What antibiotic is given to a patient with infectious colitis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 18, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Antibiotik untuk Kolitis Infeksius

Rekomendasi Utama Berdasarkan Jenis Kolitis

Untuk kolitis C. difficile ringan-sedang, berikan metronidazole 500 mg oral 3 kali sehari selama 10 hari, sedangkan untuk kolitis C. difficile berat, berikan vancomycin 125 mg oral 4 kali sehari selama 10 hari. 1, 2, 3

Kolitis Clostridium difficile (C. difficile)

Penyakit Ringan-Sedang

  • Metronidazole 500 mg oral 3 kali sehari selama 10 hari adalah terapi lini pertama 1, 2, 3
  • Kriteria ringan-sedang: frekuensi buang air besar <4 kali/hari, leukosit <15 × 10⁹/L, tidak ada tanda sistemik berat 2

Penyakit Berat

  • Vancomycin 125 mg oral 4 kali sehari selama 10 hari adalah terapi pilihan 1, 2, 3
  • Kriteria berat meliputi: demam >38.5°C dengan menggigil, instabilitas hemodinamik atau syok septik, tanda peritonitis, ileus dengan muntah, leukositosis nyata (>15 × 10⁹/L), peningkatan kreatinin serum >50% dari baseline, laktat serum meningkat, kolitis pseudomembran pada endoskopi, atau distensi/penebalan dinding kolon pada pencitraan 2

Kasus Sangat Berat atau Ileus

  • Jika terapi oral tidak memungkinkan: Metronidazole 500 mg IV 3 kali sehari PLUS vancomycin intrakolonik 500 mg dalam 100 mL saline normal setiap 4-12 jam dan/atau vancomycin 500 mg 4 kali sehari melalui pipa nasogastrik 1
  • Penting: Vancomycin parenteral (IV) TIDAK efektif untuk kolitis C. difficile karena tidak diekskresikan ke dalam kolon 3

Kolitis C. difficile Rekuren

Rekurensi Pertama

  • Obati sama seperti episode awal berdasarkan tingkat keparahan (metronidazole untuk ringan-sedang, vancomycin untuk berat) 2

Rekurensi Kedua dan Selanjutnya

  • Vancomycin 125 mg oral 4 kali sehari minimal 10 hari, dengan pertimbangan strategi taper/pulse 1, 2
  • Alternatif: Fidaxomicin 200 mg oral 2 kali sehari selama 10 hari 1
  • Untuk rekurensi multipel yang tidak responsif terhadap antibiotik: Transplantasi mikrobiota fekal (FMT) dengan tingkat keberhasilan 70-90% 2

Kolitis Bakterial Invasif Lainnya (Shigella, Salmonella, Campylobacter)

  • Untuk disentri demam empiris pada dewasa: Azithromycin 1000 mg dosis tunggal 4
  • Terapi harus disesuaikan berdasarkan hasil kultur dan sensitivitas ketika tersedia 4

Enterocolitis Staphylococcal

  • Vancomycin oral 500 mg hingga 2 g per hari dibagi dalam 3-4 dosis selama 7-10 hari 3
  • Pada pasien pediatrik (<18 tahun): 40 mg/kg/hari dibagi dalam 3-4 dosis, maksimal 2 g/hari 3

Prinsip Manajemen Kritis

Yang HARUS Dilakukan

  • Hentikan antibiotik pemicu segera jika kolitis jelas diinduksi oleh penggunaan antibiotik, terutama pada kasus ringan 5, 2
  • Lakukan kultur tinja untuk mengidentifikasi patogen spesifik 4
  • Pada pasien >65 tahun, monitor fungsi ginjal selama dan setelah terapi vancomycin oral karena risiko nefrotoksisitas meningkat 3

Yang HARUS DIHINDARI

  • Jangan gunakan agen antiperistaltik (loperamide, diphenoxylate) atau opiat karena dapat memicu megakolon toksik 5, 1, 2
  • Jangan ulangi tes tinja setelah pengobatan untuk menilai respons; perbaikan klinis adalah ukuran utama keberhasilan 2
  • Jangan tunda pembedahan pada kasus berat sambil menunggu respons antibiotik 2
  • Hindari kursus metronidazole berulang atau berkepanjangan karena risiko neurotoksisitas kumulatif dan berpotensi ireversibel 5

Indikasi Intervensi Bedah

Kolektomi harus dilakukan segera untuk: 2

  • Perforasi kolon
  • Megakolon toksik
  • Ileus berat
  • Inflamasi sistemik dengan kondisi klinis memburuk yang tidak responsif terhadap terapi antibiotik
  • Laktat serum melebihi 5.0 mmol/L 1

Alternatif Antibiotik

  • Teicoplanin 100 mg oral 2 kali sehari dapat menggantikan vancomycin oral jika tersedia 1
  • Untuk infeksi intra-abdomen terkait layanan kesehatan yang berat: pertimbangkan regimen spektrum luas seperti meropenem, imipenem-cilastatin, atau piperacillin-tazobactam 5

Peringatan Khusus

  • Pada pasien dengan gangguan inflamasi mukosa intestinal, absorpsi sistemik vancomycin oral dapat signifikan, sehingga monitoring kadar serum mungkin diperlukan terutama pada pasien dengan insufisiensi ginjal 3
  • Ototoksisitas dapat terjadi dengan vancomycin, terutama pada pasien dengan gangguan pendengaran yang mendasari atau yang menerima terapi bersamaan dengan aminoglikosida 3

References

Guideline

Antibiotic Treatment for Colitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Antibacterial Treatment for Infectious Colitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Approach to the patient with infectious colitis.

Current opinion in gastroenterology, 2012

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.