What is the management approach for a patient with tuberculosis (TB), diabetes mellitus (DM), and hypertension (HT)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 19, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tatalaksana TB dengan Diabetes Melitus dan Hipertensi

Regimen Pengobatan TB Standar

Pasien dengan TB, DM, dan hipertensi harus menerima regimen TB standar 4 obat (isoniazid, rifampin, pyrazinamide, dan ethambutol) selama 2 bulan fase intensif, diikuti isoniazid dan rifampin selama 4 bulan fase lanjutan, dengan pertimbangan perpanjangan durasi pengobatan karena risiko kegagalan terapi yang lebih tinggi. 1, 2, 3

Fase Intensif (2 bulan pertama)

  • Berikan isoniazid, rifampin, pyrazinamide, dan ethambutol setiap hari (7 hari/minggu untuk 56 dosis) atau 5 hari/minggu untuk 40 dosis 1, 4
  • Ethambutol dapat dihentikan setelah konfirmasi kepekaan terhadap isoniazid 4
  • Semua dosis harus diberikan dengan Directly Observed Therapy (DOT) karena kompleksitas komorbiditas 1, 5

Fase Lanjutan (4 bulan berikutnya)

  • Lanjutkan isoniazid dan rifampin setiap hari atau 3 kali seminggu 1
  • Pertimbangkan perpanjangan fase lanjutan menjadi 7 bulan (total 9 bulan) jika terdapat kavitas pada foto toraks dan kultur sputum masih positif pada bulan ke-2 4, 6

Manajemen Diabetes Melitus Selama Pengobatan TB

Metformin adalah obat pilihan utama untuk kontrol glikemik pada pasien TB-DM karena tidak berinteraksi dengan rifampisin dan dapat mengurangi mortalitas TB. 6

Kontrol Glikemik

  • Target kontrol gula darah ketat selama pengobatan TB untuk mengurangi risiko kegagalan terapi dan kekambuhan 6, 7
  • Gunakan metformin sebagai lini pertama karena tidak ada interaksi bermakna dengan rifampisin 6
  • Insulin efektif untuk hiperglikemia berat, namun memiliki keterbatasan dalam penggunaan pada pasien TB 6
  • Monitor HbA1c atau gula darah puasa secara berkala 1

Peringatan Penting

  • DM meningkatkan risiko resistensi obat, paparan obat TB yang lebih rendah, kegagalan pengobatan, dan TB berulang 6, 8
  • Pasien TB-DM memerlukan pemantauan lebih ketat sebelum, selama, dan setelah pengobatan TB 6, 8
  • DM tipe 2 bertanggung jawab atas perpanjangan durasi pengobatan TB dan peningkatan angka kekambuhan 8, 9

Manajemen Hipertensi Selama Pengobatan TB

Hipertensi harus dikontrol secara optimal karena meningkatkan mortalitas 64% pada pasien TB, terutama pada wanita dan usia ≥45 tahun. 10

Strategi Pengelolaan

  • Lakukan penilaian risiko kardiovaskular untuk memandu pemberian terapi antihipertensi, penurun lipid, dan antiplatelet 6
  • Monitor tekanan darah secara rutin selama pengobatan TB 10
  • Perhatikan interaksi obat antara rifampisin dan beberapa obat antihipertensi 6, 9

Pemantauan dan Evaluasi

Pemantauan Bakteriologis

  • Kirim kultur sputum setiap bulan hingga 2 kultur negatif berturut-turut 5
  • Evaluasi respons klinis dan bakteriologis pada bulan ke-2 dengan kultur sputum ulang 1, 4
  • Jika BTA masih positif pada bulan ke-3, evaluasi ulang untuk kemungkinan kegagalan pengobatan, ketidakpatuhan, atau resistensi obat 5

Pemantauan Fungsi Hati

  • Lakukan tes fungsi hati baseline untuk semua pasien 1
  • Monitor fungsi hati setiap 2-4 minggu selama pengobatan, terutama karena risiko hepatotoksisitas lebih tinggi pada pasien dengan komorbiditas 11
  • Hentikan obat hepatotoksik jika ALT ≥3x batas atas normal dengan gejala hepatitis, atau ≥5x tanpa gejala 1

Pemantauan Lainnya

  • Pemeriksaan visus baseline dan diskriminasi warna bulanan untuk pasien yang menerima ethambutol 1, 12
  • Monitor berat badan bulanan untuk menilai respons pengobatan dan menyesuaikan dosis 1
  • Evaluasi adherensi dan perbaikan gejala TB (batuk, demam, keringat malam) serta efek samping obat 1

Koordinasi Perawatan

Pengobatan kombinasi sebaiknya diberikan, diawasi, dan dipantau di klinik TB dengan koordinasi dengan spesialis DM dan hipertensi untuk manajemen komprehensif. 4, 6

  • Rujuk ke perawatan DM spesialis jika diperlukan berdasarkan kondisi lokal dan keparahan DM 6
  • Lanjutkan perawatan DM dan hipertensi setelah penyelesaian pengobatan TB 6
  • Skrining HIV pada semua pasien TB dalam 2 bulan diagnosis 4

Pertimbangan Khusus untuk Interupsi Pengobatan

Jika Terjadi Putus Obat

  • Fase intensif dengan jeda <14 hari: lanjutkan hingga semua dosis selesai dalam 3 bulan 1
  • Fase intensif dengan jeda ≥14 hari: mulai ulang dari awal 1
  • Fase lanjutan dengan jeda ≥3 bulan: mulai ulang seluruh pengobatan (fase intensif dan lanjutan baru) 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Treatment of TB-Associated Vasculitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Manajemen Tuberkulosis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Clinical management of combined tuberculosis and diabetes.

The international journal of tuberculosis and lung disease : the official journal of the International Union against Tuberculosis and Lung Disease, 2018

Research

Hypertension is associated with increased mortality in patients with tuberculosis in Guinea-Bissau.

International journal of infectious diseases : IJID : official publication of the International Society for Infectious Diseases, 2021

Guideline

Diagnosis and Treatment of Primary Complex

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.