What is the diagnosis and management of ischemic colitis in a patient?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 20, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Diagnosis dan Tatalaksana Ischemic Colitis

Diagnosis

Kolonoskopi adalah prosedur diagnostik pilihan untuk ischemic colitis dengan kemampuan menegakkan diagnosis pada lebih dari 90% kasus, namun sigmoidoskopi fleksibel sudah cukup pada kasus akut untuk menghindari risiko perforasi. 1

Presentasi Klinis Khas

  • Pasien biasanya datang dengan nyeri abdomen akut disertai diare berdarah 2, 3
  • Rektum biasanya normal (rectal sparing) karena vaskularisasi yang lebih baik 1
  • Keterlibatan segmental yang jelas terutama di "watershed territory" dari kolon sigmoid hingga fleksura lienalis 1
  • Pada pasien usia lanjut dengan faktor risiko vaskular, kecurigaan harus tinggi 3

Pemeriksaan Laboratorium Wajib

  • Laktat serum >2 mmol/L mengindikasikan iskemia intestinal ireversibel dengan hazard ratio 4.1 4, 5
  • D-dimer >0.9 mg/L memiliki spesifisitas 82% dan sensitivitas 60% untuk iskemia intestinal; D-dimer normal secara efektif menyingkirkan ischemic colitis 4, 5
  • Hitung darah lengkap untuk menilai leukositosis dan anemia dari perdarahan gastrointestinal 5
  • Panel metabolik komprehensif untuk menilai asidosis metabolik dan disfungsi organ 4, 5
  • Protein C-reaktif (CRP) sebagai penanda inflamasi 3

Pemeriksaan Feses Sebelum Terapi

  • Kultur feses dan toksin Clostridioides difficile WAJIB dilakukan sebelum memulai terapi apapun 4, 5
  • Kultur bakteri untuk Salmonella, Shigella, Campylobacter, dan E. coli 5
  • Fecal lactoferrin atau calprotectin (sensitivitas 90% untuk inflamasi histologis) untuk membedakan penyebab inflamasi dari non-inflamasi 4, 5

Pencitraan

  • CT angiografi abdomen/pelvis adalah pencitraan lini pertama untuk mengevaluasi patensi vaskular dan perubahan dinding usus 4, 5
  • Foto polos abdomen untuk menyingkirkan dilatasi kolon (≥5.5 cm) dan mencari tanda-tanda yang memprediksi respons terapi 1
  • CT scan menunjukkan penebalan dinding dan fat stranding di area watershed 3

Endoskopi

  • Kolonoskopi dengan biopsi dalam 48 jam (kecuali pada kasus fulminan) adalah gold standard untuk mengkonfirmasi ischemic colitis dan menyingkirkan etiologi lain 4
  • Pada kolitis berat akut, sigmoidoskopi fleksibel lebih aman daripada kolonoskopi penuh untuk menghindari risiko perforasi 1
  • Temuan endoskopi khas: pendarahan petechial, ulserasi longitudinal, mukosa hemoragik dengan ulserasi dalam, dan resolusi cepat pada pemeriksaan serial 1
  • Biopsi minimal dari dua lokasi di setidaknya lima area di sekitar kolon untuk evaluasi histopatologi 6

Diferensiasi dari Kondisi Lain

  • Inflammatory bowel disease (IBD): Biasanya menunjukkan keterlibatan rektal, inflamasi kontinyu tanpa rectal sparing 1, 6
  • Infeksi CMV: Dapat menunjukkan mukosa hemoragik, lebih sering pada pasien immunocompromised 1
  • Divertikulitis: Pola distribusi dan temuan imaging berbeda 3
  • Kanker kolorektal: Dapat dibedakan berdasarkan pola gejala dan temuan imaging 3

Tatalaksana

Klasifikasi Berdasarkan Keparahan

Ischemic colitis harus diklasifikasikan sebagai gangrenous atau non-gangrenous, karena ini menentukan pendekatan terapi dan prognosis secara fundamental. 2, 7

