Daftar Obat yang Dapat Diresepkan oleh Dokter Gigi
Dokter gigi memiliki kompetensi untuk meresepkan antibiotik, analgesik (termasuk opioid), obat anti-inflamasi, antiseptik topikal, dan sedatif untuk prosedur dental, dengan antibiotik dan analgesik merupakan kategori obat yang paling sering diresepkan.
Antibiotik
Dokter gigi merupakan kelompok prescriber terbesar kedua dan antibiotik adalah kategori obat yang paling umum diresepkan dalam praktik kedokteran gigi 1, 2.
Antibiotik Lini Pertama
- Amoxicillin 500 mg oral tiga kali sehari selama 5-7 hari adalah regimen standar untuk infeksi dental dengan keterlibatan sistemik 3, 4
- Phenoxymethylpenicillin (Penicillin V) direkomendasikan untuk pasien dengan kompromi medis atau keterlibatan sistemik 4
- Amoxicillin-clavulanic acid dapat dipertimbangkan sebagai pilihan lini kedua untuk kegagalan terapi atau skenario risiko tinggi 5
Antibiotik Alternatif
- Clindamycin adalah pilihan utama untuk pasien dengan alergi penisilin 3, 4
- Metronidazole dapat ditambahkan pada amoxicillin untuk cakupan anaerob dalam kasus kegagalan terapi 3
Indikasi Antibiotik yang Tepat
- Infeksi dental dengan keterlibatan sistemik (demam, malaise, limfadenopati, atau selulitis) 4
- Pembengkakan difus yang meluas ke jaringan servikofasial 4, 5
- Pasien dengan kompromi medis atau imunosupresi 3, 4
- Kegagalan respons terhadap terapi bedah saja 4
Peringatan Penting: Antibiotik tidak boleh diresepkan sebagai pengganti intervensi bedah yang tepat, karena ini tidak efektif dan berkontribusi pada resistensi antimikroba 4.
Analgesik
NSAID (Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid)
- Ibuprofen tersedia dalam dosis 400 mg, 600 mg, dan 800 mg 6
- NSAID direkomendasikan sebagai farmakoterapi lini pertama untuk nyeri TMD (temporomandibular disorder) 4
- NSAID lebih diutamakan dibandingkan paracetamol untuk manajemen nyeri dental 4
Analgesik Opioid
- Acetaminophen/hydrocodone adalah salah satu obat yang paling sering diresepkan dan dokter gigi memiliki kompetensi untuk meresepkannya 7, 8
- Opioid harus diresepkan dengan hati-hati mengingat krisis opioid yang sedang berlangsung 8
- Resep opioid yang tidak perlu untuk mengobati nyeri dental merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berkembang 8
Analgesik untuk Nyeri Kronis
- Amitriptyline dan gabapentin (obat neuromodulator) dapat dipertimbangkan untuk nyeri TMD kronis 4
- Paracetamol (acetaminophen) merupakan pilihan tetapi NSAID lebih diutamakan 4
Sedatif untuk Prosedur Dental
Midazolam Intravena
- Midazolam dapat digunakan untuk sedasi sadar dan induksi anestesi dalam prosedur dental 9
- Untuk sedasi sadar pada pasien dewasa sehat di bawah 60 tahun: dosis awal 0.5-1 mg IV diberikan perlahan selama 2 menit, dapat ditingkatkan hingga total 2.5 mg 9
- Untuk pasien di atas 60 tahun atau dengan penyakit sistemik: mulai dengan dosis lebih rendah (tidak lebih dari 1.5 mg) 9
- Untuk induksi anestesi tanpa premedikasi: 0.3-0.35 mg/kg untuk dewasa di bawah 55 tahun, 0.3 mg/kg untuk di atas 55 tahun 9
Antiseptik dan Antimikroba Topikal
Chlorhexidine
- Chlorhexidine gluconate 0.12% atau 0.2% mouth rinse dua kali sehari dapat digunakan untuk mengontrol inflamasi lokal 3, 5
- Diindikasikan ketika ekstraksi harus ditunda dan gigi bergejala tetapi tanpa infeksi sistemik 5
Doxycycline Dosis Sub-antimikroba
- Doxycycline 20 mg dua kali sehari selama 3-9 bulan dapat digunakan sebagai adjuvan untuk scaling dan root planing pada periodontitis kronis 4
- Ini adalah satu-satunya indikasi di mana antimikroba telah menunjukkan manfaat pada penyakit periodontal kronis 4
Obat Lain yang Relevan dengan Praktik Dental
Dokter gigi harus menyadari dampak obat-obatan yang dikonsumsi pasien terhadap kesehatan oral dan perencanaan perawatan 10, 7:
- Levothyroxine, lisinopril, metoprolol, atorvastatin, amlodipine, metformin, omeprazole, simvastatin, dan albuterol adalah obat yang paling sering diresepkan yang dapat berinteraksi dengan perawatan dental 7
- Dokter gigi harus mengambil riwayat medis yang menyeluruh untuk menyadari masalah terkait obat dan dampak obat pada diagnosis serta perencanaan perawatan 10
Pertimbangan Khusus
Pasien Pasca-Radiasi
- Pasien yang menerima radiasi ≥50 Gy memerlukan protokol yang ditingkatkan: amoxicillin 500 mg tiga kali sehari dimulai 1 jam hingga 1 hari sebelum ekstraksi, dilanjutkan 5-7 hari pasca-ekstraksi 3
- Tambahkan chlorhexidine gluconate 0.12% atau 0.2% mouth rinse dua kali sehari hingga penyembuhan yang memadai 3
Profilaksis untuk Endokarditis dan Infeksi Sendi Prostetik
- Profilaksis antibiotik untuk prosedur dental umumnya tidak direkomendasikan untuk penerima penggantian sendi total 11
- Untuk 12% pasien tertentu di mana profilaksis dianggap tepat menurut panduan AAOS/ADA 2016, ahli bedah ortopedi harus menulis resep 11
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan pernah meresepkan antibiotik tanpa intervensi bedah - ini tidak efektif dan berkontribusi pada resistensi antimikroba 4
- Jangan meresepkan antibiotik untuk pulpitis ireversibel - perawatan dental definitif diperlukan 4
- Jangan meresepkan opioid secara berlebihan - kondisi dental umum paling baik dikelola dengan ekstraksi, restorasi, atau terapi saluran akar, bukan hanya dengan analgesik 8
- Jangan mengabaikan riwayat obat pasien - banyak obat dapat mempengaruhi kesehatan oral dan perencanaan perawatan 10, 7