Is pseudoephedrine safe for a 2-year-3-month-old child?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 21, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pseudoephedrine Tidak Boleh untuk Anak Usia 2 Tahun 3 Bulan

Pseudoephedrine tidak boleh diberikan pada anak usia 2 tahun 3 bulan karena kontraindikasi absolut untuk anak di bawah 6 tahun berdasarkan rekomendasi FDA dan American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology, dengan risiko kematian, psikosis teragitasi, ataksia, dan halusinasi yang telah terdokumentasi. 1

Mengapa Sangat Berbahaya

  • FDA melaporkan 46 kematian terkait pseudoephedrine pada anak ≤6 tahun antara tahun 1969-2006, dengan 43 kasus terjadi pada bayi di bawah 1 tahun 1

  • Efek samping serius yang telah dilaporkan pada anak kecil termasuk psikosis teragitasi, ataksia, halusinasi, takiaritmia, insomnia, dan hiperaktivitas bahkan pada dosis yang direkomendasikan 2, 3

  • Tidak ada bukti efikasi yang terbukti pada kelompok usia ini, sehingga risiko jauh melebihi manfaat yang tidak jelas 1

Data Penggunaan yang Mengkhawatirkan

  • Penelitian Slone Survey menunjukkan penggunaan pseudoephedrine paling tinggi justru pada anak di bawah 2 tahun, padahal ini adalah kelompok dengan risiko toksisitas tertinggi dan tidak ada rekomendasi dosis yang aman 4

  • 7.5% pengguna anak mengonsumsi lebih dari satu produk mengandung pseudoephedrine dalam minggu yang sama, termasuk 6 anak di bawah 2 tahun, meningkatkan risiko overdosis 4

  • 25% pengguna anak mengonsumsi pseudoephedrine lebih dari 1 minggu, termasuk 7 anak di bawah 2 tahun, padahal penggunaan berkepanjangan meningkatkan risiko efek samping 4

Alternatif yang Aman untuk Anak Usia 2 Tahun

Untuk anak di bawah 6 tahun yang memerlukan terapi kongesti nasal, gunakan alternatif berikut:

  • Irigasi saline nasal - Memberikan manfaat sedang dengan efek samping minimal, pilihan paling aman untuk semua usia 2, 3

  • Kortikosteroid intranasal (seperti fluticasone) - Kelas obat paling efektif untuk rinitis alergi dengan profil keamanan sangat baik pada anak kecil 1, 2

  • Antihistamin generasi kedua (seperti cetirizine atau loratadine) - Memiliki profil keamanan baik pada anak kecil jika ada komponen alergi 1, 2

Peringatan Penting

  • Jangan pernah menggunakan dekongestan oral (pseudoephedrine atau phenylephrine) pada anak di bawah 6 tahun, bahkan jika produk tersebut dijual bebas 1, 2

  • Hindari dekongestan topikal (oxymetazoline, xylometazoline) pada anak di bawah 6 tahun karena risiko efek samping sistemik yang sama 3

  • Sebagian besar produk batuk-pilek mengandung multiple ingredients termasuk pseudoephedrine, sehingga selalu periksa komposisi lengkap sebelum memberikan obat apapun 4

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan berasumsi bahwa produk yang dijual bebas aman untuk semua usia - banyak produk OTC mengandung pseudoephedrine yang berbahaya untuk anak kecil 4

  • Jangan memberikan lebih dari satu produk obat batuk-pilek secara bersamaan karena risiko duplikasi bahan aktif dan overdosis 4

  • Jangan menggunakan pseudoephedrine untuk penggunaan jangka panjang bahkan pada anak yang lebih besar, karena meningkatkan risiko efek samping kardiovaskular 1, 3

References

Guideline

Pseudoephedrine Use in Pediatric Patients

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Safety of Fenilefrina in Children

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Decongestant Efficacy and Safety

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.