Penatalaksanaan Bakteriuria dengan Nyeri Perut Bawah
Pasien dengan bakteriuria dan nyeri perut bawah memerlukan evaluasi untuk membedakan antara bakteriuria asimtomatik versus infeksi saluran kemih simtomatik—jika hanya nyeri perut bawah tanpa gejala klasik ISK (disuria, urgensi, frekuensi), maka ini kemungkinan bakteriuria asimtomatik yang TIDAK memerlukan antibiotik.
Algoritma Evaluasi Klinis
Langkah 1: Identifikasi Gejala Klasik ISK
Cari gejala spesifik ISK yang menunjukkan infeksi sejati 1, 2:
- Disuria (nyeri saat berkemih)
- Urgensi (desakan berkemih yang tidak tertahankan)
- Frekuensi (berkemih lebih sering dari biasanya)
- Nyeri suprapubik yang spesifik terkait berkemih
Peringatan penting: Nyeri perut bawah saja TANPA gejala klasik ISK di atas kemungkinan besar bukan ISK 3.
Langkah 2: Tentukan Status Simtomatik
Jika TIDAK ada gejala klasik ISK (hanya nyeri perut bawah):
Ini adalah bakteriuria asimtomatik—JANGAN berikan antibiotik 4, 5. Pedoman IDSA 2019 memberikan rekomendasi kuat untuk tidak mengobati bakteriuria asimtomatik karena 3:
- Tidak ada manfaat klinis (mortalitas sama: 0% vs 4.2%, P=0.36)
- Meningkatkan risiko diare terkait antibiotik dan infeksi Clostridioides difficile (OR 2.45)
- Meningkatkan resistensi antimikroba
- Dapat menyebabkan hasil fungsional yang lebih buruk (adjusted OR 3.45)
Cari penyebab lain nyeri perut bawah seperti masalah ginekologi, gastrointestinal, atau muskuloskeletal 6.
Jika ADA gejala klasik ISK (disuria + urgensi/frekuensi):
Ini adalah sistitis simtomatik—berikan antibiotik 1, 2.
Pilihan Terapi untuk Sistitis Simtomatik
Lini Pertama (pilih salah satu) 1, 2:
- Nitrofurantoin 100 mg dua kali sehari selama 5 hari
- Trimethoprim-sulfamethoxazole (TMP-SMX) dua kali sehari selama 3 hari (hanya jika resistensi lokal <20%) 7, 1
- Fosfomycin 3 gram dosis tunggal
- Pivmecillinam selama 5 hari (jika tersedia)
Nitrofurantoin tetap memiliki sensitivitas terbaik terhadap uropatogen meskipun resistensi meningkat terhadap fluorokuinolon dan TMP-SMX 2.
Pengecualian Penting: Kapan Bakteriuria Asimtomatik HARUS Diobati
Hanya dua kondisi yang memerlukan pengobatan bakteriuria asimtomatik 4, 5:
- Kehamilan: Skrining dan obati dengan antibiotik 3-7 hari 4
- Sebelum prosedur urologi dengan trauma mukosa: Berikan antibiotik 30-60 menit sebelum prosedur 4
Perangkap Klinis yang Harus Dihindari
- Jangan mengobati berdasarkan piuria saja: Piuria yang menyertai bakteriuria asimtomatik BUKAN indikasi antibiotik 4, 5
- Jangan mengobati kultur positif tanpa gejala: Ini menyebabkan resistensi antibiotik dan efek samping obat tanpa manfaat 8, 9
- Jangan asumsikan nyeri perut bawah = ISK: Gejala klasik ISK (disuria, urgensi, frekuensi) harus ada 1, 2
- Pada pasien dengan kateter: Jangan pernah obati bakteriuria asimtomatik selama kateter masih terpasang 4
Pertimbangan Khusus
Jika Gejala Berat atau Sepsis
Pada pasien dengan presentasi klinis berat yang konsisten dengan sindrom sepsis dan tidak ada sumber infeksi alternatif yang jelas, pemberian antibiotik empiris yang efektif untuk ISK potensial dapat dipertimbangkan sambil menunggu hasil kultur 3.
Jika Diabetes Mellitus
Pasien dengan diabetes yang terkontrol baik TIDAK memerlukan skrining atau pengobatan bakteriuria asimtomatik 3, 5.