Non-Gangrenous Ischemic Colitis (Mayoritas Kasus)

  • Terapi konservatif dengan bowel rest, cairan IV, koreksi abnormalitas elektrolit dan anemia 4
  • Antibiotik spektrum luas untuk mencegah translokasi bakteri 3
  • Hindari obat vasokonstriksi (NSAID, vasopresor jika memungkinkan) 4
  • Sebagian besar kasus bentuk non-gangrenous bersifat transien dan sembuh spontan tanpa komplikasi 2, 7
  • Monitoring ketat termasuk tanda vital 4 kali sehari, chart feses, dan imaging serial jika dilatasi kolon >5.5 cm 4

Tromboprofilaksis

  • Low-molecular-weight heparin harus dimulai setelah perdarahan akut teratasi 4
  • Penting terutama pada pasien dengan faktor risiko trombosis seperti penggunaan kontrasepsi oral 5

Gangrenous Ischemic Colitis

  • Intervensi bedah urgent dan mortalitas tinggi adalah ciri khas gangrenous ischemic colitis 2, 7, 8
  • Laparotomi dengan revaskularisasi usus iskemik (embolektomi atau bypass grafting), penilaian viabilitas usus setelah revaskularisasi, reseksi usus non-viable, dan perawatan intensif 1
  • "Second look" operations yang dijadwalkan 24-48 jam setelah prosedur awal adalah cara terbaik untuk menghindari reseksi berlebihan dari usus yang berpotensi viable dan kegagalan mereseksi usus non-viable 1
  • Mortalitas rata-rata sekitar 70% meskipun dengan terapi 1

Monitoring Respons Terapi

  • Respons harus ditentukan dengan kombinasi parameter klinis, endoskopi, dan penanda laboratorium seperti CRP dan fecal calprotectin 6
  • Endoskopi follow-up menunjukkan perbaikan lesi yang signifikan pada kasus yang merespons terapi konservatif 3
  • Pada pasien yang merespons secara klinis, penyembuhan mukosa harus dinilai secara endoskopi atau dengan fecal calprotectin sekitar 3-6 bulan setelah inisiasi terapi 6

Pitfall yang Harus Dihindari

  • Diagnosis sering tertunda karena gejala awal hanya nyeri abdomen dengan sedikit temuan fisik; pada saat diagnosis jelas (distensi abdomen, perforasi, syok), iskemia sudah sangat lanjut dan survival meragukan 1
  • Pasien ICU dengan ischemic colitis sering under-diagnosed karena komorbiditas paralel dan sifat gejala yang tidak spesifik yang meniru hampir semua patologi abdomen 9
  • Pasien yang tersedasi atau terventilasi dapat menutupi banyak fitur karakteristik ischemic colitis dan membuat diagnosis menantang 9
  • Jangan fokus hanya pada penyebab vaskular dan melewatkan kondisi underlying seperti hypereosinophilic syndrome yang dapat menyebabkan trombosis 4

Prognosis

  • Bentuk non-gangrenous transient biasanya hanya memerlukan manajemen medis dan berhubungan dengan prognosis baik 2, 7
  • Subtipe kronis dapat menyebabkan sekuele berupa kolitis segmental persisten atau striktur kolon yang kadang memerlukan pembedahan 2
  • Tanpa terapi, ischemic colitis akut akibat obstruksi arteri intestinal hampir selalu fatal, menyebabkan infark, perforasi, peritonitis, dan kematian 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Ischemic colitis.

Diseases of the colon and rectum, 1996

Guideline

Hypereosinophilic Syndrome with Thrombotic Complications

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Laboratory Evaluation for Suspected Oral Contraceptive-Related Ischemic Colitis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Ulcerative Colitis Diagnosis and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Ischemic colitis: clinical practice in diagnosis and treatment.

World journal of gastroenterology, 2008

Research

Management of ischemic colitis.

Clinics in colon and rectal surgery, 2012

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.