What is the prognosis and management for a patient diagnosed with Charcot-Marie-Tooth (CMT) disease type 2?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 21, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Prognosis dan Penatalaksanaan CMT Tipe 2

Prognosis

CMT tipe 2 memiliki prognosis yang relatif baik dengan perburukan yang lambat, namun menunjukkan disabilitas yang lebih berat dibandingkan CMT tipe 1 pada usia yang sama. 1

Perjalanan Penyakit

  • Studi prospektif 5 tahun menunjukkan deteriorasi kekuatan otot yang lambat namun konsisten, dengan skor kekuatan motorik menurun dari median 135 menjadi 128 poin (dari maksimal 140 poin) 1
  • Perburukan tidak pernah bersifat cepat atau dramatis 1
  • Tidak terdapat deteriorasi sensorik yang signifikan selama follow-up 5 tahun 1
  • Skor Rankin menurun 1 poin pada 37% pasien, menunjukkan peningkatan disabilitas bertahap 1
  • Sebagian besar pasien tetap dapat berjalan (ambulant), meskipun lebih banyak yang memerlukan alat bantu jalan seiring waktu 1

Karakteristik Klinis yang Mempengaruhi Prognosis

  • CMT2 menunjukkan kelemahan dorsifleksi ankle yang lebih berat (31.9 ± 30.9 N) dibandingkan CMT1 (80.4 ± 37.4 N), yang secara signifikan mempengaruhi pola gait 2
  • Kelemahan plantarfleksi juga cenderung lebih berat pada CMT2 2
  • CMT Pediatric Scale (CMTPedS) konsisten menunjukkan skor yang lebih tinggi (severitas penyakit lebih berat) pada CMT2 dibandingkan CMT1 pada usia yang sama 2
  • Deformitas kaki seperti claw toes meningkat seiring waktu, sementara pes cavus dan otot betis yang pendek cenderung stabil 1

Faktor yang Tidak Mempengaruhi Prognosis

  • Tidak ada korelasi antara kecepatan deteriorasi dengan usia pasien 1
  • Kualitas hidup (diukur dengan RAND 36-item health survey) tidak menunjukkan perubahan signifikan selama follow-up 5 tahun 1

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan CMT tipe 2 bersifat suportif dan berbasis rehabilitasi, karena saat ini tidak ada terapi kuratif yang efektif. 3

Pendekatan Rehabilitasi (Pilar Utama Terapi)

1. Program Latihan

  • Latihan aerobik dan penguatan terbukti efektif meningkatkan kekuatan dan kebugaran umum 4
  • Latihan peregangan (stretching) cukup efektif dalam mempertahankan range of motion 4
  • Program latihan harus fokus pada penguatan otot dorsifleksor dan plantarfleksor ankle, mengingat kelemahan signifikan pada area ini 5, 2

2. Terapi Okupasi

  • Terapi okupasi merupakan komponen penting untuk mempertahankan fungsi ekstremitas atas dan aktivitas sehari-hari 3

3. Alat Ortotik (Mainstay Treatment)

  • Alat ortotik adalah pilar utama untuk mempertahankan mobilitas, ambulasi, dan fungsi ekstremitas atas 4
  • Ortosis ankle-foot (AFO) sangat penting untuk mengatasi foot drop dan meningkatkan stabilitas gait 4
  • Pemilihan ortotik harus disesuaikan dengan derajat kelemahan ankle dan pola gait individual 2

Manajemen Gejala Spesifik

Gangguan Keseimbangan

  • Pada penyakit ringan, instabilitas terutama disebabkan oleh kelemahan dorsifleksor dan plantarfleksor 5
  • Pada penyakit sedang hingga berat, selain kelemahan otot tungkai, hilangnya propriosepsi berkontribusi pada gangguan keseimbangan 5
  • Intervensi harus mencakup latihan keseimbangan dan penggunaan alat bantu jalan sesuai kebutuhan 5

Manajemen Nyeri dan Fatigue

  • Pengobatan nyeri dan kelelahan harus dilakukan secara teratur sesuai dengan severitas penyakit 3

Follow-up dan Monitoring

  • Follow-up teratur diperlukan dengan frekuensi disesuaikan dengan severitas penyakit 3
  • Evaluasi berkala harus mencakup:
    • Penilaian kekuatan otot (manual muscle testing)
    • Evaluasi fungsi gait dan keseimbangan
    • Penilaian disabilitas menggunakan skala terstandar (modified Rankin scale, CMTPedS)
    • Evaluasi kebutuhan alat bantu dan ortotik 1

Terapi Eksperimental (Belum Tersedia untuk Praktik Klinis)

  • Terapi genetik untuk membungkam gen seperti PMP22 atau mengekspresikan GJB1 sedang dalam penelitian 3
  • Molekul yang menjanjikan termasuk inhibitor aksis NRG-1 dan modulator UPR atau enzim HDAC family 3
  • Saat ini belum ada terapi ini yang tersedia untuk penggunaan klinis rutin 3

Peringatan Penting

  • Intervensi bedah memiliki hasil yang problematis dan harus dipertimbangkan dengan hati-hati 4
  • Rehabilitasi tetap menjadi peran utama dalam penatalaksanaan mengingat tidak adanya pengobatan medis kuratif 4
  • Meskipun terjadi perburukan bertahap, sebagian besar pasien mempertahankan ambulasi dengan dukungan yang tepat 1

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.