Antibiotik untuk Pasien Menyusui dengan Abses Periapikal Kronis
Untuk pasien menyusui dengan abses periapikal kronis yang gagal dengan amoksisilin, pilihan terbaik adalah amoksisilin-klavulanat (Augmentin), yang diklasifikasikan sebagai "compatible" dengan menyusui dan aman untuk ibu dan bayi. 1, 2
Pilihan Antibiotik Utama untuk Ibu Menyusui
Amoksisilin-Klavulanat (Augmentin) - Pilihan Pertama
- Amoksisilin-klavulanat adalah pilihan yang aman dan efektif untuk ibu menyusui, diklasifikasikan sebagai FDA Kategori B dan secara eksplisit tercantum sebagai "compatible" dengan menyusui oleh American Academy of Dermatology dan European Respiratory Society 1, 2, 3
- Untuk infeksi dental yang gagal dengan amoksisilin saja, penambahan klavulanat memberikan cakupan yang lebih luas terhadap bakteri penghasil beta-laktamase 4
- WHO merekomendasikan amoksisilin-klavulanat sebagai pilihan untuk infeksi oral dan dental, dengan penambahan metronidazol jika terjadi kegagalan pengobatan 4
Dosis dan Durasi
- Dosis standar: 500 mg/125 mg tiga kali sehari atau 875 mg/125 mg dua kali sehari 2
- Durasi pengobatan: 4-7 hari jika kontrol sumber (drainase) adekuat 4
- Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang diperlukan untuk meminimalkan paparan pada bayi 2
Pilihan Alternatif Jika Alergi Penisilin
Klindamisin - Gunakan dengan Hati-hati
- Klindamisin dapat digunakan tetapi harus dengan hati-hati karena dapat meningkatkan risiko efek samping gastrointestinal pada bayi, termasuk diare dan kandidiasis 1, 3
- Jika klindamisin diperlukan, pertimbangkan formulasi topikal jika memungkinkan untuk mengurangi absorpsi sistemik 1
- Dosis oral: 300-450 mg tiga kali sehari 4
Metronidazol - Aman untuk Ditambahkan
- Metronidazol dianggap aman selama menyusui dan dapat ditambahkan untuk cakupan anaerob jika diperlukan 1, 3
- Dosis: 500 mg tiga kali sehari 4
Antibiotik yang Harus Dihindari atau Dibatasi
Doksisiklin - Batasi Penggunaan
- Doksisiklin harus dibatasi maksimal 3 minggu tanpa pengulangan kursus, dan hanya jika tidak ada alternatif yang sesuai 1, 3
- Penggunaan jangka pendek (3-4 minggu) kompatibel dengan menyusui, tetapi hindari kursus yang lebih lama karena potensi perubahan warna gigi dan penekanan pertumbuhan tulang 1
Fluorokuinolon - Bukan Pilihan Pertama
- Siprofloksasin dan levofloksasin tidak boleh digunakan sebagai pengobatan lini pertama selama menyusui 1
- Jika benar-benar diperlukan, siprofloksasin adalah fluorokuinolon yang lebih disukai karena konsentrasinya dalam ASI dua kali lipat lebih rendah dari dosis terapeutik bayi 1
Pertimbangan Penting untuk Monitoring Bayi
Efek Gastrointestinal
- Semua bayi yang disusui harus dipantau untuk efek gastrointestinal (diare, gastroenteritis) karena perubahan flora usus 1, 2, 3
- Perhatikan perubahan pola atau konsistensi tinja pada bayi 2
- Risiko efek samping serius jarang terjadi, tetapi monitoring tetap penting 1
Pertimbangan Khusus
- Antibiotik dalam ASI dapat menyebabkan kultur palsu negatif jika bayi mengalami demam yang memerlukan evaluasi 1, 3
- Untuk makrolida (seperti azitromisin), ada risiko sangat rendah stenosis pilorus hipertrofik pada bayi yang terpapar selama 13 hari pertama menyusui, tetapi risiko ini tidak bertahan setelah 2 minggu 1
Algoritma Pengobatan untuk Abses Periapikal Kronis pada Ibu Menyusui
- Pastikan kontrol sumber: Drainase abses adalah kritis dan harus dilakukan jika memungkinkan 4, 5
- Tidak ada riwayat alergi penisilin: Mulai dengan amoksisilin-klavulanat 875 mg/125 mg dua kali sehari 1, 2
- Alergi penisilin terdokumentasi: Gunakan klindamisin 300-450 mg tiga kali sehari dengan monitoring ketat untuk efek GI pada bayi 1, 3
- Pertimbangkan penambahan metronidazol 500 mg tiga kali sehari jika ada kecurigaan infeksi anaerob atau kegagalan pengobatan 4, 1
- Evaluasi ulang setelah 48-72 jam: Jika tidak ada perbaikan, pertimbangkan drainase ulang atau konsultasi dengan spesialis 4
Peringatan Penting
- Jangan hentikan menyusui tanpa alasan yang jelas - manfaat menyusui melebihi risiko minimal paparan antibiotik 1, 6, 7
- Amoksisilin-klavulanat tidak boleh digunakan pada wanita yang berisiko persalinan prematur karena risiko sangat rendah enterokolitis nekrotikans, tetapi untuk menyusui setelah persalinan cukup bulan, tetap aman 1
- Konsultasi dengan dokter anak bayi dianjurkan untuk monitoring yang optimal 7
- Minum obat segera setelah menyusui atau sebelum periode tidur terpanjang bayi untuk meminimalkan konsentrasi dalam ASI 7