdokumentasi, atau pouchitis pasca-IPAA (gunakan siprofloksasin sebagai lini pertama).

Prinsip Umum Penggunaan Antibiotik pada Kolitis Ulseratif

Tidak Ada Manfaat untuk Penyakit Aktif Tanpa Infeksi

  • Antibiotik tidak boleh diberikan secara rutin pada kolitis ulseratif akut berat tanpa bukti infeksi gastrointestinal atau ekstra-intestinal 1.
  • Bukti berkualitas tinggi menunjukkan tidak ada perbedaan dalam mencapai remisi klinis antara antibiotik dan plasebo (RR=0.88,95% CI 0.74-1.06) 2.
  • Meta-analisis dari 4 RCT menunjukkan penambahan antibiotik tidak superior untuk menurunkan risiko kolektomi jangka pendek pada kolitis ulseratif akut berat (RR 0.79,95% CI 0.46-1.35) 1.
  • Antibiotik seperti metronidazol, tobamisin, siprofloksasin, atau vankomisin oral tidak menunjukkan manfaat konsisten sebagai terapi tambahan pada kolitis akut 1.

Indikasi Spesifik untuk Antibiotik

1. Infeksi Clostridioides difficile

Ini adalah indikasi paling penting untuk antibiotik pada pasien kolitis ulseratif.

  • Vankomisin oral adalah pilihan utama untuk penyakit berat karena terbukti superior dibanding metronidazol pada pasien tanpa kolitis ulseratif 1.
  • Dosis vankomisin oral: 125 mg 4 kali sehari selama 10 hari 3.
  • Metronidazol dan vankomisin oral sama efektif untuk penyakit ringan hingga sedang 1.
  • Kolitis ulseratif adalah faktor risiko independen untuk infeksi C. difficile 1.
  • Pasien dengan kolitis ulseratif yang menggunakan imunomodulator memiliki risiko 33% lebih tinggi untuk rekurensi C. difficile 1.
  • Penggunaan imunomodulator pada penyakit terkait C. difficile harus dipandu oleh evaluasi risiko-manfaat yang hati-hati 1.

2. Abses Intra-Abdomen (Terutama pada Crohn's Disease, Bukan UC Tipikal)

  • Terapi antimikroba empirik segera diperlukan untuk abses intra-abdomen >3 cm, dikombinasikan dengan drainase perkutan radiologis 1.
  • Antibiotik harus menargetkan basil Gram-negatif aerob dan fakultatif, streptokokus Gram-positif, dan basil anaerob obligat 1.
  • Durasi terapi antimikroba tergantung pada gambaran klinis pasien dan hasil tes laboratorium seperti kadar CRP serum 1.
  • Untuk abses <3 cm pada pasien stabil, berikan terapi antimikroba empirik awal dengan monitoring klinis dan biokimia ketat 1.

3. Pouchitis Pasca-IPAA (Ileal Pouch-Anal Anastomosis)

Ini adalah satu-satunya situasi di mana antibiotik memiliki peran terapeutik yang jelas pada pasien dengan riwayat kolitis ulseratif.

  • Siprofloksasin adalah antibiotik pilihan pertama untuk pouchitis akut, menunjukkan keunggulan numerik dibanding metronidazol dengan efek samping lebih sedikit 2.
  • Metronidazol tetap menjadi pilihan alternatif untuk pouchitis akut 2.
  • Vankomisin dapat dipertimbangkan pada pasien yang tidak respons terhadap antibiotik awal atau memiliki alergi/intoleransi terhadap siprofloksasin dan/atau metronidazol 1.
  • Untuk pouchitis rekuren yang bergantung antibiotik, pertimbangkan dosis efektif terendah (misalnya siprofloksasin 500 mg sekali sehari atau 250 mg dua kali sehari) dengan periode jeda intermiten (sekitar 1 minggu per bulan), atau gunakan antibiotik siklik (rotasi antara siprofloksasin, metronidazol, dan vankomisin setiap 1-2 minggu) 1.

Situasi Klinis yang Memerlukan Pertimbangan Antibiotik

Kolitis Akut Berat dengan Kecurigaan Infeksi

  • Antibiotik hanya diberikan jika superinfeksi dipertimbangkan, seperti pada serangan pertama dengan durasi pendek, setelah rawat inap baru-baru ini, atau setelah perjalanan ke area endemik amebiasis 1.
  • Antibiotik juga diberikan segera sebelum pembedahan 1.
  • Hentikan antibiotik lain jika memungkinkan saat menangani infeksi C. difficile 1.

Pasien dengan Imunosupresi

  • Pasien kolitis ulseratif yang menerima terapi imunomodulator mengalami infeksi lebih berat dengan Salmonella spp. 1.
  • Tahan imunomodulator sampai infeksi aktif teratasi 1.
  • Terapi anti-TNF meningkatkan risiko infeksi sistemik dan sistem saraf pusat dengan Listeria monocytogenes dan infeksi sistemik atau kulit terkait Nocardia spp. 1.
  • Hentikan terapi anti-TNF selama infeksi, dan konsultasikan dengan ahli penyakit infeksi sebelum memperkenalkan kembali imunomodulator 1.

Peringatan Penting

Risiko Resistensi Antimikroba

  • Rekomendasi menentang antibiotik diperkuat oleh risiko resistensi antibiotik dengan penggunaan berkepanjangan atau berulang 2.
  • Pada pouchitis kronis yang bergantung antibiotik, gunakan strategi untuk mengurangi risiko resistensi antimikroba 1.

Tidak Ada Manfaat untuk Pemeliharaan Remisi

  • Tidak ada rejimen antibiotik yang dapat direkomendasikan untuk pemeliharaan remisi pada kolitis ulseratif 2.
  • Bukti berkepanjangan sangat rendah membandingkan antibiotik dengan 5-ASA untuk pemeliharaan, dengan manfaat yang tidak jelas (RR=0.71,95% CI 0.47-1.06) 4.

Absorpsi Sistemik pada Penyakit Berat

  • Konsentrasi serum yang signifikan secara klinis telah dilaporkan pada beberapa pasien yang mengonsumsi dosis oral vankomisin multipel untuk diare terkait C. difficile aktif 3.
  • Pasien dengan gangguan inflamasi mukosa usus juga dapat memiliki absorpsi sistemik vankomisin yang signifikan 3.
  • Monitoring konsentrasi serum vankomisin mungkin sesuai pada beberapa kasus, misalnya pada pasien dengan insufisiensi ginjal dan/atau kolitis 3.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Antibiotics in Ulcerative Colitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Antibiotics for the induction and maintenance of remission in ulcerative colitis.

The Cochrane database of systematic reviews, 2022

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.