Kultur Bakteri Positif dengan Leukosit Normal dan Nitrit Negatif: Apakah Ini ISK?
Kultur bakteri positif dengan leukosit urin normal dan nitrit negatif kemungkinan besar menunjukkan bakteriuria asimtomatik, bukan infeksi saluran kemih yang sebenarnya, dan tidak boleh diobati dengan antibiotik kecuali pasien memiliki gejala urin spesifik yang baru muncul.
Interpretasi Diagnostik
- Piuria (leukosit dalam urin) adalah komponen kritis untuk membedakan ISK sejati dari bakteriuria asimtomatik 1
- Tidak adanya piuria (leukosit esterase negatif dan tidak ada leukosit mikroskopis) memiliki nilai prediktif negatif yang sangat baik untuk menyingkirkan ISK 1
- Kultur positif tanpa piuria sangat menunjukkan kolonisasi bakteri, bukan infeksi aktif 1, 2
- Bakteriuria asimtomatik dengan kultur positif sangat umum, terutama pada orang dewasa yang lebih tua (prevalensi 15-50% pada penghuni fasilitas perawatan jangka panjang) 1
Kriteria Diagnosis ISK yang Benar
Untuk mendiagnosis ISK sejati, KEDUA kriteria berikut harus dipenuhi:
- Piuria: ≥10 leukosit/lapangan pandang tinggi ATAU leukosit esterase positif 1, 3
- Gejala urin spesifik yang baru muncul: disuria, frekuensi, urgensi, demam >38.3°C, atau hematuria gross 1, 3
Kultur positif saja TIDAK cukup untuk diagnosis ISK 1, 2.
Mengapa Tidak Mengobati Kondisi Ini
- Infectious Diseases Society of America secara eksplisit merekomendasikan TIDAK mengobati bakteriuria asimtomatik, bahkan ketika disertai kultur positif 1
- Pengobatan bakteriuria asimtomatik tidak memberikan manfaat klinis dan justru meningkatkan resistensi antimikroba 1, 3
- Nilai prediktif positif piuria untuk ISK sangat rendah ketika gejala tidak ada 1
- Piuria saja tidak cukup untuk membenarkan pengobatan antibiotik 1
Algoritma Keputusan Klinis
Langkah 1: Evaluasi Gejala
- Apakah pasien memiliki gejala urin spesifik (disuria, frekuensi, urgensi, demam, hematuria gross)? 1
- Jika TIDAK ada gejala → JANGAN obati, ini adalah bakteriuria asimtomatik 1, 3
Langkah 2: Evaluasi Piuria
- Apakah leukosit esterase positif ATAU ≥10 leukosit/HPF pada mikroskopi? 1
- Jika TIDAK ada piuria → ISK sangat tidak mungkin, bahkan dengan kultur positif 1, 2
Langkah 3: Pertimbangkan Kontaminasi Spesimen
- Kultur positif dengan leukosit normal sering menunjukkan kontaminasi spesimen 1
- Jika kecurigaan klinis kuat, kumpulkan spesimen baru dengan teknik yang tepat (kateterisasi atau tangkapan tengah yang bersih) 1
Pertimbangan Khusus untuk Populasi Tertentu
Pasien Lansia:
- Bakteriuria asimtomatik terjadi pada 15-50% lansia di fasilitas perawatan jangka panjang 1
- Gejala non-spesifik seperti kebingungan atau penurunan fungsi saja TIDAK boleh memicu pengobatan ISK tanpa gejala urin spesifik 1
- Evaluasi hanya diindikasikan dengan onset akut gejala terkait ISK 1
Pasien dengan Kateter:
- Bakteriuria dan piuria hampir universal pada kateterisasi kronis 3
- Bakteriuria asimtomatik pada pasien dengan kateter TIDAK boleh diskrining atau diobati 1, 3
Peringatan Penting
- Jangan mengobati kultur positif tanpa piuria dan gejala - ini adalah bakteriuria asimtomatik yang tidak memerlukan pengobatan 1, 3
- Jangan mengabaikan kemungkinan kontaminasi spesimen - kultur positif dengan leukosit normal sering menunjukkan kontaminasi 1
- Jangan memesan kultur urin pada pasien asimtomatik - ini hanya akan mengidentifikasi bakteriuria asimtomatik yang tidak memerlukan pengobatan 1
- Nitrit negatif tidak menyingkirkan ISK - nitrit memiliki sensitivitas rendah (19-48%) tetapi spesifisitas tinggi (92-100%) 1, 3
Manajemen yang Tepat
Jika pasien TIDAK memiliki gejala:
- Hentikan antibiotik jika sudah dimulai 1
- Jangan lakukan pengujian atau pengobatan lebih lanjut 1
- Edukasi pasien untuk kembali jika gejala urin spesifik berkembang 1
Jika pasien MEMILIKI gejala urin spesifik:
- Kumpulkan spesimen urin baru dengan teknik yang tepat 1
- Periksa urinalisis untuk leukosit esterase, nitrit, dan leukosit mikroskopis 1
- Jika piuria hadir dengan gejala, obati sebagai ISK dan kirim kultur untuk uji sensitivitas 1, 3
Dampak pada Kualitas Hidup
- Pengobatan antibiotik yang tidak perlu menyebabkan kerugian tanpa memberikan manfaat, termasuk meningkatkan resistensi antimikroba, memaparkan pasien pada efek samping obat, dan meningkatkan biaya perawatan kesehatan 1
- Intervensi edukasi tentang protokol diagnostik dapat memberikan pengurangan risiko absolut 33% dalam inisiasi antimikroba yang tidak tepat 1