Definisi Operasional Parkinson Dini
Parkinson dini (early Parkinson's disease) didefinisikan secara operasional sebagai fase penyakit dari onset gejala motorik hingga munculnya fluktuasi motorik, dengan karakteristik utama berupa tremor istirahat asimetris (4-6 Hz "pill-rolling"), bradikinesia, dan rigiditas, dimana pasien belum mengalami komplikasi motorik seperti fenomena "on-off" atau diskinesia yang terkait dengan terapi levodopa jangka panjang. 1, 2
Kriteria Diagnostik Klinis
Gejala Motorik Kardinal
- Tremor istirahat: Muncul sebagai tremor 4-6 Hz "pill-rolling" yang terjadi ketika anggota tubuh sepenuhnya ditopang dan rileks, biasanya dimulai secara asimetris pada satu anggota tubuh 1
- Bradikinesia: Manifestasi berupa kelambatan inisiasi dan eksekusi gerakan, dengan amplitudo gerakan berulang yang berkurang, dan merupakan fitur paling esensial untuk diagnosis 1
- Onset asimetris: Karakteristik khas dimana gejala awalnya mempengaruhi satu sisi tubuh sebelum berpotensi menyebar 1
Durasi dan Perjalanan Penyakit
- Pasien dengan Parkinson dini memiliki durasi penyakit rata-rata sekitar 2 tahun 3, 2
- Paparan terhadap levodopa terbatas atau tidak ada (umumnya tidak ada dalam 6 bulan terakhir) 3
- Belum mengalami fenomena "on-off" dan diskinesia yang karakteristik pada stadium lanjut 3
Kehilangan Neuron Dopaminergik
- Gejala motorik muncul sekitar 5 tahun setelah kehilangan neuron dopaminergik awal dimulai 1
- Pada saat presentasi klinis, sekitar 40-50% neuron dopaminergik di substantia nigra telah hilang 1
Pemeriksaan Penunjang untuk Konfirmasi
Pencitraan Otak
- MRI otak harus dilakukan untuk menyingkirkan lesi struktural, penyakit vaskular, dan mengevaluasi pola parkinsonisme atipikal 1
- DaTscan (ioflupane SPECT/CT) dapat mengkonfirmasi defisit dopaminergik dan membedakan dari tremor esensial atau parkinsonisme yang diinduksi obat 1
Pendekatan Terapi pada Parkinson Dini
Terapi Farmakologis Lini Pertama
Untuk pasien usia <60 tahun dengan gejala ringan:
- Pertimbangkan memulai dengan inhibitor monoamine oxidase tipe B (MAOB), amantadine, atau agonis dopamin untuk menghindari komplikasi motorik terkait levodopa 4, 5
- Untuk pasien usia <50 tahun, pilihan obat awal meliputi selegiline, amantadine, dan agen antikolinergik 5
- Pasien usia 50-an mungkin memerlukan agonis dopamin sebagai tambahan atau pengganti selegiline untuk mencapai kontrol gejala yang adekuat 5
Untuk pasien usia ≥60 tahun:
- Levodopa/carbidopa tetap menjadi standar emas terapi lini pertama, memberikan kontrol simptomatik paling kuat terhadap tremor, rigiditas, dan bradikinesia 1, 4
- Sediaan sustained-release carbidopa-levodopa dianggap sebagai terapi lini pertama untuk pasien ini 5
- Perbaikan gangguan fungsional adalah tujuan utama, dengan perhatian khusus untuk menghindari induksi atau eksaserbasi gangguan kognitif 5
Optimalisasi Pemberian Levodopa
- Pasien harus mengonsumsi obat levodopa minimal 30 menit sebelum makan untuk menghindari interaksi dengan protein makanan yang mengurangi absorpsi dan efikasi 6, 7
- Asupan protein harian yang direkomendasikan adalah 0,8-1,0 g/kg berat badan 6, 7
Agonis Dopamin sebagai Alternatif
- Pramipexole: Dosis awal 0,375 mg/hari, titrasi hingga dosis maksimal yang dapat ditoleransi tetapi tidak lebih tinggi dari 4,5 mg/hari dalam tiga dosis terbagi 3
- Ropinirole: Dosis awal 0,5 mg dua kali sehari, dengan peningkatan mingguan 0,5 mg dua kali sehari hingga maksimal 5 mg dua kali sehari 8
- Semua agonis dopamin memiliki efikasi serupa, yang kurang dari levodopa, tetapi dapat menunda munculnya komplikasi motorik 2
Modifikasi Gaya Hidup
Aktivitas Fisik
- Aktivitas fisik sedang hingga berat, terutama kombinasi latihan aerobik dan resistensi, selama ≥150 menit/minggu direkomendasikan untuk pencegahan dan kontrol Parkinson 9
- Latihan endurance dan resistensi dapat memperlambat progresivitas penyakit dan meningkatkan kualitas hidup 9, 7
Manajemen Nutrisi
- Monitor status nutrisi, berat badan, vitamin D, asam folat, dan vitamin B12 minimal setiap tahun dan setiap kali kondisi klinis berubah 9, 7
- Sekitar 15% pasien Parkinson yang tinggal di komunitas mengalami malnutrisi, dengan 24% lainnya berisiko sedang hingga tinggi 9, 7
- Suplementasi vitamin D untuk memperlambat progresivitas penyakit, terutama pada pasien dengan genotipe reseptor vitamin D berisiko tinggi 7
Penghentian Merokok
- Penghentian merokok dengan panduan terstruktur direkomendasikan pada semua individu dengan Parkinson 9
Peringatan Penting
Penyebab Genetik dan Sekunder
- Sindrom delesi 22q11.2 dikaitkan dengan risiko signifikan tinggi Parkinson onset dini, dengan 5,9% pasien usia 36-64 tahun mengembangkan parkinsonisme 1
- Hipokalsemia dapat menginduksi atau memperburuk tremor pada pasien dengan Parkinson onset dini, dan kadar kalsium serum harus dipantau ketat 1
Pertimbangan Obat Antipsikotik
- Jika komorbiditas psikiatrik memerlukan pengobatan, gunakan antipsikotik atipikal dengan efek ekstrapiramidal minimal (clozapine atau quetiapine) 1
- Pencitraan fungsional (DaTscan) dapat membantu membedakan Parkinson sejati dari efek samping ekstrapiramidal yang diinduksi antipsikotik 1