Kriteria Diagnosis Parkinson Dini
Diagnosis Parkinson dini memerlukan adanya bradikinesia (gerakan lambat) sebagai gejala esensial, ditambah minimal satu dari gejala kardinal lainnya: tremor istirahat, rigiditas, atau keduanya. 1
Kriteria Diagnostik Klinis
Gejala Kardinal yang Harus Ada
- Bradikinesia adalah fitur diagnostik esensial yang harus ada untuk menegakkan diagnosis Parkinson 1, 2
- Bradikinesia ditandai dengan kelambatan gerakan dan pengurangan progresif dalam kecepatan serta amplitudo gerakan berulang 2
- Bradikinesia dapat mempengaruhi semua gerakan volunter, termasuk tugas motorik halus (mengancingkan baju, menulis), aktivitas motorik kasar (berjalan, berbalik), ekspresi wajah, dan bicara 1
Ditambah Minimal Satu Gejala Berikut
- Tremor istirahat: tremor yang muncul saat istirahat 1, 3
- Rigiditas: resistensi konstan terhadap gerakan pasif sepanjang rentang gerak, dapat disertai fenomena cogwheel 1, 3
- Instabilitas postural: hilangnya refleks postural yang menyebabkan gangguan keseimbangan dan peningkatan risiko jatuh, biasanya muncul lebih lambat dalam perjalanan penyakit 1, 2
Teknik Pemeriksaan Rigiditas yang Tepat
- Gerakkan anggota gerak pasien secara pasif sambil menginstruksikan mereka untuk rileks, dan nilai resistensi terhadap gerakan sepanjang rentang gerak 1
- Periksa ekstremitas atas dan bawah, bandingkan sisi untuk asimetri 1
- Gerakkan sendi melalui rentang gerak penuh dengan kecepatan bervariasi 1
- Perhatikan resistensi yang tetap konstan sepanjang rentang (rigiditas lead-pipe) 1
- Cari fenomena "cogwheel" - resistensi seperti roda gigi yang terjadi ketika rigiditas dikombinasikan dengan tremor 1
- Untuk meningkatkan deteksi rigiditas halus, minta pasien melakukan manuver aktivasi dengan anggota gerak kontralateral (misalnya, membuka dan menutup tangan yang berlawanan) saat Anda menguji rigiditas 1
Kapan Gejala Muncul
- Gejala biasanya muncul setelah sekitar 40-50% neuron dopaminergik di substantia nigra telah hilang 1, 4
- Terdapat interval sekitar 5 tahun antara awal neurodegenerasi dan munculnya gejala 1, 2
- Usia puncak onset adalah antara 60-70 tahun 4, 2
Gejala Non-Motorik yang Mendukung Diagnosis Dini
- Konstipasi: dapat mendahului gejala motorik dan setidaknya menggandakan risiko Parkinson 5
- Disfungsi otonom: dismotilitas gastrointestinal, gastroparesis, inkontinensia urin 2
- Gejala neuropsikiatrik: depresi, ansietas, apati 2
- Sialorrhea (air liur berlebihan) 2
- Disartria dan disfagia 2
Red Flags untuk Diagnosis Alternatif
Waspadai tanda-tanda yang menunjukkan sindrom parkinsonisme lain, bukan Parkinson idiopatik:
- Palsi tatapan vertikal, terutama ke bawah → mengarah ke Progressive Supranuclear Palsy (PSP) 1
- Rigiditas asimetris dengan fenomena alien hand → mengarah ke Corticobasal Syndrome 1
- Disfungsi otonom berat dini, tanda serebelar, atau tanda piramidal → mengarah ke Multiple System Atrophy (MSA) 1
- Ataksia → bukan Parkinson idiopatik 1
Pemeriksaan Penunjang
Pencitraan Struktural
- MRI otak tanpa kontras adalah modalitas pencitraan optimal untuk menyingkirkan penyebab struktural, meskipun sering normal pada Parkinson dini 1
- MRI diperlukan untuk menyingkirkan lesi fokal atau penyakit vaskular 1
Pencitraan Fungsional
- I-123 ioflupane SPECT/CT (DaTscan) berharga untuk membedakan Parkinson dari tremor esensial atau tremor akibat obat, menunjukkan penurunan uptake radiotracer di striatum (biasanya dimulai di putamen dan berlanjut ke kaudatus) 1
- DaTscan normal pada dasarnya menyingkirkan sindrom parkinsonisme 1
- CT memiliki utilitas terbatas karena kontras jaringan lunak yang buruk 1
Konfirmasi Diagnosis oleh Spesialis
- Ahli neurologi umum atau spesialis gangguan gerakan harus mengonfirmasi diagnosis Parkinson karena mendiagnosis sindrom parkinsonisme berdasarkan fitur klinis saja bisa sangat menantang 1
- Studi menunjukkan bahwa ahli Parkinson mengubah diagnosis mereka hanya pada 8,1% kasus selama follow-up 7,6 tahun, menunjukkan akurasi diagnostik yang tinggi 6
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Gagal meminta pasien rileks sepenuhnya saat menguji rigiditas dapat menyebabkan positif palsu akibat kontraksi otot volunter 1
- Tidak menggunakan manuver aktivasi dapat menyebabkan Anda melewatkan rigiditas halus 1
- Membingungkan spastisitas (resistensi tergantung kecepatan) dengan rigiditas (resistensi konstan sepanjang gerakan) 1
- Melewatkan pencitraan struktural - MRI penting sebelum pencitraan fungsional 1
- Melewatkan red flags yang menunjukkan sindrom parkinsonisme atipikal (PSP, MSA, CBD) yang memiliki prognosis dan respons pengobatan berbeda 1